Sayembara April 2017 – Puisi: Pada Genggam

Bak Pangeran yang gagah dan tampan

Aku Putri yang kuat dan elegan

Berusaha menggenggammu dengan nyaman

Erat

Kamu tercekat

Reda

Aku mendamba

Sulit dimengerti

Pasti

Memahami,

Membaca, dan

Menjaga

Aku berusaha

Lalu lepas

Jauh dan bebas

Diam

Cukup dinikmati

Tidak

Jangan diraih

Hanya saja

Dinanti

Sampai hukum gravitasi menyumpahi

Pada genggamku kamu kembali

Rifle

Sayembara Maret 2017 – Puisi: Memori

baru saja kutemukan
tiap ketukan, tiap jenjang ingatan
tiap irama, satu suara kita
hanya saja, aku lupa bagaimana dan harus apa
dirimu tak kutemui di tiap jadwal latihan
hingga rupamu, rupaku, rupa-rupanya pura-pura lupa
hingar-bingar lampu malam, membentuk bayang-bayang begitu banyaknya
mungkin sedikit yang tahu, yang memperhatikan, ketika cahaya menelan tiap bayang diri kita!
satu detik berlalu
baru saja kutemukan
dan aku lupa ingatan
-Shinohanna-

Sayembara Februari 2017 – Puisi: Lembar Ingatan

Lembar Ingatan
Rinduku pada tiap detik kita jumpa dan latihan senja hingga malam tiba.
Ketika lainnya terlelap dalam seribu satu mimpi.
Entah aku yang tak bisa tidur atau hanya hendak mendengar secuil tawa darimu.
Tangismu dengan tiap kesalahan yang kita buat bersama.
Kesalmu ketika satu bar pun tak dapat kita temu.
Malam ini hujan, tak begitu deras. Hanya saja suaranya mampu mengisi keheningan tengah malam.
Aku matikan lampu, berharap cahaya takkan bisa menggangguku menikmati rindu.
Baru saja aku bersajak, tapi agaknya para pencinta hujan tak mau ketinggalan.
Kudengar, satu dua dari mereka bernyanyi, lalu serempak mereka mulai mengisi suara musik hujan malam ini.
Masih kudengarkan lagu Gending kita
Nyawa dan suara di setiap baris birama
Aku ingat untuk mendapatkan nadinya Ketika split dan tempo tak karuan
Terdengar teriakan:
 “Beat satu batt!”
Yah, akhirnya kantukku mulai mengetuk.
Lewat sebuah pintu yang sudah tersedia untuk dijelajahi, jadi cukup sampai di sini.
Rinduku dan secangkir kopi tak lagi bersamaku.
-Shinohanna-