Sayembara Juni 2017 – Kita, Saling Meracuni

Suatu saat nanti, kuharap kita bisa berhenti untuk saling meracuni. Tentang hal-hal yang aku dan kau saling pelihara dalam sembunyi, tentang sesuatu yang susah payah kita simpan selama ini.
Kita tak akan pernah saling menaklukkan. Kita tak akan tega melakukannya, bukan? Tapi laiknya kita tahu, kita selama ini terlalu lama bercanda dengan segala kemungkinan, berharap bahwa kedekatan ini hanyalah lelucon yang pada akhir kisahnya dapat ditertawakan.
Tidak, kubilang. Bila terus begini, bisa jadi salah satu diantara kita akan jadi korban. Akan datang ombak yang meluluh-lantakkan seluruh batu karang, yang selama ini kita selalu banggakan sebagai pertahanan terbaik sepanjang jaman. Terjebaklah sudah nantinya kita pada ruang hampa, begitu sulit mendefinisikan rasa yang datang ini apa dan bagaimana seharusnya. Bahkan, kita akan repot untuk memikirkan segala langkah di depan nantinya.
Kita yang sama-sama lalai. Kedekatan akan semakin melonggarkan jarak yang teruntai. Bahwa, nanti di depan akan datang badai yang akan menghapuskan seluruh kesombongan dan keengganan kita untuk saling mengakui perasaan. Tapi aku sendiri belum siap untuk jatuh cinta lagi, begitupun denganmu kan?
Lalu sampai berapa lama lagi kita akan menyembunyikan perasaan ini? Aku merasa jujur bahwa kedekatan ini meracuniku, tapi aku harus bagaimana lagi? Bisa jadi sebab kedatanganku bisa membuat kau terluka pada akhirnya, tapi apa dayaku untuk membendungnya?
Teruslah begini, sampai kita sadar bahwa kita sudah terlalu lama untuk saling meracuni.

“MIND BLOWING” MARCHING BAND COVER SONGS

Seperti dilansir RollingStone.com, beberapa lagu yang dimainkan oleh tim marching band luar negeri ini memang memberikan kesan yang kuat. Terutama jika lagu tersebut adalah lagu pop yang sedang hits di dunia. Berikut beberapa tim yang sukses membuat penonton terpana dengan penampilan musik dan visual mereka:

  • University of California – Call Me Maybe, Carly Rae Jepsen

Saat dirilis pada Februari 2012, “Call Me Maybe” sukses menarik perhatian dunia. Dibuktikan dengan jumlah siaran dan download di radio, televisi, iPod, dan iTunes. Begitu musik yang terasa tidak asing dimulai, penonton mulai meninggikan ekspektasi. Memang, jika sudah termasuk dalam musik masa kini, respon penonton akan lebih besar.

  • Ohio University – Gangnam Style, PSY

“Gangnam Style” adalah lagu Korea pertama yang masuk ke dalam Billboard Music Award 2013. Lagu yang unik dan adiktif ini merasuki banyak pecinta musik di dunia. Dapat dibuktikan dengan nominasinya di People’s Choice Award, Kids’ Choice Award, World Music Award, hingga Youtube Music Award pada 2013. Tidak heran jika acara musik seperti “Glee” hingga marching band dari Ohio University menampilkan lagu tersebut.

  • University of Michigan – Beyonce Medley

Beyonce sang Queen B memang tidak dapat dilupakan. Tidak heran jika ada tim dari Michigan yang melakukan medley dari lagu-lagu Beyonce. Kepuasan penonton terpenuhi dengan medley, karena satu lagu Beyonce memang tidak akan cukup.

 

source: http://www.rollingstone.com/music/news/10-mind-blowing-college-marching-band-cover-songs-20130917

Menjadi Alumni

Setiap unit mempunyai ciri khas sendiri untuk merayakan wisuda anggotanya. MB UNS misalnya, jika tidak ada halangan karantina atau kuliah, MB UNS biasa memainkan Congratulations di hari wisuda sebelum anggota tersebut dilantik menjadi Purna Bakti.

 

 

 

Setelah beberapa tahun mengabdi kepada unit marching band kesayangan kita, wisuda tidak membuat cinta kita berkurang. Sebagai Purna Bakti atau Alumni, kita wajib memantau perkembangan adik-adik kita dan membantu jikalau terdapat kesulitan. Evaluasi juga dibutuhkan untuk membangun organisasi yang lebih baik. Untuk itu, komunikasi yang terjalin antara anggota dan alumni harus terjaga. Sebagai anggota wajib menghormati dan mengenal alumni, serta alumni wajib mengetahui perkembangan dan kegiatan anggota.

Jogja Marching Day 2017

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA, 21 Mei 2017, Jogja Marching Day (JMD) 2017 dilaksanakan selama dua hari di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada 20-21 Mei 2017. JMD adalah acara tahunan yang diadakan oleh Keluarga Besar Marching Band Yogyakarta (KBMBY) dimana marching band se-Pulau Jawa dan sekitarnya berkumpul dan bermain bersama. Di tahun 2017 ini, JMD 2017 mengambil tema “Derap Pemuda Bersama Bangkit Berkarya” karena JMD kali ini dilaksanakan bertepatan pada Hari Kebangkitan Nasional. Antusias peserta JMD 2017 terbilang meningkat karena pemberi materi merupakan tokoh senior yang dihormati di dunia marching band Indonesia, seperti Fajri Maulan Furqon untuk Brass, I Nyoman Trieswara Minartha untuk Pit Instrument, Fisabil Mahardika Putra untuk Battery, dan Arinto Prihat Moko untuk Color Guard.

 

 

 

 

 

 

Rangkaian acara JMD yang padat penuh manfaat sangat tidak membuang waktu. Mulai dari coaching clinic dari pemberi materi terbaik, kemudian transfer materi show untuk lagu kedua. Malam hari digunakan untuk acara hiburan untuk mengakrabkan diri dengan peserta dari unit lain sehingga bisa mengenal satu sama lain. Di hari kedua, setelah melakukan peregangan, acara dilanjut dengan memberi materi untuk lagu pertama. Kemudian di sore hari acara ditutup dengan penampilan show dua lagu tersebut.

 

 

Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami, semoga kami dapat lebih membanggakan almamater UNS tercinta. Terima kasih pula untuk semua anggota dan player yang sudah berkonstibusi dalam acara ini.

Do the Best, Be the Best, God Takes the Rest. UNS Jaya!!!

Kembali ke chart- (Display)!

Sebagai pemain marching band, pasti tau dong display itu apa. Display adalah visual, visual is king (kalo menurut beberapa pelatih drill and display). Display atau field show menurut wikipedia adalah kumpulan formasi berupa gambar, bentuk, garis, atau abstrak dengan setiap pemain memiliki posisi  tetap masing-masing yang diilustrasikan oleh drill book atau drill chart.

Saat latihan, pelatih tidak bosan-bosan untuk mengulang kembali setiap chart dan merapikan setiap bentuk. Mengapa? Karena display adalah visual dan visual never lies. Visual yang salah akan dapat mudah terlihat. Oleh karena itu, pemain visual seperti color guard adalah pemain tersulit karena satu kesalahan kecil saja bisa langsung dipastikan. Selain pemain color guard, para pemain musik juga mendapatkan beberapa koreo di lapangan untuk menambah efek visual yang ada, sehingga semua pemain adalah pemain visual yang harus memainkan perannya dengan sempurna.