Kita, Saling Meracuni

Suatu saat nanti, kuharap kita bisa berhenti untuk saling meracuni. Tentang hal-hal yang aku dan kau saling pelihara dalam sembunyi, tentang sesuatu yang susah payah kita simpan selama ini.
Kita tak akan pernah saling menaklukkan. Kita tak akan tega melakukannya, bukan? Tapi laiknya kita tahu, kita selama ini terlalu lama bercanda dengan segala kemungkinan, berharap bahwa kedekatan ini hanyalah lelucon yang pada akhir kisahnya dapat ditertawakan.
Tidak, kubilang. Bila terus begini, bisa jadi salah satu diantara kita akan jadi korban. Akan datang ombak yang meluluh-lantakkan seluruh batu karang, yang selama ini kita selalu banggakan sebagai pertahanan terbaik sepanjang jaman. Terjebaklah sudah nantinya kita pada ruang hampa, begitu sulit mendefinisikan rasa yang datang ini apa dan bagaimana seharusnya. Bahkan, kita akan repot untuk memikirkan segala langkah di depan nantinya.
Kita yang sama-sama lalai. Kedekatan akan semakin melonggarkan jarak yang teruntai. Bahwa, nanti di depan akan datang badai yang akan menghapuskan seluruh kesombongan dan keengganan kita untuk saling mengakui perasaan. Tapi aku sendiri belum siap untuk jatuh cinta lagi, begitupun denganmu kan?
Lalu sampai berapa lama lagi kita akan menyembunyikan perasaan ini? Aku merasa jujur bahwa kedekatan ini meracuniku, tapi aku harus bagaimana lagi? Bisa jadi sebab kedatanganku bisa membuat kau terluka pada akhirnya, tapi apa dayaku untuk membendungnya?
Teruslah begini, sampai kita sadar bahwa kita sudah terlalu lama untuk saling meracuni.

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *