Setelah Tahu 3 Hal Ini, Apa Kamu Masih Mau Ngeremehin Anak Marching Band?

Apa sih yang terlintas di benak kalian saat mendengar kata Marching Band? Pasti sebagian dari kalian akan menjawab, “Marching Band? Oh, Drum Band ya.. ya.. ya.. tahu lah tahu.” Sebelum memasuki kehidupan anak-anak Marching Band, baiknya kita cari tahu dulu dimana letak perbedaan Marching Band dan Drum Band.

Kebanyakan orang salah mengartikan dan tidak tahu dimana letak perbedaan Marching Band dan Drum Band, padahal dari nama saja keduanya sudah berbeda. Marching Band yang dalam bahasa Indonesia bernama Orkes Barisan adalah sekelompok barisan orang yang memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik (tiup, perkusi, dan sejumlah instrumen pit) secara bersama-sama disertai dengan gerakan yang dinamis. Sedangkan Drum Band adalah suatu kelompok orkes barisan musik yang lebih banyak memainkan perkusi atau alat musik pukul seperti snare drum, tenor drum, bass drum, toms, bellyra, dan cymball.

Setelah tahu letak perbedaan keduanya, mari kita cari tahu bagaimana sih sebenarnya kehidupan anak-anak Marching Band yang kebanyakan orang bilang ‘cupu’ karena hampir setiap hari dan hingga larut malam mereka masih saja latihan Marching Band. Walaupun terkagum-kagum dengan penampilan spektakuler yang memadukan aspek musik, baris-berbaris, serta tari-tarian ternyata masih banyak yang tidak mengerti dimana letak ‘keindahan’ Marching Band.

Lika-liku kehidupan yang penuh dengan cucuran keringat sekaligus kebanggaan ini mungkin hanya dimengerti anak-anak Marching Band. Banyak yang tidak tahu sebenarnya menjadi anak Marching Band justru memberikanmu banyak pelajaran dan mengajarimu cara agar tetap bisa survive dalam hidup. Untuk kalian yang masih sering ngeremehin anak Marching Band, semoga tiga hal di bawah ini bisa merubah pikiranmu tentang anak Marching Band.

Mudah Beradaptasi

Anak MB seringkali dipaksa untuk berteman dengan keadaan. Terik matahari dan hujan badai pun dapat dilalui anak MB dengan mudah. Latihan di manapun tidak pernah jadi masalah. Apalagi kalau sedang camp, tidur dengan alas apapun rasanya tidur mereka akan tetap nyenyak. Bahkan sebagian besar dari mereka yang biasa sakit-sakitan, setelah ikut MB kekuatan fisiknya semakin kokoh dan jadi tidak mudah sakit.

Punya Fisik dan Mental yang Tahan Banting

Seringkali dimarah-marahi pelatih bahkan tidak jarang dengan kata-kata kasar yang cukup membuat mental turun dan membuat rendah diri. Tetapi itu tidak lantas menjadi beban mental hari-hari ke depan, justru omelan-omelan pelatih membuat anak-anak MB semakin giat berlatih agar permainan dan penampilan mereka sampai di tingkat sempurna. Selain itu, anak-anak MB juga punya fisik yang bisa dibilang ‘juara’. Gimana enggak? Dari pagi sampai pagi lagi kerjaannya di lapangan terus latihan, latihan, latihan bahkan terik matahari yang sungguh menyengat dilawan tanpa peduli kulit menghitam!

Berloyalitas Tinggi

Anak-anak MB dikenal sebagai orang-orang yang sangat loyal dengan unit MB nya. Bagaimana tidak? Sudah terkena panas, hujan badai, diteriaki pelatih, beratnya latihan fisik, susahnya meniup, memukul, ataupun melakukan gerakan, hingga seringkali dipaksa untuk begadang demi latihan, tetapi masih saja mereka menjalankan itu. Semua ini demi penampilan terbaik pagelaran MB, mereka tidak mudah mundur, akan selalu berjuang. Marching forever lah!

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *