Drum Battle

Dalam kejuaraan marching band, pasti tidak asing mendengar cabang perlombaan drum battle. Drum battle atau percussion battle adalah pertarungan antara dua tim drum line yang mengadu antara musik ritmis disertai visualisasi dan display. Setiap battle terdapat dua babak yang akan dinilai langsung oleh juri. Masing-masing tim mendapat kesempatan memainkan satu lagu di setiap babak dengan durasi tidak lebih dari dua menit.

Drum battle ada di hampir setiap kejuaraan marching band yang diadakan. Di Indonesia misalnya, drum battle diadakan oleh Grand Prix Marching Band (GPMB), Indonesia Drum Corps Championship (IDCC), Bandung Marching Band Competition (BMBC), Hamengkubuwono Cup (HB Cup), dan masih banyak lagi. Tim peserta drum battle juga tidak bisa dibilang sedikit. Menurut Doni Saputra, Pelatih Marching Band Bahana Putra Soedirman yang Oktober lalu mengikuti drum battle BMBC 2018, visual dari battle itulah yang menarik dan menantang. Karena battle atau “pertarungan” maka setiap tim memiliki kesempatan untuk mengintimidasi lawannya dalam batas-batas yang wajar. Kreativitas dalam bervisual dengan tingkat kesulitan musik yang tinggi menjadi faktor penentu kemenangan.

Peraturan dalam drum battle tidak selalu sama. Menurut Doni, setiap kejuaraan memiliki aturan sendiri, seperti BMBC yang tidak memperbolehkan penggunaan alat musik yang statis, dan jumlah pemain antara 10-30 orang. Namun peraturan-peraturan umum yang harus diikuti seperti tidak boleh bervisual di luar batas lapangan, durasi tidak lebih dari dua menit, tidak boleh menggunakan senjata tajam dan bahan-bahan yang mudah terbakar ada di setiap kejuaraan dan wajib dipatuhi setiap tim.