Marching Band Kampus: Dilema Mahasiswa Pemain Marching Band

Menjadi mahasiswa sekaligus pemain marching band mungkin menjadi hal menyenangkan, karena mereka bisa melepaskan penat sejenak setelah seharian berkutat dengan materi perkuliahan di kelas dengan ikut latihan marching band. Namun bisa juga sumber dilemma bagi mereka. Karena bingung mana yang harus didahulukan, kuliah atau marching band. Latihan yang hampir setiap hari membuat pemain harus melupakan sejenak tugas-tugas kuliah agar fokus pada latihan.

Situasi seperti itu menuntut pemain untuk mampu membagi waktu karena jika tidak, salah satunya akan terhambat atau bahkan dua-duanya. Kuliah adalah hal utama yang tidak dapat diganggu gugat ketika latihan berlangsung pada waktu yang bersamaan. Yang menjadi masalah adalah tugas-tugas kuliah yang seakan tidak ada habisnya. Selalu saja ada. Hal tersebut terkadang membuat pemain mengalami dilema, jika tugas tak segera diselesaikan, pasti keteteran. Tapi kalau tidak berangkat latihan, pasti banyak materi yang terlewat dan akan membuatnya kewalahan mengejar materi karena materi yang sulit.

Fokus utama mahasiswa memang menuntut ilmu, tapi jika ia memutuskan untuk menceburkan diri di dunia marching band maka ia harus konsekuen dengan pilihannya. Kuliah adalah tanggungjawab kepada diri sendiri dan orang tua, tapi marching band juga membutuhkan konsistensi dan keseriusan. Keduanya harus berjalan beriringan agar tidak berbenturan. Oleh karena itu mahasiwa yang memutuskan untuk terjun di dunia marching band harus pandai untuk mengatur waktu agar dapat menjalani kedua aktivitas tersebut dengan baik. Kuliah oke, latihan juga oke. (hafid)

IMG_9261

 

 

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *