MB UNS: Tak Melulu Musik

 

Bagi mahasiswa UNS pasti sudah tidak asing dengan UKM Marching Band Sebelas Maret (MB UNS). Bagaimana tidak, penampilan MB UNS adalah salah satu yang wajib setiap kali upacara Pelantikan Mahasiswa Baru (PMB), upacara Dies Natalis, maupun upacara peringatan HUT RI di halaman Gedung Rektorat dr. Prakosa. Penampilan MB UNS selalu mampu menarik perhatian penontonnya melalui alunan musik dan penampilan visual mereka yang khas dengan warna biru itu. Tidak heran jika stand mereka di EXPO UKM UNS setiap tahunnya selalu dipenuhi oleh mahasiswa baru yang berminat untuk menjadi anggota MB UNS.

Foto bersama setelah pentas Pelantikan Mahasiswa Baru (PMB) 2015.

 

Dari Drumband ke Marching Band

Pada mulanya, unit yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-27 pada 11 Maret 2015 yang lalu ini, menggunakan format drum band, yakni komposisi alat perkusi yang lebih banyak daripada alat non-perkusi. Baru pada awal tahun 2000-an, MB UNS berganti format menjadi marching band dengan menambah komposisi alat non-perkusi sehingga seimbang dengan alat perkusi.

Sejak perubahan format itu, MB UNS mulai menelurkan berbagai prestasi di ajang kompetisi marching band yang bertaraf nasional seperti Grand Prix Marching Band (GPMB) hingga yang berkelas intenasional, seperti Bandung Marching Band Championship (BMBC).

 

UKM Paling Berisik

Begitulah kesan para penghuni Gedung Porsima dan Grha UKM UNS mengenai MB UNS. Bagaimana tidak, mereka harus merelakan agenda rapat kegiatan mereka terganggu oleh kegaduhan yang diciptakan oleh pemain MB UNS yang tengah berlatih di halaman Porsima. Apalagi menjelang pentas atau kejuaraan, latihan MB UNS seakan-akan tidak kenal waktu, karena kerap mengadakan latihan dari pagi hingga tengah malam, bahkan dini hari.

Latihan yang cukup menyita pikiran dan fisik seperti itu  bukanlah halangan bagi pemain MB UNS untuk berjuang mengharumkan almamater tercinta, UNS. Meskipun mereka harus berpanas-panasan atau merasakan dingin ketika berlatih hingga dini hari, namun semangat mereka masih terlihat ketika meneriakkan yel-yel kebanggaan mereka dengan suara lantang. “Do the best! Be the best! God takes the rest!! UNS Jaya!!” Sepenggal kalimat sederhana itulah yang selalu menjadi motivasi bagi para pemain untuk berusaha yang melakukan yang terbaik dan dan menyerahkan hasil akhir kepada Tuhan.

12108206_10205158003176161_280881017731665267_n
Battery! Beat with us!!

 

Usaha dan kerja keras para pemain selama ini pun tidak sia-sia ketika MB UNS berhasil menyabet berbagai prestasi dalam ajang kejuaraan yang baru saja mereka ikuti, yakni Bandung Marching Band Championship V 2014. Tidak tanFoto bersama setelah penampilan tidak pernah terlewatkan.ggung-tanggung, enam piala berhasil mereka bawa pulang dari kompetisi tahunan tersebut. Bahkan dalam mata lomba Marching Percussion Contest, tim perkusi MB UNS mampu membawa pulang piala bergilir dari Gubernur Jawa Barat untuk kedua kalinya secara berturut-turut

 

Tak Sekadar Bermain Musik

UKM yang satu ini memang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan bermusik. Tapi jangan salah, mereka tidak asal lho, ketika bermain musik. Marching band terkenal ketat dengan berbagai macam aturan ketika latihan. Begitu juga dengan MB UNS. Saat latihan, jangan sekali-kali datang terlambat tanpa konfirmasi atau teman-teman kalian yang akan mendapat hukuman push-up atau lari keliling halaman gedung Porsima. Peraturan semacam itu membuat para pemain akan berpikir untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi.

11828628_10204758138939805_7242813967073000727_n
Funday, salah satu cara untuk refreshing setelah latihan yang cukup menguras pikiran.

MB UNS mengajarkan anggotanya untuk memiliki sikap disiplin dalam berbagai hal. Dengan kedisiplinan yang tinggi, mereka akan lebih mudah dalam membagi waktu antara latihan dan kegiatan yang lain di luar marching band. Apalagi sebagai unit kampus yang pemainnya sebagian besar adalah mahasiswa UNS yang memiliki segudang kegiatan selain marching band. Mereka kerap dihadapkan pada jadwal kuliah yang padat dan latihan regular yang cukup menyita waktu. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain MB UNS untuk  membagi waktu mereka antara kuliah dan latihan. Kuliah oke, latihan ayo.

Marching band juga mengajarkan anggotanya untuk selalu bertanggung jawab. Mulai dari yang kecil seperti tanggung jawab terhadap alat masing-masing hingga tanggung jawab untuk mengantarkan  MB UNS menjadi unit yang mampu bersaing dengan unit-unit lain di tingkat nasional maupun internasional.

Perlu tim yang solid dan kompakdalam bekerja sama untuk memikul tanggungjawab yang cukup besar itu. Maka tidak heran, rasa kekeluargaan yang terjalin antar pemain MB UNS sangat erat. Gedung Porsima UNS, atau yang lebih akrab dengan sebutan “gudang” oleh anak-anak MB UNS, telah menjadi rumah kedua bagi para anggota MB UNS. Rasa kekeluargaan seperti itulah yang diperlukan sebuah tim untuk menciptakan suasana yang harmonis agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan, yakni menjadi unit yang disegani di tingkat nasional maupun internasional. (hafid)

Latal MB UNS 2015
Latal MB UNS 2015

 

 

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *