PROSESI SAKRAL DI MARCHING BAND SEBELAS MARET

gmbr

Upacara umum adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh banyak orang untuk memperingati sesuatu atau karena diadakan acara tertentu. Contoh : Upacara peringatan HUT kemerdekaan Republik Indonesia, Upacara hari ibu, Upacara serah terima jabatan, dan lain sebagainya. Upacara khusus adalah upacara yang dilaksanakan secara khusus tanpa membutuhkan kehadiran pejabat dan memiliki tata urutan upacara yang tidak harus lengkap. Contoh : kegiatan apel, laporan serah terima jabatan, dll. Jadi apel adalah termasuk dalam upacara khusus.

Di setiap unit Marching Band pasti memiliki prosesi apel yang berbeda-beda. Apel umumnya dilakukan saat awal sebelum memulai latihan dan saat akhir setelah latihan. Marching Band Sebelas Maret juga memiliki proses apel tersendiri. Dimulai dari teknis apel yaitu pembina apel diambil alih oleh danlat (komandan latihan) atau apabila danlat sedang berhalangan bisa digantikan oleh staff teknis, atau oleh staff kepelatihan, dan yang terakhir oleh kepala bidang teknis.

Kemudian mengenai barisan apel, di depan peserta apel adalah barisan pelatih dan danlat. Peserta apel (player) berbaris sesuai dengan section masing-masing. Barisan di hadapan pelatih adalah barisan section brass. Barisan di sebelah kiri pelatih adalah barisan section perkusi (pit instrumen dan battery). Barisan di kanan pelatih adalah section color guard. Setiap barisan section pasti ada seorang danton (komandan pleton) yang berperan untuk mengatur barisannya.Pemimpin apel biasanya bergantian dan perwakilan di setiap section. Seluruh player memiliki kewajiban untuk menjadi pemimpin apel. Barisan apel seperti ini disebut apel besar, sedangkan pada apel kecil hanya terdiri dari dua barisan, yaitu barisan pelatih dan danlat yang berhadapan langsung dengan player. Apel kecil biasanya dilakukan saat pertengahan latihan, yaitu saat jam ishoma.

Pada umumnya Apel/upacara merupakan bagian dari interaksi edukatif dan instrument yang cukup untuk megembangkan nilai-nilai tertentu serta upaya mengaktualkan potensi-potensi, misalnya melatih kepemimpinan tiap individu, tertib sosial normatif imperatif, rasa percaya diri, kebersamaan / esprit de corps, dan tanggungjawab. Mengapa dalam marching band sebelas maret apel merupakan hal yang sakral ? Karena dari apel tersebut seluruh informasi latihan disampaikan. Dalam penyampaian informasi seluruh peserta apel harus memperhatikan secara seksama.

 

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *