Lembar Ingatan

Lembar Ingatan
Rinduku pada tiap detik kita jumpa dan latihan senja hingga malam tiba.
Ketika lainnya terlelap dalam seribu satu mimpi.
Entah aku yang tak bisa tidur atau hanya hendak mendengar secuil tawa darimu.
Tangismu dengan tiap kesalahan yang kita buat bersama.
Kesalmu ketika satu bar pun tak dapat kita temu.
Malam ini hujan, tak begitu deras. Hanya saja suaranya mampu mengisi keheningan tengah malam.
Aku matikan lampu, berharap cahaya takkan bisa menggangguku menikmati rindu.
Baru saja aku bersajak, tapi agaknya para pencinta hujan tak mau ketinggalan.
Kudengar, satu dua dari mereka bernyanyi, lalu serempak mereka mulai mengisi suara musik hujan malam ini.
Masih kudengarkan lagu Gending kita
Nyawa dan suara di setiap baris birama
Aku ingat untuk mendapatkan nadinya Ketika split dan tempo tak karuan
Terdengar teriakan:
 “Beat satu batt!”
Yah, akhirnya kantukku mulai mengetuk.
Lewat sebuah pintu yang sudah tersedia untuk dijelajahi, jadi cukup sampai di sini.
Rinduku dan secangkir kopi tak lagi bersamaku.
-Shinohanna-

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *