SEMUA TENTANG MARCHING BAND

Ada yang bilang, cikal bakal marching band adalah dari kelompok drum band yang dibuat dengan tujuan mengumpulkan masa. Tapi lama kelamaan fungsi drum band bergeser kearah menghibur karena aspek musikalitasnya yang menonjol, dari sinilah marching band muncul.

Band militer yang isinya cowok-cowok semua dengan tujuan mengatur langkah pasukan biar rapih dalam barisan, ternyata jadi awal terbentuknya marching band. Marching band berkembang setelah perang dunia ke 2, dimana para veteran perang membuat corps musik memainkan lagu-lagu mars nostalgia PD 2 sambil berparade keliling kota diacara-acara perayaan.

Cukup simple mendeskripsikan marching band. Sebut saja suatu grup yang terdiri dari sejumlah orang yang memainkan alat-alat musik sambil melakukan banyak gerakan (umumnya baris berbaris) dan punya para pendukung (diluar pemain musik) seperti pembawa bendera atau penari.

Drum band atau drum and buggles corps tidak sama dengan marching band. Perbedaannya adalah dalam segi komposisi musik.marching band sangat mementingkan segi kualitas musikalitasnya, lebih dari segi baris berbaris. Sedang kan drumband lebih cenderung memilih mars sebagai komposisi lagu dibandingkan kualitas musik dan baris-berbaris.

Elemen lain yang membedakan drumband dan marching band, komposisi alat musiknya. Marching band mempunyai komposisi alat tiup lengkap dari logam dan kayu. Sedangkan alat tiup drumband hanya berupa trompet, mellophone dan trombhone sisanya memakai pianika atau recorder.

Fifes dan drum merupakan alat wajib dalam marching band milik tentara amerika serikat selama periode perang revolusi.pada perang sipil, drum and buggles (trompet) yang harus ada. Sedang kan pada perang dunia 1 dan 2 dominan dengan alat musik tiup dan perkusi. Kalau di KANADA atau SCHOTLANDIA baktive alat musik tradisional schotlandia wajib ada.

Grand Prix Marching Band (GPMB) merupakan kejuaraan rutin bergengsi milik para insan yang terjun di dunia marching band Indonesia. Kejuaraan ini yang diadakan secara nasional dan biasa digelar pada akhir tahun dan diikuti oleh hampir seluruh unit marching band yang ada di Indonesia.

Hamengkubuwono marching band champion ship di Yogyakarta juga merupakan salah satu ajang kompetisi marching band bergengsi di Indonesia. Konon, piala yang diperebutkan sifatnya sakral dan khusus dari Sri Sultan Hamengkubuwono sendiri. Piala dilapisi emas, perak, dan perunggu. Merupkan lambang mahkota kerajaan Ngayogyakarta.

Instrumen dalam marchingband sangat membantu latihan baris berbaris dalam militer. Melalui hentakan alat musik, tentara yang ribuan sekalipun bisa diatur dibawah satu komando, secara serempak, teratur dan tidak saling injak satu sama lain.

Jika instrument marching band tidak ada biasanya para tentara menggunakan kata kata untuk mengatur langkah pasukan sebagai gantinya. Tapi cara demikian mempunyai kelemahan karena hanya bersandar pada suara manusia. Sedangkan kalau pake drum atau alat musik lain, lebih efektif karena volume beat dari alat musik bisa menjangkau secara luas.

PEMBAGIAN DIVISI YANG ADA DIDALAM MARHING BAND/ DRUM CORPS

1. DIVISI PERCUSSION BATTREY

  • Snare drum
  • Quint Tom
  • Bass drum
  • Hand Cymbal

2. DIVISI PIT INSTRUMENT (PERCUSSION IN TONE)

  • Marching bells
  • Xylophone
  • Vibraphone
  • Marimba
  • Timpani
  • Chimes
  • Orchestra Cymbal
  • Grand Casa
  • Asesoris lainnya

3. DIVISI BRASS

  • Trumpet
  • Flugel horn
  • Melophone/Frenc Horn
  • Baritone
  • Euphonium
  • Tuba Contra tuba

4. COLOUR GUARD

  • Bendera/Flag standart
  • Big Flag
  • Flag Angel
  • Rifel/senapan
  • Sabre/pedang
  • Air Blade

 

JENIS-JENIS PENGELOMPOKKAN ALAT MARCHING BAND

Instrumen yang digunakan dalam penampilan marching band umumnya dapat dikelompokkan pada beberapa kategori menurut jenis dan cara memainkan alat marching band. Pengelompokkan alat marching ini secara tidak langsung pula mempengaruhi struktur organisasional kepelatihan yang umumnya dispesifikasikan menurut kategori-kategori alat drum band tersebut, masing-masing kategori alat band memiliki pelatih tersendiri. Selain kepelatihan, pengelompokkan alat drum ini umumnya berpengaruh pula pada perilaku sosial para pemain marching drum band yang terlibat dengan menciptakan kelas-kelas social drum band non-formal yang membentuk kebanggaan kelompok.

Instrumen musik tiup
Pada mulanya ragam instrumen musik tiup yang digunakan dalam marching band identik dengan yang digunakan drum band. Namun pada perkembangannya, beberapa jenis instrumen musik tiup seperti cornet, clarinet, flugelhorn, saksofon (termasuk di dalamnya sofrano, alto, dan tenor), trombone, sousaphone, dan flute yang jamak digunakan alat drum band sudah ditinggalkan. Umumnya instrumen musik tiup yang digunakan dalam permainan marching drum band menggunakan nada dasar B? atau F. Jenis instrumen itu antara lain terompet, french horn, mellophone, tenor horn, baritone, euphonium, contra bass / tuba.

Instrumen musik perkusi
Instrumen musik perkusi dalam kelompok ini merupakan jenis instrumen bergerak yang dibawa oleh pemain dan dimainkan dalam barisan seperti halnya instrumen musik tiup. Seksi yang memainkan instrumen musik perkusi sambil berjalan disebut juga sebagai drumline atau battery. Ragam instrumen musik perkusi yang digunakan alat marching umumnya lebih sedikit dari yang digunakan pada permainan alat marching band. Contoh instrumen ini antara lain snare drum, drum tenor / quint, drum bass, simbal.

Instrumen pit (statis)
Instrumen pit pada dasarnya merupakan instrumen musik perkusi yang bernada. Pada penampilan alat band umumnya jenis instrumen ini bersifat statis, pemainnya tidak ikut dalam barisan seperti kelompok instrumen lainnya melainkan memainkannya di bagian depan lapangan yang digunakan dalam penampilan. Ragam jenis instrumen yang digunakan alat drum band umumnya lebih bervariatif dibandingkan drum band. Beberapa grup marching band bahkan terkadang merakit sendiri instrumen pit untuk menghasilkan suara-suara unik dalam musik yang dimainkan. Jenis instrumen ini antara lain xylophone, vibraphone, marimba, simbal, gong Cina, timpani, drum bass konser, tubular bell.

 1. Instrumen Musik Perkusi
Instrumen musik perkusi marching band atau disebut sebagai Marching percussion merupakan instrumen-instrumen musik perkusi yang didisain untuk dimainkan sambil berjalan dengan meletakkan drum pada alat pengait khusus (disebut dengan carrier) yang dikenakan oleh drummer. Drum-drum tersebut didisain dan disetem dengan artikulasi maksimum dan dilengkapi proyeksi suara karena aktivitas penggunaan yang umumnya di lapangan terbuka ataupun ruang tertutup yang luas. Instrumen ini biasanya digunakan oleh grup marching band. Ensembel marching percussion sering pula disebut sebagai drumline atau battery. Tingkat kemampuan sebuah drumline tidak hanya bermain dengan baik, namun juga harus mampu untuk bermain dengan baik dalam tempo cepat ataupun lambat.

  • Snare drum


Ukuran marching snare drum biasanya lebih dalam dari ukuran yang biasanya digunakan pada orkestra atau drumkit. Hal ini membuat suara yang dihasilkan menjadi lebih keras, sesuai dengan kebutuhannya untuk penggunaan di lapangan terbuka. Ukuran standar (diameter x kedalaman) adalah 13×11 dan 14×12 inci dengan berat antara 16-45 lb. Ukuran yang lebih kecil (13×9) akhir-akhir ini menjadi populer digunakan untuk kebutuhan penggunaan di lapangan tertutup. Snare drum “high tension” modern dikembangkan sebagai jawaban atas tensi membran yang lebih tinggi yang dimungkinkan karena pemanfaatan serat fiber, atau kevlar. Drum tensi tinggi pertama kali dikembangkan oleh Legato di Australia, dan menjadi lebih sempurna saat mulai digunakan pada marching band.

  • Drum tenor


Marching band modern umumnya menggunakan multi-tenor, yang terdiri atas beberapa tom-tom yang dimainkan oleh seorang drummer. Bagian bawah drum biasanya terbuka dan dipotong menyiku untuk memproyeksikan suara ke arah depan. membran head menggunakan double-ply PET film untuk meningkatkan kualitas proyeksi suara. Alat ini umumnya dimainkan dengan menggunakan malet yang terbuat dari kayu atau aluminimum dengan ujung berbentuk bundar terbuat dari nilon. Teknik permainan tenor drum umumnya berbeda dengan teknik yang digunakan untuk bermain snare drum, lebih mirip seperti bermain timpani karena membran dipukul biasanya lebih dekat pada sisi-sisinya dibandingkan bagian di tengah membran. Bentuk pukulan seperti ini menghasilkan suara yang lebih nyaring. Drum tenor umumnya terdiri dari tom-tom berukuran 10, 12,13, dan 14 inci yang diatur membentuk busar, seringkali dengan tambahan satu atau dua buah tom yang lebih kecil (berukuran 6 atau 8 inci) di sisi sebelah dalam.

  • Drum bass


Ukuran drum bass yang digunakan pada ensembel perkusi modern bervariasi, dengan lebar universal 14 inci, dan diameter 14 inci dan bertambah setiap 2 inci. Membran drum biasanya terbuat dari PET film lembut berwarna putih. Tidak seperti snare drum dan drum tenor, drum bass dimainkan oleh drummer dari kedua sisinya. Umumnya sebuah drum line menggunakan 4 hingga 6 jenis drum bass dengan ukuran yang berbeda-beda, tiap satu drum bass dimainkan oleh seorang drummer

  • Simbal


Simbal dalam marching band tidak dimainkan dengan tujuan yang sama seperti orkestra. Ada perubahan pada grip simbal yang dibuat khusus untuk kebutuhan marching band. Simbal marching band biasanya terdiri atas dua keping yang terpasang pada ke dua tangan pemainnya. Untuk memainkan simbal marching band kedua kepingan itu diadu satu dengan lainnya sehingga menghasilkan suara. Jumlah pemain simbal tiap-tiap grup marching band bisa berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya.

. Instrumen PIT (Percussion In Tone)
Instrumen pit pada dasarnya merupakan instrumen musik perkusi yang bernada. Pada penampilan orkes barisan, jenis instrumen ini bersifat statis, pemainnya tidak ikut dalam barisan seperti kelompok instrumen lainnya melainkan memainkannya di bagian depan lapangan yang digunakan dalam penampilan. Ragam jenis instrumen yang digunakan orkes barisan umumnya lebih bervariatif dibandingkan drum band (orkes barisan terdahulu). Beberapa grup orkes barisan bahkan kadang-kadang merakit sendiri instrumen pit untuk menghasilkan suara-suara unik dalam musik yang dimainkan. Jenis-jenis instrumen pit yang umumnya digunakan pada penampilan orkes barisan antara lain:

  • Xylophone
  • Vibraphone
  • Marimba
  • Gong cina
  • Timpani
  • Drum bass konser
  • Tubular bell

nstrumen Bendera/Colour Guard Instrumen bendera tidak digunakan untuk bermain musik, melainkan dimanfaatkan oleh pemainnya sebagai alat bantu aksi tarian untuk menghasilkan efek-efek visual tertentu yang mendukung penampilan. Pada praktiknya, pemain instrumen ini tidak selalu menggunakan bendera sebagai aksesori, namun bisa menggunakan peralatan-peralatan lain seperti senapan kayu, selendang, panji-panji, atau bahkan sapu, tergantung pada koreografinya untuk mendukung penampilan secara keseluruhan. Namun biasanya instrumen dasar yang digunakan adalah bendera dan senapan kayu. Bentuk berndera dan aksesori nya pun bisa berbeda beda pada tiap penampilan sebuah band tersebut, karena agar menyesuaikan dengan paket pembawaan dari band tersebut. Beberapa contoh properti pada section ini adalah:


Instrumen Musik Tiup Instrumen musik tiup marching band atau lebih dikenal dengan Marching brass merupakan instrumen-instrumen musik tiup logam yang telah didisain untuk dimainkan sambil berjalan, umumnya instrumen musik tersebut digunakan dalam penampilan marching band. Perbedaan utama dengan instrumen musik tiup logam lainnya umumnya terdapat pada corong yang menghadap ke depan (bell-front), menggunakan sistem katup (antara tiga hingga empat katup), dan artikulasi yang dirancang untuk penampilan di lapangan terbuka (outdoor). Corong yang menghadap ke muka berfungsi untuk membuat suara yang dihasilkan dapat terproyeksi ke arah depan sesuai dengan posisi yang umumnya dipilih oleh penonton dalam sebuah pertunjukan marching band.

  • Terompet


Terompet dalam penampilan musik marching band digunakan sebagai soprano, umumnya memainkan melodi dalam musik. Meski demikian umumnya dalam aransemen musik marching band fungsionalitas soprano dibagi menjadi dua atau tiga kelompok untuk memainkan nada yang berbeda (biasanya mengisi rentang suara sopran, dan mezzo-sopran). Di Indonesia umumnya grup-grup marching band menggunakan terompet bernada dasar B♭, namun terdapat pula grup-grup marching band yang menggunakan terompet bernada dasar G.

  • Mellophone


Mellophone merupakan instrumen musik tiup yang ditujukan sebagai pengisi suara alto-soprano. Penggunaan mellophone dalam marching band umumnya lebih diminati karena suara dan intonasi yang dihasilkannya lebih konsisten dibandingkan instrumen musik sejenis seperti French Horn. Jenis mellphone yang paling banyak digunakan umumnya bernada dasar F, namun banyak pula ditemukan instrumen bernada dasar G. Biasanya sebuah instrumen mellophone memiliki kemampuan untuk dimainkan dengan nada dasar G ataupun F dengan mengganti panjang pipa udara yang umumnya tersedia sebagai bagian dalam kelengkapan instrumen tersebut.

  • Baritone Horn/Euphonium


Meskipun memiliki fungsi yang sama dengan instrumen yang digunakan dalam pertunjukan orkestra, bentuk baritone horn atau euphonium yang digunakan dalam penampilan marching band telah didisain secara khusus dengan corong menghadap ke muka dan umumnya telah dilengkapi dengan sistem tiga katup. Sesuai dengan namanya instrumen ini digunakan untuk mengisi suara dalam rentang nada baritone. Umumnya instrumen yang digunakan dalam penampilan marching band menggunakan nada dasar B♭.

  • Contra Bass/Tuba


Contra bass atau Tuba digunakan dalam penampilan musik marching band untuk mengisi suara dalam rentang nada bass. Perbedaan antara contra bass dan tuba terletak pada nada dasar yang digunakan pada instrumen tersebut. Jika nada dasar yang digunakan pada instrumen tersebut adalah G maka disebut dengan contra bass, sebaliknya bila menggunakan nada dasar B♭ maka dinamakan sebagai tuba. Seperti umumnya instrumen musik tiup logam yang digunakan dalam penampilan marching band, instrumen ini telah didisain pula untuk dimainkan sambil berjalan dengan corong menghadap ke depan. Namun berbeda dengan instrumen musik lainnya, karena ukurannya yang besar, untuk memainkan instrumen musik ini dilakukan dengan cara dipanggul.

 

sumber : http://duniamarchingband.blogspot.com/

12 MENIT UNTUK SELAMANYA MOVIE

zkicuw

FILM berjudul ‘12 Menit untuk Selamanya’ yang akan mulai dilakukan proses pengambilan gambar pada minggu terakhir Desember 2012, diangkat dari novel dengan judul serupa. Novel ini berkisah tentang anak-anak Marching Band PKT Bontang yang sukses tampil di sepuluh kejuaraan nasional.

Mungkin belum banyak orang yang tahu mengenai bagaimana perjuangan tim marching band PKT Bontang hingga mereka mampu meraih banyak kemenangan di ajang kejuaraan tingkat nasional.

Penulis novel “12 Menit untuk Selamanya,” Jaumil Aurora, pun berbagi cerita. Waktu 12 menit yang kemudian diangkat menjadi judul novel ternyata memiliki filosofi.

”Bagaimana perjuangan bertahun-tahun anak-anakmarching band ini bisa berangkat ke Jakarta, dipertaruhkan hanya dalam waktu 12 menit, ketika mereka mengikuti kejuaraan,” kata Aumil Aurora dalam jumpa pers di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (21/12).

Bagi Hanny Saputra, sutradara film “12 Menit untuk Selamanya,” adalah kehormatan yang besar ketika dirinya dipercaya menggarap film ini.

Film ini, menurut Hanny, mengandung makna yang dalam serta inspiratif. “12 Menit untuk Selamanya” menyajikan banyak pembelajaran positif untuk masyarakat, khususnya kalangan remaja.

“Ini sesuatu yang luar biasa. Saya melihat semua komposisi dalam marching band bagus. Apalagi saat datang ke Bontang, suasana di sana sangat luar biasa.”

Permainan marching band anak-anak Bontang menyajikan kolaborasi antara intelektualitas dan kerja tim. Selain itu, juga mengandung nilai kedisiplinan yang tinggi.

“Gerakannya tiba-tiba menjadi sangat teratur dan banyak terjadi harmonisasi gerak dan menurut saya itu sangat luar biasa. Hal-hal tersebut yang membuat tantangan saya dan kru dalam membuat film ini menjadi garang. Semoga film ini nantinya menjadi sessuatu yang membanggakan bagi kita semua,” tutur Hanny.

Sinopsi Singkat

Film 12 Menit untuk Selamanya mengisahkan tentang pencapaian misi untuk menang dari anggota Marching Band Bontang. Meskipun mereka memiliki masalah yang berbeda-beda, namun hal itu tidak menjadi hambatan untuk ikut menyatukan tekad bersama rekan-rekannya yang lain demi meraih kemenangan.
Dalam pembuatan film 12 Menit Untuk Selamanya ini, suami Titi Sjuman juga ikut berperan sebagai music scoring, dia juga mengungkapkan bahwa dirinya akan siap ‘terjun langsung’ jika ada tawaran pembuatan original soundtrack dari film 12 menit untuk selamanya. Film 12 Menit Untuk Selamanya ini rencananya akan siap dirilis di bioskop seluruh Indonesia sekitar bulan april 2013 mendatang.

Genre : Drama
Tanggal Rilis Perdana : TBA 2013
Studio : Big Picture Production
Official Site
CAST & CREW
Sutradara :Hani R. Saputra
Produser : Regina Septapi
Pemain :
Titi Sjuman ,Olga Lydia , Niniek L. Karim, Hesti Putri, Noboyuki Suzuki

 

Trailer

Sumber 1

Sumber 2

Manfaat Marching Band

Manfaat Marching Band

A. Manfaat Umum

Manfaat-manfaat yang dapat diperoleh para anggota melalui kegiatan marching band ini adalah sebagai berikut:

1. MUSIC SKILL (KETERAMPILAN MUSIK).

Para anggota diberikan pemahaman dan keterampilan bermain musik baik secara teori maupun praktek, melalui proses latihan yang sistematis dan kontinu.

2. SELF CONFIDENCE (KEPERCAYAAN DIRI)

Para anggota akan dibangkitkan rasa percaya dirinya, bahwa mereka berani dan mampu tampil di depan banyak orang. Kepercayaan Diri ini kelak akan sangat bermanfaat bagi kehidupannya di masa depan dalam menghadapi berbagai tantangan dan hambatan dalam hidupnya.

3. TEAMWORK (KERJASAMA TEAM)

Kegiatan marching band bukanlah kegiatan perorangan, melainkan kegiatan kelompok yang besar. Mereka semua harus bekerjasama antara yang satu dengan yang lainnya. Bila tidak bekerjasama, Bisa dipastikan tidak akan sukses. Kemampuan bekerja sama ini akan sangat bermanfaat dalam hal membangun hubungan antar-manusia (interpersonal) dan menjalin kerjasama yang harmonis diantara mereka, sehingga setiap permasalahan (baik yang ringan ataupun yang berat) dapat diselesaikan bersama-sama.

4. HEALTH & FITNESS (KESEHATAN & KEBUGARAN)

Kegiatan marching band memerlukan kondisi fisik yang prima. Aktivitas fisik selalu terjadi pada saat : berbaris, memainkan alat musik, menari, membentuk formasi display dll. Oleh karenanya, para anggota perlu menjalankan pola hidup dan pola makan yang sehat, sehingga kesehatan dan kebugaran mereka dapat terjaga dengan baik.

5. ACHIEVEMENT (PRESTASI)

Kegiatan marching band mengajarkan bagaimana caranya mencapai tujuan/prestasi yang diinginkan, melalui proses latihan dan kerja keras semua anggota. Suatu tujuan tidak akan tercapai tanpa bekerja keras. Hampir semua orang sukses memperoleh kesuksesan mereka melalui kerja keras.

6. LEADERSHIP (KEPEMIMPINAN)

Kegiatan marching band mengajarkan bagaimana caranya memimpin dan dipimpin. Setiap orang memiliki potensi untuk menjadi pemimpin. Seorang pemimpin tidak dilahirkan begitu saja, tetapi melalui berbagai proses belajar dan latihan untuk menjadi seorang pemimpin. Jiwa kepemimpinan ini akan sangat bermanfaat bagi para anggota di masa yang akan datang dalam pekerjaannya, sehingga dapat menjadi seorang pemimpin yang tangguh, dicintai oleh mereka yang menjadi bawahannya, dapat bertindak adil dan obyektif.

7. LOYALTY (LOYALITAS)

Kegiatan marching band dapat membangkitkan loyalitas(kesetiaan) anggota tidak hanya kepada unit dan orang tuanya, tetapi juga kepada pekerjaan dan perusahaannya.

8. COMMUNITY IDENTITY (IDENTITAS KOMUNITAS)

Kegiatan marching band sudah menjadi salah satu identitas komunitas. Generasi muda membutuhkan identitas dari komunitasnya. Mereka bisa lebih dikenal luas melalui berbagai perilaku, atribut dan ciri khas-ciri khas yang dimiliki oleh komunitas tersebut.

9. SELF-ESTEEM (HARGA DIRI)

Kegiatan marching band dapat meningkatkan kebanggaan dan harga diri anggota melalui berbagai penampilan, prestasi dan penghargaan yang diterima olehnya. Kebanggaan dan harga diri ini dapat diarahkan untuk meningkatkan rasa percaya diri anggota, sehingga berani dalam menghadapi berbagai tantangan dan hambatan dalam hidupnya.

10. FUN ! (KEGEMBIRAAN)

Kegiatan marching band adalah kegiatan yang menyenangkan hati, yang dapat diperoleh dari lagu dan tari yang dimainkan, penampilan yang sukses, canda tawa antar anggota dan berbagai kegembiraan lainnya.

B. Manfaat Khusus

Prestasi yang diperoleh dari kegiatan marching band ini dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah-sekolah Favorit melalui Jalur Prestasi, dari tingkat SMP-SMA bahkan sampai tingkat Universitas.

1. Bekal keterampilan memainkan alat musik dapat digunakan untuk meniti karir di bidang musik sebagai musisi profesional ataupun untuk memperoleh penghasilan sampingan.

2. Kemampuan manajerial (organisasi) yang diperoleh dari kegiatan marching band dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan pekerjaannya di masa yang akan datang.

3. Manfaat bagi sekolah adalah sebagai media promosi yang efektif dan meningkatkan Citra/Image dan Nama Baik Sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler Marching Band

Bass Drum

Optimalisasi Pearl Marching Bass Drum

            Pertanyaannya adalah bagaimana mengoptimalkan suara bass drum marching sehingga tercapai harmoni yang diinginkan? Untuk itu kita harus mempersiapkan segala hal dalam mencapai karakter suara yang diinginkan.

Nada Bass Drum

Karena marching bass drum mempunyai ukuran yang berbeda-beda maka akan semakin mudah untuk mendapatkan nada yang benar. Pada dasarnya semua drum tidak mempunyai nada yang seharusnya begini atau seharusnya begitu. Tetapi yang dimiliki adalah nada yang terdekat dari nada seharusnya. Yang terpenting dalam mendapatkan nada bass drum adalah :

  • Sesuaikan nada dasar bass drum pada nada dasar keseluruhan lagu yang akan dimainkan
  • Jarak nada antara masing-masing bass drum.

Dalam tuning bass drum sebaiknya dimulai dari bass drum paling kecil, karena bass drum ini selain membutuhkan paling banyak tenaga untuk mengencangkannya juga mempunyai nada yang lebih pasti. Lalu kemudian ke bass berikutnya mengikuti interval yang ada.

Dalam mengencangkan drumhead sebaiknya dilakukan secara menyilang agar dapat kekuatan yang merata. Dan usahakan untuk menyamakan nada antara head kiri dan head kanan dengan cara mengencangkan sedikit demi sedikit kiri dan kanan. Untuk mendapatkan nada yang lebih akurat coba dengan memukul head tersebut tapi head yang diseberangnya diredam, dan jangan lupa pastikan nada di setiap sisi baut mempunyai tekanan yang sama, caranya pukul pinggiran drumhead sambil sedikit menekan bagian tengah drumhead agar tidak terganggu dari nada-nada yang keluar dari efek getaran yang tidak diperlukan.

Berikut ini adalah beberapa jarak dalam beberapa susunan bass drum.

Jarak untuk susunan 4 (Empat) Bass Drum

bassdrum mbuns bassdrum

 

Menjaga Tuning

Untuk mendapatkan tuning yang enak dan pas tidak bisa langsung setelah pemasangan drumhead. Drumhead yang baru butuh masa untuk perenggangan bahan drumheadnya.
Ketika tuning sudah dapat usahakan agar tetap terjaga nadanya agar hasil getaran drumhead akan maksimal pada tekanan tersebut. Biasanya butuh beberapa hari sampai dapat karakter suara aslinya. Dan masing-masing pemain harus sensitive terhadap nada bass drumnya masing-masing, agar ketika ada perubahan sedikit pada tekanan dan nada bisa langsung dikoreksi.

Penempatan Pemain

Untuk bisa mendapatkan orang yang tepat pada tempat yang tepat, kita harus menelaah ulang pada beberapa faktor, yaitu :

• Karakter masing-masing bass drum

1. Bass drum paling kecil mempunyai tekanan paling kencang sehingga sustain suaranya sangat pendek seperti snare drum dan semakin besar bass drum-nya semakin panjang sustainnya.

2. Semakin besar bass drumnya semakin susah mallet memantul di drumhead, karena tekanan pada bass drum yang lebih besar lebih sedikit.

3. Bass drum paling kecil memerlukan sedikit power karena malletnya kecil juga, dan semakin besar bass drumnya semakin besar tenaga yang dibutuhkan.

4. Semakin besar bass drumnya semakin berat pula beban yang harus diangkat

5. Bass drum paling kecil mempunyai karakter untuk membantu snare drum, jadi sering dipakai untuk variasi rudiment.

6. Bass drum tengah dan paling besar mempunyai karakter berperan besar pada rythim yang kuat dan unison sehingga benar-benar menghasilkan satu pukulan yang pasti dan penuh.

7. Bass drum diantara mempunyai karakter berperan besar dalam not-not singkop dan kemampuan menyambungkan not split/tonal.

Colour Guard

 color guard mbuns

EQUIPMENT

 

            Dari perkembangan color guard di dunia, terdapat 4 (empat) penguasaan yang wajib dikuasai suatu tim color guard yaitu 1 (satu) untuk penguasaan olah tubuh/badan dan 3 (tiga) untuk equipment wajib, antara lain :

a.   Body Technique (Ballet)

Dalam color guard, teknik yang diambil sebagai pondasi adalah basic ballet, dengan penguasaan basic ballet yang dapat dihasilkan adalah pembentukan badan baik sikap maupun performance, pengelolaan bahasa tubuh yang baik, pelatihan kekuatan badan (terutama dibagian pinggang bawah) serta melatih kelenturan tubuh dimana sebagai suatu syarat utama untuk menghasilkan pemain color guard yang baik dan profesional.

sikap color guard mbuns

Selain dari ballet, dapat dikolaborasikan dengan tari teater, kontemporer, hip hop, ballroom dances serta pengembangan wawasan color guard dari color guard of Indiana “Blast” serta DCI dan WGI, atau dapat juga dari refrensi dari sumber lainnya.

2 3

Selain dari gerakan-gerakan dasar diatas, dapat juga divariasikan dengan gerakan senam (gymnastic) seperti salto, split dan sebagainya. Gerakan ini sangat bagus dan spektakuler tetapi berbahaya, hanya dapat dilakukan dengan proses latihan yang baik dan dilakukan dengan sangat terlatih.

 

b.   Flag

Bagian-bagian Flag atau bendera terdiri dari tongkat dan kain benderanya terkadang terdapat pemberat dari bahan karet dibagian ujung untuk menyeimbangkan tongkat (rubber pole caps). Dalam pemilihan bahan tongkat pilihlah tongkat aluminium, karena dari segi keseimbangan sangat bagus, sedangkan untuk kain yang paling bagus dan mempunyai efek visual tinggi adalah jenis kain Lame, karena jenis ini sangat mengkilap (seperti memantulkan cahaya) dan ringan, tetapi tidak tahan lama, apalagi dengan perawatan yang tidak sempurna. Untuk kain bendera yang tepat digunakan pada saat latihan adalah kain abute, walaupun tidak mengkilap namun cukup tahan lama.

1 4

 

 

c.   Rifle (senapan)

rifle mbunsRiffle pada umumnya terbuat dari bahan kayu tetapi ada juga yang terbuat dari aluminium (dipakai star of indiana/blast 2000) dan berbentuk seperti senapan. Bagian-bagian dari rifle terdiri dari bottom, neck, bolt, tip dan strap (optional).  Ukuran panjang rifle terdiri dari ukuiran 34 inchi, 36 inchi dan 39 inchi, sedangkan beratnya berkisar antara 0.8 sampai dengan 1,5 kg, tetapi lebih baik menggunakan rifle yang ringan, sangat kuat, tidak mudah patah, serta yang seimbang. Untuk menguji keseimbangan rifle dapat dilakukan dengan meletakkan rifle pada posisi berdiri, apabila rifle ini dapat berdiri maka dapat dikatakan seimbang. Dalam pemilihan ukuran, sebaiknya menggunakan ukuiran 36 inchi, karena ukuran ini sangat tepat untuk gerakan yang konsentrasi ke body language ataupun ingin menonjolkan skill teknik dalam bermain.

 

d.   Saber  (Pedang)

sabre mbunsAlat ini terbuat dari baja (steel) yang kuat dan tahan lama/tidak mudah bengkok. Berbentuk seperti pedang dan agak melengkung serta pipih/tipis, Bagian-bagian dari saber antara lain hilt, handle, blade dan tip dengan ukuran panjang saber 32 inchi, 34 inchi, 36 inchi dan 39 inchi. Dalam pemilihan ukuran sebaiknya disesuaikan dengan keadaan player, tetapi saber yang tepat adalah ukuran 39 inchi karena dengan ukuran yang panjang ini, penampilan akan sangat terlihat berskill dan atraktif.

                                                                       

Selain ketiga equipment wajib, ada yg disebut Special equipment Yang merupakan modifikasi dari equipment wajib yg di pergunakan dan dimain kan dengan teknik color guard. .

aksesoris mbuns airblade mbuns 

e.   Aksesoris

Selain dari ketiga equipment wajib diatas terdapat pula beberapa aksesoris yang mendukung penampilan color guard, tetapi  merupakan bagian yang tidak wajib ada disetiap penampilan color guard, tergantung dari repertoire yang ingin disajikan. Aksesoris tidak harus terpaku dengan sesuatu yang mencerminkan color guard, banyak benda yang dapat dijakdikan aksesoris seperti kursi, karpet, topi, tongkat dan masih banyak lagi.

f.  Perawatan Equipment Color Guard

             Perawatan equipment color guard, dapat dilakukan dengan :

1.    Pencucian bendera setelah dipakai, serta mensetrikanya pada bagian yang bisa dan perlu disetrika.

2.    Membersihkan dan merawat pole (tongkat bendera), rifle, saber dan aksesoris lainnya setelah dipakai.

3.    Untuk melindungi alat dan tangan dari kerusakan, maka color guard wajib menggunakan sarung tangan kulit (sarung  tangan tanpa penutup pada jari) disebut denga  finger free gloves selama latihan dan penampilan berlangsung.  Equipment sebaiknya tidak bersentuhan langsung dengan tangan, karena keringat dari pemain dapat merusak equipment.

4.     Equipment tidak boleh diletakkan sembarangan/tanpa alas dan diduduki bahkan sampai terinjak, untuk menghindari  kerusakan, seperti sobek/pecah/patah dan sebagainya.

5.    Selama memainkan alat dan atau berdelatan denagn alat, tidak boleh menyalakan api, makan dan minum.

6.    Adanya tempat penyimpanan (carrying case bag) yang baik dan melindungi equipment dari kerusakan, misalnya : flag pole case, rofle dan saber case, dan lain-lain.

 

Hal yang perlu ditanamkan kepada seluruh color guard dan divisi lainnya adalah selalu untuk menyayangi alat yang dimainkan, ini diibaratkan hidup dan mati kita, karena tanpa alat-alat tersebut color guard tidak dapat berbuat apa-apa.