Merawat Alat Brass

Untuk merawat alat tiup seperti trumpet, barithone, trombhone dan sebagainya yang penting alat tiup cara perawatanya adalah sebai berikut :
Sebaiknya, trumpet (seluruh jenisn alat tiup) dibersihkan secara berkala setiap beberapa bulan. Bahan kimia, garam dan enzim dari nafas dan air liur lambat laun akan bertambah di dalam alat, yang efeknya akan mengurangi kualitas bunyi dan mengganggu aliran udara lewat alat.
Untuk membersihkan alat – alat tersebut, langkah-lngkah yang sebaiknya dilakukan adalah :
  1.  Alirkan air suam-suam kuku (tidak panas, ini bisa merusakkan cat penutup pernis trumpet), air tersebut dimasukkan kedalam trumpet dengan sedikit campuran sabun tangan di air tadi.
  2. Bongkar trumpet dengan hati-hati, keluarkan semua klep dan slide, dan dengan lembut seka minyak atau oli dengan sehelai kain mulus yang halus. Tempatkan sehelai handuk dan letakkan trumpet untuk berendam selama sesekitar setengah jam. Masing-masing klep sebaiknya dinomori. (pada trumpet tertentu, setiap valve telah diberi nomor dari pabriknya)
  3. Jika ada, gunakan alat pembersih khusus untuk alat tiup (sikat membersihkan yang dibuat dari pipa potong fleksibel dengan sikat di masing-masing ujungnya), masukkan alat tersebut pada lubang alat utama (yang paling besar) sampai jarak terakhir yang bisa dicapai. gosok dan lakukan didalam air tadi.
  4. Berikutnya, gunakan sehelai kain untuk membersihkan lubang di klep dan tempat klep. bersihkan dengan menggunakan air dan diamkan/diangin-anginkan. valve/klep ini harus benar-benar kering, karena, oli/minyak tidak bergabung dengan air dan klep/slide membutuhkan minyak.
  5. Betelah alat sudah kering, oleskan minyak klep ke masing-masing klep, dan juga ke pembungkus klep, begitu juga pada slide. Jangan lupa untuk membersihkan kelebihan minyak di klep dan slide.
  6. Terakhir, alirkan air ke mouthpiece dan gunakan sikat untuk membersihkannya.
HAL-HAL PENTING YANG HARUS DI INGAT
  • Jangan pakai pembersih kasar yang mungkin merusak trumpet
  • Jangan pakai air panas selain itu jangan lupa memberikan minyak pada klep trumpet paling tidak sekali seminggu
1. Melepas Komponen Alat Musik ( Disassembly )
  •  Lepaskan slide no. 1 dengan cara menekan valve no.1 kemudian tarik slide sampai lepas dari outside slide. Begitu juga dengan slide no. 2 dan No. 3
  • Lepaskan Tuning Slide dengan cara menarik keluar sampai lepas dari outside tuning slide
  • Lepaskan valve No. 1 dengan cara melepas cap top button terlebih dahulu dan kemudian tarik valve sampai lepas dari valve casing. Begitu juga untuk valve no. 2 dan no. 3
  • Lepas cap bottom no. 1 , No, 2, dan no. 3
Setelah proses melepas komponen ( disassembly ) selesai, proses selanjutnya adalah :
  •  Bersihkan bagian – bagian yang telah dilepas dengan menggunakan polishing cloth
  • Bersihkan bagian dalam body , casing, mouthpipe dan outside slide dengan menggunakan polishing gauze dan cleaning rod valve.
  • Bersihkan bagian dalam mouthpiece dengan menggunakan muthpiece brush
  • Untuk perawatan berkala per 6 bulan, setelah proses disassembly, body dan semua komponen direndam dalam air panas yang dicampur dengan Brass Soap selama 1 jam
  • Setelah direndam selama 1 jam , bersihkan bagian dalam body, slide , casing dan mouthpiece dengan flexible cleaner . keringkan body dan bagian komponen sebelum dirakit ( assembly ).
2. Merakit ( Assembly )
 Setelah selesai proses membersihkan , kemudian pasang kembali seluruh komponen sebagai berikut :
  •  Pasang valve no. 1 , no. 2 dan n. 3 dengan memberi valve oil terlebih dahulu kemudian pasang cap bottom.
  • Pasang slide no. 1 , no. 2 dan no. 3 ke outside slide dengan memberi slide greese terlebih dahulu.
  • Untuk memasang slide harus diingat untuk menkan valve seperti pada waktu melepas slide.
  • Selanjutnya memasang tuning slide dengan memberi tuning slide oil atau slide greese terlebih dahulu.
  • Setelah selesai proses assembly, bersihkan alat musik marching anda dengan menggunakan polishing cloth yang sudah diberi silver polish atau lacquer polish.

Official Trailer for the movie “12 Menit Untuk Selamanya”

This is a story about struggle. Struggle for self-defeating. For the sake of a very simple aspiration : to realize 12 minutes that they will remember forever. A marching band in Bontang is struggling to become a champion of a major event : the Grand Prix Marching Band. Repeatedly failed to become champion, a new coach named Rene eventually lead that Marching Band. Rene – a woman coach with strong character – forced them to practice very hard during 12 months after 12 minutes in Grand Prix Marching Band. Tara, Elaine, and Lahang are members of this Marching Band. Three different children. Three different backgrounds and characters. And also three different problems. Tara has a pretty traumatic past which keeps haunting her. Meanwhile, Elaine and Lahang have to face conflicts with their own fathers. Their conflicts increased just before leaving for Jakarta. All three have strong enough reasons to stop struggling and not going to GPMB. So what will Rene, Tara, Elaine, and Lahang do? Could they beat themselves? Could they realize the 12 minutes ?

 

[youtube=https://www.youtube.com/watch?v=–YAU0-zaGU]

Apa itu Grand Prix Marching Band ?

Grand Prix Marching Band atau lebih dikenal dengan singkatan GPMB merupakan ajang kompetisi orkes barisan/marching band tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Yayasan GPMB di Indonesia. Kompetisi ini memperebutkan piala Presiden, piala Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, piala Menteri Pemuda dan Olahraga, piala Menteri Pendidikan Nasional, dan piala Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sebagai ajang kompetisi orkes barisan tertua, penyelenggaraan GPMB seringkali digunakan pula sebagai tolak ukur atas perkembangan orkes barisan di Indonesia. Umumnya diselenggarakan di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta. Kompetisi GPMB pertama kali dicetuskan oleh Gusanto Moeljohardjo, diselenggarakan pada tanggal 29 Desember 1982 dengan nama Tournament Invitation Marching Band atau TIMB di Balai Sidang Senayan, Jakarta. Antusiasme serta respon positif atas penyelenggaran tersebut membuat penyelenggaraannya kembali digelar pada tanggal 27 hingga 30 desember 1983 dan merubah nama TIMB menjadi Grand Prix Marching Band (GPMB) yang dimaksudkan sebagai pengembangan lebih lanjut atas kompetisi TIMB sebelumnya, Setelah itu GPMB kemudian dijadikan sebagai ajang kompetisi tahunan yang umumnya digelar pada bulan desember setiap tahunnya. Penilaian dalam setiap penampilan kelompok orkes barisan peserta GPMB umumnya terbagi dalam beberapa aspek:

* Aspek musikal; meliputi harmonisasi, serta teknis permainan baik kelompok, ataupun perseorangan: Music Analysis Horn Line, Music Analysis Percussion Line, Solo Horn, Duet Horn, serta Solo Percussion.

* Aspek visual; meliputi koreografi, baris berbaris, busana, serta teknis permainan secara kelompok ataupun perseorangan: Marching and Maneuvering, Display and Showmanship, Color Guard, Busana Team, serta Busana Field Commander. * Aspek kepemimpinan; umumnya meliputi faktor individu, komandan lapangan, dalam kapasitasnya memimpin sebuah pertunjukan: Field Commander.

* Aspek umum; meliputi faktor seni serta estetika dalam pertunjukan secara keseluruhan: General Effect.

 

 

Parade Pati

Marching Band Sebelas Maret Surakarta menjadi bintang tamu dalam rangka ulang tahun pesantren yang ke 64. Ulang tahun tersebut diselenggarakan tanggal 8 september  2013 pukul 12.30 sampai selesai di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Guyangan-Trangkil kabupaten Pati Jawa Tengah. Pada acara ini MB UNS melakukan parade, parade tersebut termasuk dalam serangkaian acara ulang tahun pesantren yang ke 64.

Kirab tersebut di isi oleh santri-santri pesantren dan 15 Marching Band tingkat SMA, dan mengundang MB UNS sebagai bintang tamu utamanya.MB UNS berkeliling kampung sepanjang 9km, startnya dimulai depan pesantren dan finishnya juga dideppan pesantren.

MB UNS disambut dengan meriah oleh penonton dan juga santri dalam pondok tersebut. Tidak sia-sia MB UNS datang jauh-jauh dari Solo, dan terbayarkan sudah segala kelelahan dengan rasa puas yang terpancarkan dari penonton.

DO THE BEST BE THE BEST GOD TAKE THE REST

UNS JAYAAAA

SEMUA TENTANG MARCHING BAND

Ada yang bilang, cikal bakal marching band adalah dari kelompok drum band yang dibuat dengan tujuan mengumpulkan masa. Tapi lama kelamaan fungsi drum band bergeser kearah menghibur karena aspek musikalitasnya yang menonjol, dari sinilah marching band muncul.

Band militer yang isinya cowok-cowok semua dengan tujuan mengatur langkah pasukan biar rapih dalam barisan, ternyata jadi awal terbentuknya marching band. Marching band berkembang setelah perang dunia ke 2, dimana para veteran perang membuat corps musik memainkan lagu-lagu mars nostalgia PD 2 sambil berparade keliling kota diacara-acara perayaan.

Cukup simple mendeskripsikan marching band. Sebut saja suatu grup yang terdiri dari sejumlah orang yang memainkan alat-alat musik sambil melakukan banyak gerakan (umumnya baris berbaris) dan punya para pendukung (diluar pemain musik) seperti pembawa bendera atau penari.

Drum band atau drum and buggles corps tidak sama dengan marching band. Perbedaannya adalah dalam segi komposisi musik.marching band sangat mementingkan segi kualitas musikalitasnya, lebih dari segi baris berbaris. Sedang kan drumband lebih cenderung memilih mars sebagai komposisi lagu dibandingkan kualitas musik dan baris-berbaris.

Elemen lain yang membedakan drumband dan marching band, komposisi alat musiknya. Marching band mempunyai komposisi alat tiup lengkap dari logam dan kayu. Sedangkan alat tiup drumband hanya berupa trompet, mellophone dan trombhone sisanya memakai pianika atau recorder.

Fifes dan drum merupakan alat wajib dalam marching band milik tentara amerika serikat selama periode perang revolusi.pada perang sipil, drum and buggles (trompet) yang harus ada. Sedang kan pada perang dunia 1 dan 2 dominan dengan alat musik tiup dan perkusi. Kalau di KANADA atau SCHOTLANDIA baktive alat musik tradisional schotlandia wajib ada.

Grand Prix Marching Band (GPMB) merupakan kejuaraan rutin bergengsi milik para insan yang terjun di dunia marching band Indonesia. Kejuaraan ini yang diadakan secara nasional dan biasa digelar pada akhir tahun dan diikuti oleh hampir seluruh unit marching band yang ada di Indonesia.

Hamengkubuwono marching band champion ship di Yogyakarta juga merupakan salah satu ajang kompetisi marching band bergengsi di Indonesia. Konon, piala yang diperebutkan sifatnya sakral dan khusus dari Sri Sultan Hamengkubuwono sendiri. Piala dilapisi emas, perak, dan perunggu. Merupkan lambang mahkota kerajaan Ngayogyakarta.

Instrumen dalam marchingband sangat membantu latihan baris berbaris dalam militer. Melalui hentakan alat musik, tentara yang ribuan sekalipun bisa diatur dibawah satu komando, secara serempak, teratur dan tidak saling injak satu sama lain.

Jika instrument marching band tidak ada biasanya para tentara menggunakan kata kata untuk mengatur langkah pasukan sebagai gantinya. Tapi cara demikian mempunyai kelemahan karena hanya bersandar pada suara manusia. Sedangkan kalau pake drum atau alat musik lain, lebih efektif karena volume beat dari alat musik bisa menjangkau secara luas.

PEMBAGIAN DIVISI YANG ADA DIDALAM MARHING BAND/ DRUM CORPS

1. DIVISI PERCUSSION BATTREY

  • Snare drum
  • Quint Tom
  • Bass drum
  • Hand Cymbal

2. DIVISI PIT INSTRUMENT (PERCUSSION IN TONE)

  • Marching bells
  • Xylophone
  • Vibraphone
  • Marimba
  • Timpani
  • Chimes
  • Orchestra Cymbal
  • Grand Casa
  • Asesoris lainnya

3. DIVISI BRASS

  • Trumpet
  • Flugel horn
  • Melophone/Frenc Horn
  • Baritone
  • Euphonium
  • Tuba Contra tuba

4. COLOUR GUARD

  • Bendera/Flag standart
  • Big Flag
  • Flag Angel
  • Rifel/senapan
  • Sabre/pedang
  • Air Blade

 

JENIS-JENIS PENGELOMPOKKAN ALAT MARCHING BAND

Instrumen yang digunakan dalam penampilan marching band umumnya dapat dikelompokkan pada beberapa kategori menurut jenis dan cara memainkan alat marching band. Pengelompokkan alat marching ini secara tidak langsung pula mempengaruhi struktur organisasional kepelatihan yang umumnya dispesifikasikan menurut kategori-kategori alat drum band tersebut, masing-masing kategori alat band memiliki pelatih tersendiri. Selain kepelatihan, pengelompokkan alat drum ini umumnya berpengaruh pula pada perilaku sosial para pemain marching drum band yang terlibat dengan menciptakan kelas-kelas social drum band non-formal yang membentuk kebanggaan kelompok.

Instrumen musik tiup
Pada mulanya ragam instrumen musik tiup yang digunakan dalam marching band identik dengan yang digunakan drum band. Namun pada perkembangannya, beberapa jenis instrumen musik tiup seperti cornet, clarinet, flugelhorn, saksofon (termasuk di dalamnya sofrano, alto, dan tenor), trombone, sousaphone, dan flute yang jamak digunakan alat drum band sudah ditinggalkan. Umumnya instrumen musik tiup yang digunakan dalam permainan marching drum band menggunakan nada dasar B? atau F. Jenis instrumen itu antara lain terompet, french horn, mellophone, tenor horn, baritone, euphonium, contra bass / tuba.

Instrumen musik perkusi
Instrumen musik perkusi dalam kelompok ini merupakan jenis instrumen bergerak yang dibawa oleh pemain dan dimainkan dalam barisan seperti halnya instrumen musik tiup. Seksi yang memainkan instrumen musik perkusi sambil berjalan disebut juga sebagai drumline atau battery. Ragam instrumen musik perkusi yang digunakan alat marching umumnya lebih sedikit dari yang digunakan pada permainan alat marching band. Contoh instrumen ini antara lain snare drum, drum tenor / quint, drum bass, simbal.

Instrumen pit (statis)
Instrumen pit pada dasarnya merupakan instrumen musik perkusi yang bernada. Pada penampilan alat band umumnya jenis instrumen ini bersifat statis, pemainnya tidak ikut dalam barisan seperti kelompok instrumen lainnya melainkan memainkannya di bagian depan lapangan yang digunakan dalam penampilan. Ragam jenis instrumen yang digunakan alat drum band umumnya lebih bervariatif dibandingkan drum band. Beberapa grup marching band bahkan terkadang merakit sendiri instrumen pit untuk menghasilkan suara-suara unik dalam musik yang dimainkan. Jenis instrumen ini antara lain xylophone, vibraphone, marimba, simbal, gong Cina, timpani, drum bass konser, tubular bell.

 1. Instrumen Musik Perkusi
Instrumen musik perkusi marching band atau disebut sebagai Marching percussion merupakan instrumen-instrumen musik perkusi yang didisain untuk dimainkan sambil berjalan dengan meletakkan drum pada alat pengait khusus (disebut dengan carrier) yang dikenakan oleh drummer. Drum-drum tersebut didisain dan disetem dengan artikulasi maksimum dan dilengkapi proyeksi suara karena aktivitas penggunaan yang umumnya di lapangan terbuka ataupun ruang tertutup yang luas. Instrumen ini biasanya digunakan oleh grup marching band. Ensembel marching percussion sering pula disebut sebagai drumline atau battery. Tingkat kemampuan sebuah drumline tidak hanya bermain dengan baik, namun juga harus mampu untuk bermain dengan baik dalam tempo cepat ataupun lambat.

  • Snare drum


Ukuran marching snare drum biasanya lebih dalam dari ukuran yang biasanya digunakan pada orkestra atau drumkit. Hal ini membuat suara yang dihasilkan menjadi lebih keras, sesuai dengan kebutuhannya untuk penggunaan di lapangan terbuka. Ukuran standar (diameter x kedalaman) adalah 13×11 dan 14×12 inci dengan berat antara 16-45 lb. Ukuran yang lebih kecil (13×9) akhir-akhir ini menjadi populer digunakan untuk kebutuhan penggunaan di lapangan tertutup. Snare drum “high tension” modern dikembangkan sebagai jawaban atas tensi membran yang lebih tinggi yang dimungkinkan karena pemanfaatan serat fiber, atau kevlar. Drum tensi tinggi pertama kali dikembangkan oleh Legato di Australia, dan menjadi lebih sempurna saat mulai digunakan pada marching band.

  • Drum tenor


Marching band modern umumnya menggunakan multi-tenor, yang terdiri atas beberapa tom-tom yang dimainkan oleh seorang drummer. Bagian bawah drum biasanya terbuka dan dipotong menyiku untuk memproyeksikan suara ke arah depan. membran head menggunakan double-ply PET film untuk meningkatkan kualitas proyeksi suara. Alat ini umumnya dimainkan dengan menggunakan malet yang terbuat dari kayu atau aluminimum dengan ujung berbentuk bundar terbuat dari nilon. Teknik permainan tenor drum umumnya berbeda dengan teknik yang digunakan untuk bermain snare drum, lebih mirip seperti bermain timpani karena membran dipukul biasanya lebih dekat pada sisi-sisinya dibandingkan bagian di tengah membran. Bentuk pukulan seperti ini menghasilkan suara yang lebih nyaring. Drum tenor umumnya terdiri dari tom-tom berukuran 10, 12,13, dan 14 inci yang diatur membentuk busar, seringkali dengan tambahan satu atau dua buah tom yang lebih kecil (berukuran 6 atau 8 inci) di sisi sebelah dalam.

  • Drum bass


Ukuran drum bass yang digunakan pada ensembel perkusi modern bervariasi, dengan lebar universal 14 inci, dan diameter 14 inci dan bertambah setiap 2 inci. Membran drum biasanya terbuat dari PET film lembut berwarna putih. Tidak seperti snare drum dan drum tenor, drum bass dimainkan oleh drummer dari kedua sisinya. Umumnya sebuah drum line menggunakan 4 hingga 6 jenis drum bass dengan ukuran yang berbeda-beda, tiap satu drum bass dimainkan oleh seorang drummer

  • Simbal


Simbal dalam marching band tidak dimainkan dengan tujuan yang sama seperti orkestra. Ada perubahan pada grip simbal yang dibuat khusus untuk kebutuhan marching band. Simbal marching band biasanya terdiri atas dua keping yang terpasang pada ke dua tangan pemainnya. Untuk memainkan simbal marching band kedua kepingan itu diadu satu dengan lainnya sehingga menghasilkan suara. Jumlah pemain simbal tiap-tiap grup marching band bisa berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya.

. Instrumen PIT (Percussion In Tone)
Instrumen pit pada dasarnya merupakan instrumen musik perkusi yang bernada. Pada penampilan orkes barisan, jenis instrumen ini bersifat statis, pemainnya tidak ikut dalam barisan seperti kelompok instrumen lainnya melainkan memainkannya di bagian depan lapangan yang digunakan dalam penampilan. Ragam jenis instrumen yang digunakan orkes barisan umumnya lebih bervariatif dibandingkan drum band (orkes barisan terdahulu). Beberapa grup orkes barisan bahkan kadang-kadang merakit sendiri instrumen pit untuk menghasilkan suara-suara unik dalam musik yang dimainkan. Jenis-jenis instrumen pit yang umumnya digunakan pada penampilan orkes barisan antara lain:

  • Xylophone
  • Vibraphone
  • Marimba
  • Gong cina
  • Timpani
  • Drum bass konser
  • Tubular bell

nstrumen Bendera/Colour Guard Instrumen bendera tidak digunakan untuk bermain musik, melainkan dimanfaatkan oleh pemainnya sebagai alat bantu aksi tarian untuk menghasilkan efek-efek visual tertentu yang mendukung penampilan. Pada praktiknya, pemain instrumen ini tidak selalu menggunakan bendera sebagai aksesori, namun bisa menggunakan peralatan-peralatan lain seperti senapan kayu, selendang, panji-panji, atau bahkan sapu, tergantung pada koreografinya untuk mendukung penampilan secara keseluruhan. Namun biasanya instrumen dasar yang digunakan adalah bendera dan senapan kayu. Bentuk berndera dan aksesori nya pun bisa berbeda beda pada tiap penampilan sebuah band tersebut, karena agar menyesuaikan dengan paket pembawaan dari band tersebut. Beberapa contoh properti pada section ini adalah:


Instrumen Musik Tiup Instrumen musik tiup marching band atau lebih dikenal dengan Marching brass merupakan instrumen-instrumen musik tiup logam yang telah didisain untuk dimainkan sambil berjalan, umumnya instrumen musik tersebut digunakan dalam penampilan marching band. Perbedaan utama dengan instrumen musik tiup logam lainnya umumnya terdapat pada corong yang menghadap ke depan (bell-front), menggunakan sistem katup (antara tiga hingga empat katup), dan artikulasi yang dirancang untuk penampilan di lapangan terbuka (outdoor). Corong yang menghadap ke muka berfungsi untuk membuat suara yang dihasilkan dapat terproyeksi ke arah depan sesuai dengan posisi yang umumnya dipilih oleh penonton dalam sebuah pertunjukan marching band.

  • Terompet


Terompet dalam penampilan musik marching band digunakan sebagai soprano, umumnya memainkan melodi dalam musik. Meski demikian umumnya dalam aransemen musik marching band fungsionalitas soprano dibagi menjadi dua atau tiga kelompok untuk memainkan nada yang berbeda (biasanya mengisi rentang suara sopran, dan mezzo-sopran). Di Indonesia umumnya grup-grup marching band menggunakan terompet bernada dasar B♭, namun terdapat pula grup-grup marching band yang menggunakan terompet bernada dasar G.

  • Mellophone


Mellophone merupakan instrumen musik tiup yang ditujukan sebagai pengisi suara alto-soprano. Penggunaan mellophone dalam marching band umumnya lebih diminati karena suara dan intonasi yang dihasilkannya lebih konsisten dibandingkan instrumen musik sejenis seperti French Horn. Jenis mellphone yang paling banyak digunakan umumnya bernada dasar F, namun banyak pula ditemukan instrumen bernada dasar G. Biasanya sebuah instrumen mellophone memiliki kemampuan untuk dimainkan dengan nada dasar G ataupun F dengan mengganti panjang pipa udara yang umumnya tersedia sebagai bagian dalam kelengkapan instrumen tersebut.

  • Baritone Horn/Euphonium


Meskipun memiliki fungsi yang sama dengan instrumen yang digunakan dalam pertunjukan orkestra, bentuk baritone horn atau euphonium yang digunakan dalam penampilan marching band telah didisain secara khusus dengan corong menghadap ke muka dan umumnya telah dilengkapi dengan sistem tiga katup. Sesuai dengan namanya instrumen ini digunakan untuk mengisi suara dalam rentang nada baritone. Umumnya instrumen yang digunakan dalam penampilan marching band menggunakan nada dasar B♭.

  • Contra Bass/Tuba


Contra bass atau Tuba digunakan dalam penampilan musik marching band untuk mengisi suara dalam rentang nada bass. Perbedaan antara contra bass dan tuba terletak pada nada dasar yang digunakan pada instrumen tersebut. Jika nada dasar yang digunakan pada instrumen tersebut adalah G maka disebut dengan contra bass, sebaliknya bila menggunakan nada dasar B♭ maka dinamakan sebagai tuba. Seperti umumnya instrumen musik tiup logam yang digunakan dalam penampilan marching band, instrumen ini telah didisain pula untuk dimainkan sambil berjalan dengan corong menghadap ke depan. Namun berbeda dengan instrumen musik lainnya, karena ukurannya yang besar, untuk memainkan instrumen musik ini dilakukan dengan cara dipanggul.

 

sumber : http://duniamarchingband.blogspot.com/