KLATEN LURIK CARNIVAL

Pada tanggal 19 Agustus 2015, Marching Band Sebelas Maret diundang untuk ikut serta memeriahkan KLATEN LURIK CARNIVAL 2015. Acara ini diselenggarakan oleh pemerintah Kabupaten Klaten dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Klaten ke-211 dan juga untuk memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-70.

11873371_10204828856907710_2281034799370156171_n

Acara ini juga mengusung tema Parade dan Karnaval yang dimulai pukul 13.00 WIB dari GOR Gelarsena sampai Tugu Adipura Klaten.

Dalam acara ini, Marching Band Sebelas Maret menampilkan street parade dengan komposisi full team dan membawakan tiga buah lagu yaitu Congratulation, Sirih Kuning, dan Can’t help.

Event Parade Sragen

Pada Minggu, 26 Juli 2015 kemarin, Marching Band Sebelas Maret ditunjuk untuk bekerja sama dengan salah satu calon bupati. Marching Band Sebelas Maret diminta untuk mengiringi salah satu calon bupati dan pendukungnya untuk mendaftarkan diri ke KPU Sragen.

11811548_10204671538854857_4334685268001974579_n

Dalam acara ini, Marching Band Sebelas Maret Surakarta mengiringi dengan formasi street parade dengan komposisi full team dan membawakan tiga buah lagu yaitu Congratulation, Sirih Kuning, dan Can’t help dari batas kota Sragen menuju kantor KPU mulai pukul 08.00 WIB sampai selesai.

7 Alasan Kenapa Kamu Harus Keluar dari Marching Band Sekarang

Mengikuti kegiatan Marching Band merupakan hal yang berat. Apalagi bagi seorang mahasiswa di sebuah universitas. Kesibukan sebagai mahasiswa dengan segudang tugas dan laporan saja kadang sudah mampu membuat kepala pusing, apalagi ditambah dengan jadwal latihan Marching Band yang tidak hanya sekali dalam seminggu.

Bagi mahasiswa di semester awal mungkin masih bisa mengimbangi antara kuliah dan Marching Band. Namun, bagi mahasiswa yang sudah menginjak semester 5 ke atas, agaknya akan mengalami kesulitan mengatur mana waktu untuk kuliah maupun Marching Band. Ini karena ada beberapa kewajiban yang harus dihadapi yaitu magang, KKN, dan juga penelitian skripsi. Dengan kondisi seperti ini, terkadang ada mahasiswa yang sebelumnya mengikuti Marching Band memilih untuk mundur dan fokus ke dunia perkuliahan. Lalu apa saja alasan lainnya yang mampu membuat seorang player Marching Band harus rela out dari dunia per-Marching Band-an? Ini dia…

  1. Marching Band sangat menyita waktu
    Latihan tak cuma sekali dalam seminggu, bahkan di weekend juga ada latihan panjang atau bandcamp. Bagaimana tidak menyita waktu kalau pagi sampai siang hari untuk kuliah dan sore sampai malam hari untuk latihan. Jadwal yang sudah diatur untuk mengerjakan tugas kelompok tiba-tiba berantakan apabila ada latihan mendadak untuk mengejar target. Permasalahan ini tidak mungkin ada kalau kamu sebagai anak Marching Band mampu me-manage waktu dengan baik. Kalau kuliah ya fokus kuliah, kalau latihan ya fokus latihan. Jadi, tidak ada waktu yang terbuang sia-sia.
  1. Marching Band bikin capek
    Malam hari yang seharusnya dipakai buat istirahat malah terpakai full buat latihan malam. Habis latihan masih mengerjakan tugas dan PR kuliah, alhasil baru bisa tidur setelah tengah malam. Pagi hari bangun untuk kuliah malah ngantuk di kelas. Penyebab ini semua ya karena tubuh kecapekan terforsir buat latihan. Tapi kalau tubuh sudah terbiasa dengan pola rutin latihan tidak akan capek kok. Asal kamu bisa menggunakan momen stretching dengan baik, nanti tidak akan terlalu capek saat drill maupun sectional. Jangan kebanyakan begadang untuk hal-hal yang tidak terlalu penting juga.

    ngjkiu

  1. Tujuan kuliah buat belajar bukan Marching Band
    Kuliah memang nomor satu, tapi Marching Band tidak boleh dinomor-duakan. Sering banget pelatih atau komandan latihan bilang ini saat apel latihan. Sebal juga sih. Tujuan kuliah kan memang buat belajar, berarti ya kuliah memang nomor satu. Mungkin ini lebih ke masalah komitmen. Dulu waktu kamu pertama kali mengisi formulir ikut Marching Band di kampus, pasti pertanyaan pertama adalah seputar komitmen. Jika kamu mulai mempertanyakan penyataan di atas tadi, coba ingat-ingat lagi komitmenmu saat pertama kali bergabung Marching Band.
  1. Tidak semua player punya skill Marching Band
    Kita memang punya keinginan buat gabung Marching Band. Kita sering datang latihan buat menerima materi demi materi, bahkan sampai mengikuti tutor dari asisten pelatih. Kadang kita merasa sudah rajin latihan tapi skill tidak bertambah, justru tertinggal sama teman yang jarang latihan. Mungkin kamu yang merasakan hal ini. Di saat inilah kamu merasa minder dan sempat terpikir untuk keluar dari Marching Band. Bahkan sampai bawa-bawa passion segala. Coba kamu flashback deh, bagaimana caramu menerima materi selama ini, apakah ada yang salah? Mungkin kesalahan bukan di kamu, tapi bagaimana cara pelatih atau aspel menyampaikan materi. Ini karena setiap orang punya caranya masing-masing buat menangkap materi. Nah, ini gunanya staf SDM atau non teknis buat menemukan solusinya.
  1. Marching Band menggagalkan liburan
    Adakalanya liburan yang sudah kamu rancang jauh-jauh hari setelah ujian semester terancam gagal karena dari kepelatihan tiba-tiba mengumumkan akan diadakan bandcamp bahkan karantina saat liburan. Mungkin kamu merasa tidak adil karena kamu sudah sering mengalah karena Marching Band sering memakai weekend kamu buat latihan panjang. Akhirnya kamu lebih memilih untuk meninggalkan latihan demi liburan yang menyenangkan dengan resiko ketinggalan materi dan belum juga mendapat teror SMS dari section leader. Saking sebalnya kamu kepikiran untuk keluar dari Marching Band saja. Mungkin kamu belum tahu apa tujuannya latihan di saat liburan. Tujuannya ya buat mengejar target latihan yang meleset di saat latihan reguler yang sering tidak fullteam. Mungkin ini kesalahanmu juga karena sering tidak berangkat saat latihan reguler. Ayo lebih giat lagi!
  1. Susah meyakinkan orang tua tentang Marching Band
    Mempunyai orang tua yang kurang bahkan tidak tahu mengenai Marching Band ada enak dan tidak enaknya. Enaknya mereka akan mendukung penuh kita di Marching Band karena menganggapnya merupakan kegiatan yang positif. Tidak enaknya, mereka akan menyalahkan Marching Band apabila terjadi masalah di perkuliahan kamu. Ini karena orang tua tidak banyak tahu bagaimana proses dalam Marching Band. Akhirnya mereka meminta kamu untuk keluar dari Marching Band. Inilah tugas kamu, meyakinkan orang tuamu bahwa nilai kuliahmu akan baik-baik saja meskipun ikut Marching Band yang sebegitu padat jadwal latihannya.
  1. Ada lagi?
    Mungkin bisa saja alasan lainnya seperti kamu merasa tidak nyaman sama respons teman-teman kelasmu yang tidak ikut Marching Band. Mereka akan bilang kamu sok sibuk lah, latihan terus pantes jomblo, tidak mau ikut hang out bareng temen sekelas, dsb. Atau alasan lainnya karena ada dosenmu yang tidak suka Marching Band dan akan mengancam nilai buruk padamu. Ini mungkin saja terjadi, hahaha.

Ternyata begitu banyak alasan yang bisa kamu pakai buat keluar dari Marching Band. Terserah kamu mau pilih yang mana. Yang jelas masing-masing alasan tadi lumayan cukup efektif untuk meninggalkan dunia Marching Band yang menurutmu menyiksa. Tapi, ada juga lho anak Marching Band yang tidak perlu alasan berbelit-belit untuk keluar dari Marching Band. Mereka justru keluar dengan terhormat karena merasa telah meninggalkan kebaikan di sana. Sebenarnya setiap permasalahan ada jalan keluarnya, sehingga kamu tidak perlu mencari-cari alasan buat kabur dari masalah itu. Asal kamu bisa memanajemen pola hidupmu dengan baik, maka semuanya akan baik-baik saja. Nantinya, antara hidupmu yang sebenarnya dengan hidupmu sebagai player Marching Band akan berjalan beriringan.

Jadi, kamu masih mau keluar dari Marching Band?

(humas-bagus)

Jogja Marching Day 2015

Pada tanggal 6-7 Juni kemarin, Marching Band Sebelas Maret kembali mengikuti kegiatan JMD (Jogja Marching Day). JMD merupakan kegiatan latihan bersama antar unit-unit Marching Band dari dalam maupun luar Yogyakarta dan merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh KBMBY (keluarga besar Marching Band Yogyakarta). JMD 2015 ini diadakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jalan Lingkar Selatan, Kasihan, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan mengusung tema “MARCHING GRENADE EXPLOTION” dimana dalam tema ini tersirat makna tentang sound, beat, and wave to be one yang merupakan penggabungan ketiga unsur tersebut dalam dunia Marching Band.

Banyak sekali unit-unit Marching Band yang mengikuti JMD tahun ini, diantaranya MB UPN Jogja, MB UGM, MB Atma Jaya, CDB UNY, MB Saraswati ISI Jogja, MB Bahana Putra Soedirman UNSOED, MB UII, Drum Corps UMY, MB UPN Veteran, MB UMS, MB IAIN Surakarta, MB Trisakti, dan lain-lain.

JMD tahun ini dikemas lebih berbeda dari tahun sebelumnya. JMD 2015 ini menghadirkan coaching clinic dengan pemateri yang handal, seperti Fataji (Majestic) dan ahmad Zulhadi (ISI), Sehat Kurniawan Saiman (Citra Intirama), Priya Jatmiko (Pelatih MBGSB Banten), Gading Maulana (TAMA) dan Team Citra Intirama Indonesia. Pada malam harinya, terdapat pula acara Pentas Seni dengan diisi penampilan-penampilan dari setiap kelompok yang telah ditentukan sebelumnya. Yang membuat acara malam ini lebih meriah, JMD 2015 juga menghadirkan banyak bintang tamu yang luar biasa, seperti Kesper ISI, Brass Hadiningrat Jogja, JGC, JUMP, dan Acoustic. Pada pentas seni ini juga terdapat pemilihan beberapa kategori, seperti JMD tampan, JMD cantik, dan JMD kece, dan Alhamdulillah kategori JMD kece jatuh ke tangan MB UNS yaitu Ilham Budi Irawan (Baritone, 28). Pada hari Minggu, seluruh peserta JMD tampil bersama-sama dengan memainkan sebuah lagu instrument yang telah dipelajari selama JMD.

Dengan adanya acara JMD ini, semoga tidak hanya menambah skill para player Marching Band, akan tetapi juga akan mempererat tali silaturrahmi antar unit Marching Band di Indonesia.

JAYA-lah Marching Band Indonesia! 😀

MB UNS: Tak Melulu Musik

 

Bagi mahasiswa UNS pasti sudah tidak asing dengan UKM Marching Band Sebelas Maret (MB UNS). Bagaimana tidak, penampilan MB UNS adalah salah satu yang wajib setiap kali upacara Pelantikan Mahasiswa Baru (PMB), upacara Dies Natalis, maupun upacara peringatan HUT RI di halaman Gedung Rektorat dr. Prakosa. Penampilan MB UNS selalu mampu menarik perhatian penontonnya melalui alunan musik dan penampilan visual mereka yang khas dengan warna biru itu. Tidak heran jika stand mereka di EXPO UKM UNS setiap tahunnya selalu dipenuhi oleh mahasiswa baru yang berminat untuk menjadi anggota MB UNS.

Foto bersama setelah pentas Pelantikan Mahasiswa Baru (PMB) 2015.

 

Dari Drumband ke Marching Band

Pada mulanya, unit yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-27 pada 11 Maret 2015 yang lalu ini, menggunakan format drum band, yakni komposisi alat perkusi yang lebih banyak daripada alat non-perkusi. Baru pada awal tahun 2000-an, MB UNS berganti format menjadi marching band dengan menambah komposisi alat non-perkusi sehingga seimbang dengan alat perkusi.

Sejak perubahan format itu, MB UNS mulai menelurkan berbagai prestasi di ajang kompetisi marching band yang bertaraf nasional seperti Grand Prix Marching Band (GPMB) hingga yang berkelas intenasional, seperti Bandung Marching Band Championship (BMBC).

 

UKM Paling Berisik

Begitulah kesan para penghuni Gedung Porsima dan Grha UKM UNS mengenai MB UNS. Bagaimana tidak, mereka harus merelakan agenda rapat kegiatan mereka terganggu oleh kegaduhan yang diciptakan oleh pemain MB UNS yang tengah berlatih di halaman Porsima. Apalagi menjelang pentas atau kejuaraan, latihan MB UNS seakan-akan tidak kenal waktu, karena kerap mengadakan latihan dari pagi hingga tengah malam, bahkan dini hari.

Latihan yang cukup menyita pikiran dan fisik seperti itu  bukanlah halangan bagi pemain MB UNS untuk berjuang mengharumkan almamater tercinta, UNS. Meskipun mereka harus berpanas-panasan atau merasakan dingin ketika berlatih hingga dini hari, namun semangat mereka masih terlihat ketika meneriakkan yel-yel kebanggaan mereka dengan suara lantang. “Do the best! Be the best! God takes the rest!! UNS Jaya!!” Sepenggal kalimat sederhana itulah yang selalu menjadi motivasi bagi para pemain untuk berusaha yang melakukan yang terbaik dan dan menyerahkan hasil akhir kepada Tuhan.

12108206_10205158003176161_280881017731665267_n
Battery! Beat with us!!

 

Usaha dan kerja keras para pemain selama ini pun tidak sia-sia ketika MB UNS berhasil menyabet berbagai prestasi dalam ajang kejuaraan yang baru saja mereka ikuti, yakni Bandung Marching Band Championship V 2014. Tidak tanFoto bersama setelah penampilan tidak pernah terlewatkan.ggung-tanggung, enam piala berhasil mereka bawa pulang dari kompetisi tahunan tersebut. Bahkan dalam mata lomba Marching Percussion Contest, tim perkusi MB UNS mampu membawa pulang piala bergilir dari Gubernur Jawa Barat untuk kedua kalinya secara berturut-turut

 

Tak Sekadar Bermain Musik

UKM yang satu ini memang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan bermusik. Tapi jangan salah, mereka tidak asal lho, ketika bermain musik. Marching band terkenal ketat dengan berbagai macam aturan ketika latihan. Begitu juga dengan MB UNS. Saat latihan, jangan sekali-kali datang terlambat tanpa konfirmasi atau teman-teman kalian yang akan mendapat hukuman push-up atau lari keliling halaman gedung Porsima. Peraturan semacam itu membuat para pemain akan berpikir untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi.

11828628_10204758138939805_7242813967073000727_n
Funday, salah satu cara untuk refreshing setelah latihan yang cukup menguras pikiran.

MB UNS mengajarkan anggotanya untuk memiliki sikap disiplin dalam berbagai hal. Dengan kedisiplinan yang tinggi, mereka akan lebih mudah dalam membagi waktu antara latihan dan kegiatan yang lain di luar marching band. Apalagi sebagai unit kampus yang pemainnya sebagian besar adalah mahasiswa UNS yang memiliki segudang kegiatan selain marching band. Mereka kerap dihadapkan pada jadwal kuliah yang padat dan latihan regular yang cukup menyita waktu. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain MB UNS untuk  membagi waktu mereka antara kuliah dan latihan. Kuliah oke, latihan ayo.

Marching band juga mengajarkan anggotanya untuk selalu bertanggung jawab. Mulai dari yang kecil seperti tanggung jawab terhadap alat masing-masing hingga tanggung jawab untuk mengantarkan  MB UNS menjadi unit yang mampu bersaing dengan unit-unit lain di tingkat nasional maupun internasional.

Perlu tim yang solid dan kompakdalam bekerja sama untuk memikul tanggungjawab yang cukup besar itu. Maka tidak heran, rasa kekeluargaan yang terjalin antar pemain MB UNS sangat erat. Gedung Porsima UNS, atau yang lebih akrab dengan sebutan “gudang” oleh anak-anak MB UNS, telah menjadi rumah kedua bagi para anggota MB UNS. Rasa kekeluargaan seperti itulah yang diperlukan sebuah tim untuk menciptakan suasana yang harmonis agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan, yakni menjadi unit yang disegani di tingkat nasional maupun internasional. (hafid)

Latal MB UNS 2015
Latal MB UNS 2015