KIRAB BUDAYA DJARUM SENSASI 10

Benteng Vastenburg Solo, 10 Maret 2018, Marching Band Sebelas Maret Surakarta menjadi bagian dari rangkaian penutup acara Festival Heppiii Sensasi 10. Puncak acara penutup ini dimulai dengan kirab budaya yang berparade dari Benteng Vastenburg menuju Wedangan Cendhana Wangi Pasar Gede. Marching Band Sebelas Maret dipercaya untuk mengiringi jalannya parade.

 

 

Acara dimulai pukul empat sore. Dalam waktu tiga puluh menit saja rombongan parade telah sampai di area Pasar Gede. Kemudian setelah ishoma, pukul tujuh malam rombongan kirab budaya kembali berparade ke arah Benteng Vastenburg untuk puncak acara penutup yang diisi oleh penampilan musik dari Nufi Wardhana, Tora Sudiro, dan masih banyak lagi.

 

 

Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami, semoga kami dapat lebih membanggakan almamater UNS tercinta. Terima kasih pula untuk semua anggota dan player yang sudah berkonstibusi dalam acara ini.

Do the Best, Be the Best, God Takes the Rest. UNS Jaya!!!

TEAMWORK: KAMU ITU PENTING!

Marching Band merupakan sebuah tim yang terdiri dari banyak individual untuk menampilkan musik dan visual. Dalam marching band, ada sebuah section yang memiliki anggota terbanyak, yaitu Brass. Semakin banyak orang, maka semakin sulit untuk menyatukan pikiran, bukan? Bagaimana dengan brass, yang terbagi menjadi beberapa sub-section yaitu high, middle, dan low brass? Pada artikel kali ini,  Humas MB UNS mewawancarai tiga narasumber terpercaya secara eksklusif, sebut saja Bapak, DC, dan PywareMan.

Pertanyaan pertama adalah mengapa setiap orang dibutuhkan dalam marching band? Bukankah anggota marching band sangat banyak, sehingga jika satu orang tidak ada maka tidak masalah?

Bapak berkata, jika ditanya apakah satu orang tidak hadir tidak apa-apa maka bisa dibilang tidak apa-apa, namun yang menjadi apa-apa adalah ketika kita mempertimbangkan efek dari ketidakhadiran salah satu komponen dalam latihan ternyata sangat berpengaruh besar terhadap banyak tujuan yang ingin dicapai.

DC menjelaskan, kalau marching band tidak hanya tentang musik dan display, tapi juga tentang pendidikan, seperti bagaimana belajar bertanggungjawab dan bekerjasama. Lalu, bagaimana caranya tim tersebut dapat terbentuk jika ada seseorang yang tidak menempati posisinya. Misalnya dalam tim olahraga seperti sepak bola, voli, atau basket, yang dimainkan dengan jumlah tertentu. Jika ada satu orang yang hilang dan tidak menempati posisinya, tentunya akan menambah beban untuk anggota tim yang lain.

Kemudian PywareMan menyampaikan, dalam marching band anggota dituntut untuk satu komando dan satu suara. Cara berjalan diatur, semua diatur. Sehingga jika salah satu orang tidak ada, maka akan berpengaruh secara mental terhadap anggota yang lain.

Lalu bagaimana dalam bidang teknis? Pertanyaan ini mungkin lebih fokus terhadap section brass, karena brass adalah section dengan anggota terbanyak.

Menurut Bapak, secara teknik semua komponen dapat dipastikan mencapai target materi dengan latihan yang sesuai. Namun karena marching band adalah satu kesatuan, maka semua bentuk kegiatan yg tercipta didalamnya sudah pasti dibuat untuk dicapai dan dijalani bersama. Jadi kalau satu orang tidak datang mungkin tidak apa-apa, tapi untuk latihan selanjutnya semua orang yang telah hadir sebelumnya akan merelakan latihan untuk mengulang materi demi orang yang tidak hadir dalam latihan. Target akan mundur, tidak tercapai sesuai waktu yang diharapkan karena harus mengulang-ulang materi yang sama.

Lalu menurut PywareMan dari segi teknis lapangan, satu manusia itu berpengaruh di lapangan, terlebih dalam hal visual. Visual di lapangan membutuhkan banyak orang. Jikalau musik ada hal yang disebut lip-sync, visual tidak bisa di-lip-sync-kan. Marching band membutuhkan kuantitas. Semakin banyak kuantitas semakin baik. Misalnya saja komposisi brass 60 orang dengan brass 40 orang akan terasa berbeda dari segi musikalitasnya juga. Namun secara kualitas tidak bisa ditentukan berdasarkan kuantitas. Yang jelas, tiap-tiap orang menentukan kualitas satu section tersebut.

Kemudian menurut DC, setiap arranger atau musisi memiliki aturan standar untuk jumlah orang dalam komposisinya. Misalnya saja trumpet di set untuk dimainkan oleh 18 orang dengan pembagian 6-6-6. Ketika satu orang tidak ada, maka komposisinya akan berubah menjadi 6-6-5 dan  keseimbangannya akan berantakan. Beda halnya jika memang sudah dilatih untuk komposisi 6-6-5, mungkin keseimbangannya bisa dilatih dari awal dengan diakali untuk sub-section yang hanya ada lima orang agar menaikkan volume suaranya.

Adakah kata-kata yang ingin disampaikan kepada anggota tim yang sedang berproses?

PywareMan menyampaikan, di Marching Band Sebelas Maret ada slogan “esprit de corps” sebagai pemersatu. Slogan yang artinya rasa bangga, semangat juang, dan loyalitas terhadap tim harus diterapkan sebagai jati diri bersama.

Bapak berkata, kehadiran seseorang bisa menjadi tidak berarti apa-apa atau bahkan bisa menjadi sesuatu yang berarti bagi apa-apa. Ketidakhadiran yang tidak jelas terutama akan menularkan virus yang sama. Mengakibatkan orang yang sedang dalam proses latihan juga terpengaruh. Mungkin akan ada beberapa pemikiran yang berbeda dari setiap orang yang hadir dalam proses latihan. Bisa jadi orang tersebut berpikir, ‘enak ya gak latihan, disini yang latihan capek capek eh dianya enak enakan main.’ Adapula mungkin yg berpikir positif. Namun pemikiran tersebut tidak akan tercipta jika ketidakhadiran seseorang jelas keterangannya. Tidak menimbulkan asumsi-asumsi.

Jadi kalau mau tidak hadir ya mungkin bisa berpikir dulu. Setelah berpikir, lalu pikirkan lagi. Setelah dipikirkan lantas pikirkan lagi. Pokoknya pikir aja terus. Apakah sudah pantas tidak hadir latihan dengan memikirkan banyak pertimbangan efek efek yang akan timbul kedepannya. Berkaca juga mungkin ya. Kalau ingin meninggalkan latihan, coba dipikir saat kita latihan apakah kita juga mau ditinggalkan.

“Udah cukup kenangan aja yang pergi, kamu jangan.”

MB UNS DI WINTER GUARD INTERNATIONAL THAILAND CHAMPIONSHIPS 2017

Marching Band Sebelas Maret untuk pertama kalinya mengukir sejarah di negeri orang. Winter Guard International Thailand Championships 2017 dilaksanakan pada 15-17 Desember 2017 di Veesommai Stadium, Sisaket, Thailand. WGI Thailand 2017 diikuti oleh beberapa peserta dari berbagai negara diantaranya Indonesia, Filiphina, dan Thailand.

MB UNS meraih dua prestasi membanggakan dari dua kategori kejuaraan yang diikuti. Pada kategori Independent Color Guard Contest, MB UNS meraih peringkat 2 dengan mengusung tema “Aether” yang dimainkan oleh 18 player. “Aether” adalah empat elemen yang membentuk bumi yaitu Aqua (Air), Ignis (Api), Aer (Angin), dan Terra (Alam). MB UNS menggunakan banyak properti untuk menggambarkan elemen-elemen tersebut seperti bola, globe, kincir angin, dan sebagainya.

 


 

Untuk kategori Independent Winds, MB UNS meraih peringkat 2 dengan tema “Tom and Jerry” yang dimainkan oleh 36 player brass, 12 player pit instrument, dan 4 orang talent sebagai Tom, Jerry, Merry, dan Butch. Tema ini menceritakan bagaimana Jerry yang selalu bertengkar dengan Tom, melihat Tom jatuh cinta pada Mary dan kemudian patah hati, berniat membantu Tom menjahili Butch untuk mendapatkan Mary kembali. Kisahnya diakhiri secara happy ending dengan Tom bahagia bersama Mary dan memberikan potongan keju besar untuk Jerry.

 

 

Proses menuju kejuaraan internasional ini dimulai dari bulan Januari. Banyak tahap yang sudah dilalui pada proses ini, dari latihan reguler, latihan panjang, training camp, band camp, grand band camp, karantina, hingga konser pamit mengingatkan pada pepatah “Proses tidak akan mengkhianati hasil”, dan hal itu terbukti dengan kerja keras dan doa yang sungguh-sungguh dari semua pihak yang terlibat pada proses hingga kemenangan ini bisa dipersembahkan untuk almamater tercinta Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Terimakasih sebesar-besarnya kepada semua pihak Rektorat dan Pembina MB UNS, Drs. Tundjung Wahadi Sutirto M.Si yang selalu membimbing dan membantu dari setiap proses hingga kejuaraan, kepada semua purnabakti yang senantiasa mendukung dan memberikan semangat hingga proses ini tidak terasa berat, kepada semua player, pelatih, arranger, designer, tim manajerial, dan pengurus yang sudah bekerja keras, berdoa, dan bersemangat sepenuh hati demi mengharumkan almamater Universitas Sebelas Maret di tingkat Internasional.
DO THE BEST, BE THE BEST, GOD TAKES THE REST!

WGI Thailand Championship 2017

WGI Thailand Championship 2017 merupakan sebuah kompetisi color guard, wind dan percussion yang diikuti oleh Sekolah Menengah Atas (SMA), Universitas dan Umum, dengan pembagian 2 Divisi, yakni Scholastic dan Independent. Peserta WGI Thailand Championship 2017 berasal dari Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Philippines.Peserta dari Indonesia antara lain Universitas Sebelas Maret dan Universitas Indonesia.

Dua perwakilan dari Indonesia ini mengikuti dua kategori yang sama, yaitu Winds Independent Open dan Color Guard Independent Open. Madah Bahana Universitas Indonesia menggunakan tema “What A Day!” untuk kedua kategori sedangkan Universitas Sebelas Maret menggunakan tema Tom and Jerry untuk Winds dan Aether untuk Color Guard Contest.

WGI Thailand Championship 2017 diadakan pada 15-17 Desember 2017 di Vi Sommai Stadium, Sisaket, Thailand. WGI Thailand Championship 2017 bekerja sama dengan Thailand World Music Championship 2017 yang diadakan pada tanggal yang sama di Sisaket New Stadium, Sisaket, Thailand.

Winter Guard International (WGI) adalah sebuah organisasi marching band yang berpusat di Amerika Serikat yang berdiri sejak 1977, karenanya keseluruhan Dewan Juri yang terlibat dalam kegiatan ini merupakan Juri Internasional yang berasal dari Amerika Serikat.

Konser Pamit: MB UNS WINTER GUARD INTERNATIONAL THAILAND CHAMPIONSHIPS 2017

Konser Pamit merupakan rangkaian wajib yang selalu diselenggarakan sebelum MB UNS berangkat menuju kejuaraan atau kompetisi yang diikuti. MB UNS memohon pamit serta doa restu kepada seluruh keluarga MB UNS, masyarakat UNS, serta semua yang hadir demi kelancaran dan kemudahan proses hingga kejuaraan. Tahun 2017 ini MB UNS mengikuti kejuaraan Winter Guard International Thailand Championships di Sisaket, Thailand. MB UNS mengikuti tiga mata lomba yaitu Independent Color Guard Contest, dan Independent Winds. Pada kejuaraan kali ini MB UNS mengusung tema “Aether” untuk Color Guard dan “Tom and Jerry” untuk Winds. Acara Konser Pamit dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 3 Desember 2017 pukul 18.00 WIB yang bertempat di Gor Manahan.

 

 

Marching Band Sebelas Maret di event Konser Pamit ini membawa 52 orang player Winds dan 18 player Color Guard. Ratusan penonton menghadiri acara Konser Pamit yang dimana merupakan Drs. Tunjung Wahadi S., M.Si., selaku pembina MB UNS, Drs. Rohman Agus Pratomo selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni, mahasiswa UNS, serta kerabat dan keluarga dari MB UNS.

Terimakasih kepada semua pihak yang sudah mau berpartisipasi dalam acara Konser Pamit: MB UNS WINTER GUARD INTERNATIONAL THAILAND CHAMPIONSHIPS 2017, semoga Marching Band Sebelas Maret bisa mengharumkan bangsa Indonesia dan juga almamater tercinta Universitas Sebelas Maret.