Merawat Alat Brass

Untuk merawat alat tiup seperti trumpet, barithone, trombhone dan sebagainya yang penting alat tiup cara perawatanya adalah sebai berikut :
Sebaiknya, trumpet (seluruh jenisn alat tiup) dibersihkan secara berkala setiap beberapa bulan. Bahan kimia, garam dan enzim dari nafas dan air liur lambat laun akan bertambah di dalam alat, yang efeknya akan mengurangi kualitas bunyi dan mengganggu aliran udara lewat alat.
Untuk membersihkan alat – alat tersebut, langkah-lngkah yang sebaiknya dilakukan adalah :
  1.  Alirkan air suam-suam kuku (tidak panas, ini bisa merusakkan cat penutup pernis trumpet), air tersebut dimasukkan kedalam trumpet dengan sedikit campuran sabun tangan di air tadi.
  2. Bongkar trumpet dengan hati-hati, keluarkan semua klep dan slide, dan dengan lembut seka minyak atau oli dengan sehelai kain mulus yang halus. Tempatkan sehelai handuk dan letakkan trumpet untuk berendam selama sesekitar setengah jam. Masing-masing klep sebaiknya dinomori. (pada trumpet tertentu, setiap valve telah diberi nomor dari pabriknya)
  3. Jika ada, gunakan alat pembersih khusus untuk alat tiup (sikat membersihkan yang dibuat dari pipa potong fleksibel dengan sikat di masing-masing ujungnya), masukkan alat tersebut pada lubang alat utama (yang paling besar) sampai jarak terakhir yang bisa dicapai. gosok dan lakukan didalam air tadi.
  4. Berikutnya, gunakan sehelai kain untuk membersihkan lubang di klep dan tempat klep. bersihkan dengan menggunakan air dan diamkan/diangin-anginkan. valve/klep ini harus benar-benar kering, karena, oli/minyak tidak bergabung dengan air dan klep/slide membutuhkan minyak.
  5. Betelah alat sudah kering, oleskan minyak klep ke masing-masing klep, dan juga ke pembungkus klep, begitu juga pada slide. Jangan lupa untuk membersihkan kelebihan minyak di klep dan slide.
  6. Terakhir, alirkan air ke mouthpiece dan gunakan sikat untuk membersihkannya.
HAL-HAL PENTING YANG HARUS DI INGAT
  • Jangan pakai pembersih kasar yang mungkin merusak trumpet
  • Jangan pakai air panas selain itu jangan lupa memberikan minyak pada klep trumpet paling tidak sekali seminggu
1. Melepas Komponen Alat Musik ( Disassembly )
  •  Lepaskan slide no. 1 dengan cara menekan valve no.1 kemudian tarik slide sampai lepas dari outside slide. Begitu juga dengan slide no. 2 dan No. 3
  • Lepaskan Tuning Slide dengan cara menarik keluar sampai lepas dari outside tuning slide
  • Lepaskan valve No. 1 dengan cara melepas cap top button terlebih dahulu dan kemudian tarik valve sampai lepas dari valve casing. Begitu juga untuk valve no. 2 dan no. 3
  • Lepas cap bottom no. 1 , No, 2, dan no. 3
Setelah proses melepas komponen ( disassembly ) selesai, proses selanjutnya adalah :
  •  Bersihkan bagian – bagian yang telah dilepas dengan menggunakan polishing cloth
  • Bersihkan bagian dalam body , casing, mouthpipe dan outside slide dengan menggunakan polishing gauze dan cleaning rod valve.
  • Bersihkan bagian dalam mouthpiece dengan menggunakan muthpiece brush
  • Untuk perawatan berkala per 6 bulan, setelah proses disassembly, body dan semua komponen direndam dalam air panas yang dicampur dengan Brass Soap selama 1 jam
  • Setelah direndam selama 1 jam , bersihkan bagian dalam body, slide , casing dan mouthpiece dengan flexible cleaner . keringkan body dan bagian komponen sebelum dirakit ( assembly ).
2. Merakit ( Assembly )
 Setelah selesai proses membersihkan , kemudian pasang kembali seluruh komponen sebagai berikut :
  •  Pasang valve no. 1 , no. 2 dan n. 3 dengan memberi valve oil terlebih dahulu kemudian pasang cap bottom.
  • Pasang slide no. 1 , no. 2 dan no. 3 ke outside slide dengan memberi slide greese terlebih dahulu.
  • Untuk memasang slide harus diingat untuk menkan valve seperti pada waktu melepas slide.
  • Selanjutnya memasang tuning slide dengan memberi tuning slide oil atau slide greese terlebih dahulu.
  • Setelah selesai proses assembly, bersihkan alat musik marching anda dengan menggunakan polishing cloth yang sudah diberi silver polish atau lacquer polish.

Unjuk Aksi Anak DIKSAR

Solo, 11 januari 2014. Malam Unjuk Aksi Anak Diksar MB UNS 2014 adalah sebuah penampilan dari teman teman diksar MB UNS 2013. Mereka sebelumnya telah melewati proses perekrutan, pertemuan perdana, placement section dan alat yang kemudian mengikuti proses diksar atau pendidikan dasar marching band UNS sejak September 2013 sampai Januari 2014. Malam Unjuk Aksi ini bertujuan agar rekan rekan yang baru bergabung dengan MB UNS ini merasakan hasil latihan mereka selama di Diksar MB UNS. Selain itu, Malam Unjuk Aksi ini bertujuan untuk memupuk rasa percaya diri untuk tampil di hadapan penonton karena pada malam Unjuk Aksi ini disaksikan oleh rekan rekan Pengurus, Purnabakti dan Anggota MB UNS lainnya.

Penampilan terbagi pmenjadi 3 section yaitu Percussion, Brass dan Color guard. Diharapkan kedepan nya dapat menumbuhkan semangat bagi rekan rekan ini untuk tampil dan berkompetisi diajang selanjutnya. Karena Malam Unjuk Aksi ini bukanlah akhir dari proses Diksar, namun ini merupakan awal dari sebuah proses untuk penampilan dan kompetisi yang lebih besar.
Jayalah MB UNS ku!

Official Trailer for the movie “12 Menit Untuk Selamanya”

This is a story about struggle. Struggle for self-defeating. For the sake of a very simple aspiration : to realize 12 minutes that they will remember forever. A marching band in Bontang is struggling to become a champion of a major event : the Grand Prix Marching Band. Repeatedly failed to become champion, a new coach named Rene eventually lead that Marching Band. Rene – a woman coach with strong character – forced them to practice very hard during 12 months after 12 minutes in Grand Prix Marching Band. Tara, Elaine, and Lahang are members of this Marching Band. Three different children. Three different backgrounds and characters. And also three different problems. Tara has a pretty traumatic past which keeps haunting her. Meanwhile, Elaine and Lahang have to face conflicts with their own fathers. Their conflicts increased just before leaving for Jakarta. All three have strong enough reasons to stop struggling and not going to GPMB. So what will Rene, Tara, Elaine, and Lahang do? Could they beat themselves? Could they realize the 12 minutes ?

 

[youtube=https://www.youtube.com/watch?v=–YAU0-zaGU]

Mentaut Persahabatan Universitas Padjajaran dan Universitas Sebelas Maret dalam Bingkai Kesenian.

Bandung, 22 Nopember 2013 tim kesenian UNS yang terdiri atas Marching Band Sebelas Maret Surakarta, Paduan Suara Voca Mahasiswa Erudita, dan Badan Kesenian Tradisional (BKKT) UNS melaksanakan muhibah seni balasan ke kampus UNPAD Bnadung. Bertempat di auditorium bale santika, kampus UNPAD Jatinangor, acara dimulai pukul 16.00 WIB. Tahun sebelumnya UNPAD melaksanakan muhibah seni ke UNS sehingga kini giliran UNS yang berkunjung melakukan muhibah seni balsan dalam acara Mentaut Persahabatan Universitas Padjajaran dan Universitas Sebelas Maret dalam Bingkai Kesenian.

Tim kolaborasi seni ini menampilkan pagelran seni dengan cirri khas Jawa. Marching Band Sebelas Maret menampilkan Marching Percussion Jawa Mabahunasa yang sebelumnya dibawakan pada kompetisi BMBC lalu dan lagu Padhang Bulan. PSM membawakan lagu dolanan yang cukup terkenal, Gundul Gundul Padul dan Motor Motor Cilik. Dan BKKT menampilkan tari Gambyong serta tari Kusuma Yudha. Dengan proses latihan yang terbilang cukup singkat hanay satu bulan Penampilan yang berdurasi sekitar 60 menit berjalan lancer dan mendapat apresiasi yang sangat baik dari penonton.

Dengan adanya acara ini diharapkan hubungan UNPAD dan UNS dapat terjalin semakin baik kedepannya. Baik dalam hal akademik maupun seni.

Apa itu Grand Prix Marching Band ?

Grand Prix Marching Band atau lebih dikenal dengan singkatan GPMB merupakan ajang kompetisi orkes barisan/marching band tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Yayasan GPMB di Indonesia. Kompetisi ini memperebutkan piala Presiden, piala Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, piala Menteri Pemuda dan Olahraga, piala Menteri Pendidikan Nasional, dan piala Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sebagai ajang kompetisi orkes barisan tertua, penyelenggaraan GPMB seringkali digunakan pula sebagai tolak ukur atas perkembangan orkes barisan di Indonesia. Umumnya diselenggarakan di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta. Kompetisi GPMB pertama kali dicetuskan oleh Gusanto Moeljohardjo, diselenggarakan pada tanggal 29 Desember 1982 dengan nama Tournament Invitation Marching Band atau TIMB di Balai Sidang Senayan, Jakarta. Antusiasme serta respon positif atas penyelenggaran tersebut membuat penyelenggaraannya kembali digelar pada tanggal 27 hingga 30 desember 1983 dan merubah nama TIMB menjadi Grand Prix Marching Band (GPMB) yang dimaksudkan sebagai pengembangan lebih lanjut atas kompetisi TIMB sebelumnya, Setelah itu GPMB kemudian dijadikan sebagai ajang kompetisi tahunan yang umumnya digelar pada bulan desember setiap tahunnya. Penilaian dalam setiap penampilan kelompok orkes barisan peserta GPMB umumnya terbagi dalam beberapa aspek:

* Aspek musikal; meliputi harmonisasi, serta teknis permainan baik kelompok, ataupun perseorangan: Music Analysis Horn Line, Music Analysis Percussion Line, Solo Horn, Duet Horn, serta Solo Percussion.

* Aspek visual; meliputi koreografi, baris berbaris, busana, serta teknis permainan secara kelompok ataupun perseorangan: Marching and Maneuvering, Display and Showmanship, Color Guard, Busana Team, serta Busana Field Commander. * Aspek kepemimpinan; umumnya meliputi faktor individu, komandan lapangan, dalam kapasitasnya memimpin sebuah pertunjukan: Field Commander.

* Aspek umum; meliputi faktor seni serta estetika dalam pertunjukan secara keseluruhan: General Effect.