Official Trailer for the movie “12 Menit Untuk Selamanya”

This is a story about struggle. Struggle for self-defeating. For the sake of a very simple aspiration : to realize 12 minutes that they will remember forever. A marching band in Bontang is struggling to become a champion of a major event : the Grand Prix Marching Band. Repeatedly failed to become champion, a new coach named Rene eventually lead that Marching Band. Rene – a woman coach with strong character – forced them to practice very hard during 12 months after 12 minutes in Grand Prix Marching Band. Tara, Elaine, and Lahang are members of this Marching Band. Three different children. Three different backgrounds and characters. And also three different problems. Tara has a pretty traumatic past which keeps haunting her. Meanwhile, Elaine and Lahang have to face conflicts with their own fathers. Their conflicts increased just before leaving for Jakarta. All three have strong enough reasons to stop struggling and not going to GPMB. So what will Rene, Tara, Elaine, and Lahang do? Could they beat themselves? Could they realize the 12 minutes ?

 

[youtube=https://www.youtube.com/watch?v=–YAU0-zaGU]

Mentaut Persahabatan Universitas Padjajaran dan Universitas Sebelas Maret dalam Bingkai Kesenian.

Bandung, 22 Nopember 2013 tim kesenian UNS yang terdiri atas Marching Band Sebelas Maret Surakarta, Paduan Suara Voca Mahasiswa Erudita, dan Badan Kesenian Tradisional (BKKT) UNS melaksanakan muhibah seni balasan ke kampus UNPAD Bnadung. Bertempat di auditorium bale santika, kampus UNPAD Jatinangor, acara dimulai pukul 16.00 WIB. Tahun sebelumnya UNPAD melaksanakan muhibah seni ke UNS sehingga kini giliran UNS yang berkunjung melakukan muhibah seni balsan dalam acara Mentaut Persahabatan Universitas Padjajaran dan Universitas Sebelas Maret dalam Bingkai Kesenian.

Tim kolaborasi seni ini menampilkan pagelran seni dengan cirri khas Jawa. Marching Band Sebelas Maret menampilkan Marching Percussion Jawa Mabahunasa yang sebelumnya dibawakan pada kompetisi BMBC lalu dan lagu Padhang Bulan. PSM membawakan lagu dolanan yang cukup terkenal, Gundul Gundul Padul dan Motor Motor Cilik. Dan BKKT menampilkan tari Gambyong serta tari Kusuma Yudha. Dengan proses latihan yang terbilang cukup singkat hanay satu bulan Penampilan yang berdurasi sekitar 60 menit berjalan lancer dan mendapat apresiasi yang sangat baik dari penonton.

Dengan adanya acara ini diharapkan hubungan UNPAD dan UNS dapat terjalin semakin baik kedepannya. Baik dalam hal akademik maupun seni.

Apa itu Grand Prix Marching Band ?

Grand Prix Marching Band atau lebih dikenal dengan singkatan GPMB merupakan ajang kompetisi orkes barisan/marching band tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Yayasan GPMB di Indonesia. Kompetisi ini memperebutkan piala Presiden, piala Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, piala Menteri Pemuda dan Olahraga, piala Menteri Pendidikan Nasional, dan piala Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sebagai ajang kompetisi orkes barisan tertua, penyelenggaraan GPMB seringkali digunakan pula sebagai tolak ukur atas perkembangan orkes barisan di Indonesia. Umumnya diselenggarakan di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta. Kompetisi GPMB pertama kali dicetuskan oleh Gusanto Moeljohardjo, diselenggarakan pada tanggal 29 Desember 1982 dengan nama Tournament Invitation Marching Band atau TIMB di Balai Sidang Senayan, Jakarta. Antusiasme serta respon positif atas penyelenggaran tersebut membuat penyelenggaraannya kembali digelar pada tanggal 27 hingga 30 desember 1983 dan merubah nama TIMB menjadi Grand Prix Marching Band (GPMB) yang dimaksudkan sebagai pengembangan lebih lanjut atas kompetisi TIMB sebelumnya, Setelah itu GPMB kemudian dijadikan sebagai ajang kompetisi tahunan yang umumnya digelar pada bulan desember setiap tahunnya. Penilaian dalam setiap penampilan kelompok orkes barisan peserta GPMB umumnya terbagi dalam beberapa aspek:

* Aspek musikal; meliputi harmonisasi, serta teknis permainan baik kelompok, ataupun perseorangan: Music Analysis Horn Line, Music Analysis Percussion Line, Solo Horn, Duet Horn, serta Solo Percussion.

* Aspek visual; meliputi koreografi, baris berbaris, busana, serta teknis permainan secara kelompok ataupun perseorangan: Marching and Maneuvering, Display and Showmanship, Color Guard, Busana Team, serta Busana Field Commander. * Aspek kepemimpinan; umumnya meliputi faktor individu, komandan lapangan, dalam kapasitasnya memimpin sebuah pertunjukan: Field Commander.

* Aspek umum; meliputi faktor seni serta estetika dalam pertunjukan secara keseluruhan: General Effect.

 

 

1st Place Marching Percussion BMBC Bandung

Solopos.com, SOLO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Marching Band (MB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menjadi juara kedua dalam kontes perkusi internasional lewat ajang Bandung Marching Band Competition (BMBC2013, yang digelar di Aula Gymnastium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Sabtu (28/9/2013).

Mengusung tema Jawa Maba Hunasa, kearifan lokal budaya Jawa ditampilkan kelompok yang terdiri dari 24 orang ini. Tema tersebut menggambarkan tradisi kebudayaan Jawa yang masih lekat dengan budaya gotong-royong, sopan santun, saling menghormati, dan menerapkan tata krama dalam bermasyarakat.

Berangkat dari khasanah lokal yang dekat dengan keseharian, kelompok musik ini mewujudkan ide penggarapan musiknya dalam lima komposisi yang terdiri dari Adicara BukaKaping Pisan,Kaping KalihKaping Tiga, dan Pungkasan.

Instrumen untuk menghasilkan musik melodis yang digunakan dalam pementasan ini antara lainmarimbavibraphonebellxylophonexylorimba, kendang Jawa, gong, keyboard, dan bas. Sementara instrumen yang digunakan untuk menghasilkan musik ritmis antara lain snare drum,bass drummulti toms, dan simbal.

Ketua UKM Marching Band UNS, Dio Surya Bramadya, mengatakan masing-masing komposisi musik yang ditampilkan dalam pementasan ini menggambarkan keragaman budaya Jawa.

“Pada Adicara Buka dan Pungkasan, kami akan menampilkan musik yang menggambarkan kelembutan sekaligus ketegasan budaya Jawa. Kelembutannya melalui alat musik melodis, ketegasannya akan disuarakan lewat hentakan alat musik ritmis,” terang Dio ketika berbincang dengan Espos, Minggu (29/9).

Sementara komposisi musik yang lain menampilkan tembang dolanan dan musik pengiring upacara adat Jawa.

“Untuk move Kaping Pisan, kami menampilkan musik yang biasanya digunakan untuk upacaraJalan Lampah. Dalam move Kaping Kalih, kami menyajikan tembang-tembang dolanan seperti Gundul-gundul Pacul, Gambang Suling, dll. Sedangkan dalam Kaping Tiga, kami membawa iringan musik riang yang biasanya dipakai untuk tradisi gotong royong di desa-desa,” katanya.

Pelatih UKM Marching Band UNS, Hendri Cahya Wibowo, mengatakan Marching Band UNS bersaing bersama kontesan asal Thailand, Bandung, dan Jakarta.

“Persiapan kami sejak Juli lalu terbayar. Tema yang ditampilkan dalam kategori perkusi ini cukup beragam. Ada yang menampilkan lagu latar games Plant Vs Zombie hingga film Once Upon A Time. Hanya kelompok kami yang mengusung tema lokal. Juara pertama dari Thailand. Kami meraih juara kedua secara internasional dan juara pertama secara nasional,” ujar Hendri.

Lewat kemenangan ketiga yang diraih kelompok musik ini, lanjutnya, UKM Marching Band UNS bakal mantap menjajal kompetisi marching band ke negara tetangga. “Setelah mendapatkan nomor satu di tingkat nasional, kami akan menjajal kompetisi di negara tetangga,” pungkasnya.

Sebelumnya UKM Marching Band UNS pernah meraih juara III melalui kompetisi marching bandBMBC 2011 dalam kategori Brass Ensamble Contest dan Colour Guard Contest.

Konser Pamit Marching Band Sebelas Maret Surakarta

Konser Pamit
Marching Band Sebelas Maret Surakarta come back to
Bandung Marching Band Championship (BMBC) IV 2013 – GPMB Series

Selasa, 24 September 2013
Pukul 19.00 WIB
di Halaman Kantor Pusat (Rektorat) UNS

Ayo berikan dukungan untuk teman-teman kita!!
so, DON’T MISS IT!!!

JAWA MaBaHuNaSa
Manunggaling Raga, Manunggaling Jiwa, Manunggaling Kersa
UNS JAYA!!!!