7 Alasan Kenapa Kamu Harus Keluar dari Marching Band Sekarang

Mengikuti kegiatan Marching Band merupakan hal yang berat. Apalagi bagi seorang mahasiswa di sebuah universitas. Kesibukan sebagai mahasiswa dengan segudang tugas dan laporan saja kadang sudah mampu membuat kepala pusing, apalagi ditambah dengan jadwal latihan Marching Band yang tidak hanya sekali dalam seminggu.

Bagi mahasiswa di semester awal mungkin masih bisa mengimbangi antara kuliah dan Marching Band. Namun, bagi mahasiswa yang sudah menginjak semester 5 ke atas, agaknya akan mengalami kesulitan mengatur mana waktu untuk kuliah maupun Marching Band. Ini karena ada beberapa kewajiban yang harus dihadapi yaitu magang, KKN, dan juga penelitian skripsi. Dengan kondisi seperti ini, terkadang ada mahasiswa yang sebelumnya mengikuti Marching Band memilih untuk mundur dan fokus ke dunia perkuliahan. Lalu apa saja alasan lainnya yang mampu membuat seorang player Marching Band harus rela out dari dunia per-Marching Band-an? Ini dia…

  1. Marching Band sangat menyita waktu
    Latihan tak cuma sekali dalam seminggu, bahkan di weekend juga ada latihan panjang atau bandcamp. Bagaimana tidak menyita waktu kalau pagi sampai siang hari untuk kuliah dan sore sampai malam hari untuk latihan. Jadwal yang sudah diatur untuk mengerjakan tugas kelompok tiba-tiba berantakan apabila ada latihan mendadak untuk mengejar target. Permasalahan ini tidak mungkin ada kalau kamu sebagai anak Marching Band mampu me-manage waktu dengan baik. Kalau kuliah ya fokus kuliah, kalau latihan ya fokus latihan. Jadi, tidak ada waktu yang terbuang sia-sia.
  1. Marching Band bikin capek
    Malam hari yang seharusnya dipakai buat istirahat malah terpakai full buat latihan malam. Habis latihan masih mengerjakan tugas dan PR kuliah, alhasil baru bisa tidur setelah tengah malam. Pagi hari bangun untuk kuliah malah ngantuk di kelas. Penyebab ini semua ya karena tubuh kecapekan terforsir buat latihan. Tapi kalau tubuh sudah terbiasa dengan pola rutin latihan tidak akan capek kok. Asal kamu bisa menggunakan momen stretching dengan baik, nanti tidak akan terlalu capek saat drill maupun sectional. Jangan kebanyakan begadang untuk hal-hal yang tidak terlalu penting juga.

    ngjkiu

  1. Tujuan kuliah buat belajar bukan Marching Band
    Kuliah memang nomor satu, tapi Marching Band tidak boleh dinomor-duakan. Sering banget pelatih atau komandan latihan bilang ini saat apel latihan. Sebal juga sih. Tujuan kuliah kan memang buat belajar, berarti ya kuliah memang nomor satu. Mungkin ini lebih ke masalah komitmen. Dulu waktu kamu pertama kali mengisi formulir ikut Marching Band di kampus, pasti pertanyaan pertama adalah seputar komitmen. Jika kamu mulai mempertanyakan penyataan di atas tadi, coba ingat-ingat lagi komitmenmu saat pertama kali bergabung Marching Band.
  1. Tidak semua player punya skill Marching Band
    Kita memang punya keinginan buat gabung Marching Band. Kita sering datang latihan buat menerima materi demi materi, bahkan sampai mengikuti tutor dari asisten pelatih. Kadang kita merasa sudah rajin latihan tapi skill tidak bertambah, justru tertinggal sama teman yang jarang latihan. Mungkin kamu yang merasakan hal ini. Di saat inilah kamu merasa minder dan sempat terpikir untuk keluar dari Marching Band. Bahkan sampai bawa-bawa passion segala. Coba kamu flashback deh, bagaimana caramu menerima materi selama ini, apakah ada yang salah? Mungkin kesalahan bukan di kamu, tapi bagaimana cara pelatih atau aspel menyampaikan materi. Ini karena setiap orang punya caranya masing-masing buat menangkap materi. Nah, ini gunanya staf SDM atau non teknis buat menemukan solusinya.
  1. Marching Band menggagalkan liburan
    Adakalanya liburan yang sudah kamu rancang jauh-jauh hari setelah ujian semester terancam gagal karena dari kepelatihan tiba-tiba mengumumkan akan diadakan bandcamp bahkan karantina saat liburan. Mungkin kamu merasa tidak adil karena kamu sudah sering mengalah karena Marching Band sering memakai weekend kamu buat latihan panjang. Akhirnya kamu lebih memilih untuk meninggalkan latihan demi liburan yang menyenangkan dengan resiko ketinggalan materi dan belum juga mendapat teror SMS dari section leader. Saking sebalnya kamu kepikiran untuk keluar dari Marching Band saja. Mungkin kamu belum tahu apa tujuannya latihan di saat liburan. Tujuannya ya buat mengejar target latihan yang meleset di saat latihan reguler yang sering tidak fullteam. Mungkin ini kesalahanmu juga karena sering tidak berangkat saat latihan reguler. Ayo lebih giat lagi!
  1. Susah meyakinkan orang tua tentang Marching Band
    Mempunyai orang tua yang kurang bahkan tidak tahu mengenai Marching Band ada enak dan tidak enaknya. Enaknya mereka akan mendukung penuh kita di Marching Band karena menganggapnya merupakan kegiatan yang positif. Tidak enaknya, mereka akan menyalahkan Marching Band apabila terjadi masalah di perkuliahan kamu. Ini karena orang tua tidak banyak tahu bagaimana proses dalam Marching Band. Akhirnya mereka meminta kamu untuk keluar dari Marching Band. Inilah tugas kamu, meyakinkan orang tuamu bahwa nilai kuliahmu akan baik-baik saja meskipun ikut Marching Band yang sebegitu padat jadwal latihannya.
  1. Ada lagi?
    Mungkin bisa saja alasan lainnya seperti kamu merasa tidak nyaman sama respons teman-teman kelasmu yang tidak ikut Marching Band. Mereka akan bilang kamu sok sibuk lah, latihan terus pantes jomblo, tidak mau ikut hang out bareng temen sekelas, dsb. Atau alasan lainnya karena ada dosenmu yang tidak suka Marching Band dan akan mengancam nilai buruk padamu. Ini mungkin saja terjadi, hahaha.

Ternyata begitu banyak alasan yang bisa kamu pakai buat keluar dari Marching Band. Terserah kamu mau pilih yang mana. Yang jelas masing-masing alasan tadi lumayan cukup efektif untuk meninggalkan dunia Marching Band yang menurutmu menyiksa. Tapi, ada juga lho anak Marching Band yang tidak perlu alasan berbelit-belit untuk keluar dari Marching Band. Mereka justru keluar dengan terhormat karena merasa telah meninggalkan kebaikan di sana. Sebenarnya setiap permasalahan ada jalan keluarnya, sehingga kamu tidak perlu mencari-cari alasan buat kabur dari masalah itu. Asal kamu bisa memanajemen pola hidupmu dengan baik, maka semuanya akan baik-baik saja. Nantinya, antara hidupmu yang sebenarnya dengan hidupmu sebagai player Marching Band akan berjalan beriringan.

Jadi, kamu masih mau keluar dari Marching Band?

(humas-bagus)