KONSER PAMIT: MB UNS GOES TO INTERNATIONAL JOMC V 2016

14468518_10207339017780163_6429622121946627175_oKonser Pamit merupakan rangkaian proses menuju International Jember Open Marching Cometition (JOMC) V 2016. Acara Konser Pamit selalu diselenggarakan sebelum MB UNS berangkat menuju kejuaraan atau kompetisi yang diikuti dan memohon pamit serta doa restu demi kelancaran dan kemudahan proses hingga kejuaraan. International JOMC V adalah kejuaraan tingkat internasional yang diambil MB UNS di tahun 2016 ini. MB UNS mengikuti tiga mata lomba yaitu Marching Show Band, Street Parade, dan Individual Color Guard Contest. Pada kejuaraan kali ini MB UNS mengusung tema ”SOLO – The City of Culture”, karena kota Solo merupakan kota yang masih kental akan adat istiadat serta kebudayaannya yang khas selain itu kota Solo merupakan rumah dari MB UNS.

Gambar 1. Sambutan dari Ketua Umum MB UNS 2016, Rizanda Karuniasari
Gambar 1. Sambutan dari Ketua Umum MB UNS 2016, Rizanda Karuniasari

Acara Konser Pamit dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 16 September 2016 pukul 15.30 WIB yang bertempat di Stadion Universitas Sebelas Maret.

Gambar 2. Showtime Marching Show Band
Gambar 2. Showtime Marching Show Band
Gambar 3. Showtime Individual CG Contest oleh M. Gilang R.
Gambar 3. Showtime Individual CG Contest oleh M. Gilang R.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Umum MB UNS 2016 Sdri. Rizanda Karuniasari, General Manager MB UNS Goes to JOMC V 2016 Sdri. Isna Ruwaidatul, Pembina MB UNS bapak Drs. Tunjung Wahadi S. M.Si., dan Pembantu Rektor bidang Kemahasiswaan bapak Prof. Dr. Ir. Darsono M.Si. kemudian acara dilanjutkan dengan penampilan Marching Show Full Band dan Individual Color Guard Contest oleh M. Gilang R.
Acara ditutup dengan sambutan dari perwakilan orangtua dari Sdr. Yusya Azhari untuk memberikan restu untuk berangkat kejuaraan dan juga ucapan selamat jalan dan selamat berjuang dari semua penonton yang hadir di acara tersebut.

Gambar 4. Sambutan Perwakilan Orangtua dari Sdr. Yusya Azhari
Gambar 4. Sambutan Perwakilan Orangtua dari Sdr. Yusya Azhari
Gambar 5. Para Penonton Memberikan Salam Semangat
Gambar 5. Para Penonton Memberikan Salam Semangat

Marching Band Sebelas Maret di event Konser Pamit ini membawa 80 orang player dengan membawakan paket kejuaraan yang lengkap dengan unsur-unsur kota Solo seperti gamelan, gunungan, wayang, visualisasi “Kirab”, dan lagu “Kota Solo”. Ratusan penonton menghadiri acara Konser Pamit yang dimana merupakan mahasiswa UNS, serta kerabat dan keluarga dari MB UNS.

Gambar 6. Semua Peserta (Player) Memohon Doa Restu
Gambar 6. Semua Peserta (Player) Memohon Doa Restu

Terimakasih kepada semua pihak yang sudah mau berpartisipasi dalam acara Konser Pamit: MB UNS GOES TO INTERNATIONAL JOMC V 2016, semoga Marching Band Sebelas Maret bisa mengharumkan bangsa Indonesia dan juga almamater tercinta Universitas Sebelas Maret.

Fakta Unik tentang Kisah Percintaan Anak Marching Band

Anak Marching Band juga manusia lho, ingin merasakan cinta dan dicintai. Di tengah jadwal latihan yang padat dan bentrok sana-sini terkadang mereka nggak kepioniran soal pasaran. Boro-boro pasaran, jaga penampilan aja nggak. Dateng latihan ya pakai t-shirt lusuh, topi bau ampek, dan sepatu yang udah tepos gara-gara sering dipakai buat drill dan display. Tapi ada juga lho kisah cinta mereka yang manis untuk diketahui. Ini dia…

  1. Pacaran dengan sesama anak Marching
    Sudah bisa di tebaklah ya.. pacaran dengan orang yang sama-sama menggeluti bidang yang sama, bekerja bersama, bertemu setiap hari dan tumbuhlah benih-benih cinta. Hal ini akan banyak sekali di temui di unit-unit Marching Band di manapun itu. Entah sesama section, beda section, satu angkatan, lintas angkatan, bahkan tidak jarang juga pacaran antar pelatih dan player. Dan tidak sedikit pula yang berawal dari pacaran bisa lanjut ke jenjang pernikahan. Niatnya ikut Marching Band biar dapat ilmu, eh.. ini dapat pasangan, Alhamdulillah ya.. hehe. Tapi, tidak semua orang mendapatkan hal yang menyenangkan ini.cinta - jomblo
  1. Pacaran dengan anak unit tetangga
    Tidak dapat jodoh sesama unit, pacaran lintas unit boleh dicoba juga nih.. biasanya Marching Band akan sering melakukan latihan bersama dengan unit-unit terdekat, ataupun perlombaan yang bertaraf nasional maupun nasional. Kesempatan tuh, buat dapat teman sekaligus gebetan, hehe.. selain menambah relasi, kalau beruntung bisa juga dapat gebetan ataupun pacar. Hal ini tidak jarang juga terjadi di dunia Marching Band, yang banyak memiliki anggota.
  1. Jomblo lama
    Kalau nomor satu engga, nomor dua engga berarti kamu tergolong di nomor tiga. Jomblo lama.. tapi jangan khawatir, mungkin waktu yang belum berpihak kepada kamu. Bisa jadi, jodoh kamu bukan orang Marching Band ataupun anak unit tetangga. Sarannya sih, lebih membuka diri aja sama semua orang, dan harus sudah bisa move on dari mantan, hehe… (humas, 2015)

7 Alasan Kenapa Kamu Harus Keluar dari Marching Band Sekarang

Mengikuti kegiatan Marching Band merupakan hal yang berat. Apalagi bagi seorang mahasiswa di sebuah universitas. Kesibukan sebagai mahasiswa dengan segudang tugas dan laporan saja kadang sudah mampu membuat kepala pusing, apalagi ditambah dengan jadwal latihan Marching Band yang tidak hanya sekali dalam seminggu.

Bagi mahasiswa di semester awal mungkin masih bisa mengimbangi antara kuliah dan Marching Band. Namun, bagi mahasiswa yang sudah menginjak semester 5 ke atas, agaknya akan mengalami kesulitan mengatur mana waktu untuk kuliah maupun Marching Band. Ini karena ada beberapa kewajiban yang harus dihadapi yaitu magang, KKN, dan juga penelitian skripsi. Dengan kondisi seperti ini, terkadang ada mahasiswa yang sebelumnya mengikuti Marching Band memilih untuk mundur dan fokus ke dunia perkuliahan. Lalu apa saja alasan lainnya yang mampu membuat seorang player Marching Band harus rela out dari dunia per-Marching Band-an? Ini dia…

  1. Marching Band sangat menyita waktu
    Latihan tak cuma sekali dalam seminggu, bahkan di weekend juga ada latihan panjang atau bandcamp. Bagaimana tidak menyita waktu kalau pagi sampai siang hari untuk kuliah dan sore sampai malam hari untuk latihan. Jadwal yang sudah diatur untuk mengerjakan tugas kelompok tiba-tiba berantakan apabila ada latihan mendadak untuk mengejar target. Permasalahan ini tidak mungkin ada kalau kamu sebagai anak Marching Band mampu me-manage waktu dengan baik. Kalau kuliah ya fokus kuliah, kalau latihan ya fokus latihan. Jadi, tidak ada waktu yang terbuang sia-sia.
  1. Marching Band bikin capek
    Malam hari yang seharusnya dipakai buat istirahat malah terpakai full buat latihan malam. Habis latihan masih mengerjakan tugas dan PR kuliah, alhasil baru bisa tidur setelah tengah malam. Pagi hari bangun untuk kuliah malah ngantuk di kelas. Penyebab ini semua ya karena tubuh kecapekan terforsir buat latihan. Tapi kalau tubuh sudah terbiasa dengan pola rutin latihan tidak akan capek kok. Asal kamu bisa menggunakan momen stretching dengan baik, nanti tidak akan terlalu capek saat drill maupun sectional. Jangan kebanyakan begadang untuk hal-hal yang tidak terlalu penting juga.

    ngjkiu

  1. Tujuan kuliah buat belajar bukan Marching Band
    Kuliah memang nomor satu, tapi Marching Band tidak boleh dinomor-duakan. Sering banget pelatih atau komandan latihan bilang ini saat apel latihan. Sebal juga sih. Tujuan kuliah kan memang buat belajar, berarti ya kuliah memang nomor satu. Mungkin ini lebih ke masalah komitmen. Dulu waktu kamu pertama kali mengisi formulir ikut Marching Band di kampus, pasti pertanyaan pertama adalah seputar komitmen. Jika kamu mulai mempertanyakan penyataan di atas tadi, coba ingat-ingat lagi komitmenmu saat pertama kali bergabung Marching Band.
  1. Tidak semua player punya skill Marching Band
    Kita memang punya keinginan buat gabung Marching Band. Kita sering datang latihan buat menerima materi demi materi, bahkan sampai mengikuti tutor dari asisten pelatih. Kadang kita merasa sudah rajin latihan tapi skill tidak bertambah, justru tertinggal sama teman yang jarang latihan. Mungkin kamu yang merasakan hal ini. Di saat inilah kamu merasa minder dan sempat terpikir untuk keluar dari Marching Band. Bahkan sampai bawa-bawa passion segala. Coba kamu flashback deh, bagaimana caramu menerima materi selama ini, apakah ada yang salah? Mungkin kesalahan bukan di kamu, tapi bagaimana cara pelatih atau aspel menyampaikan materi. Ini karena setiap orang punya caranya masing-masing buat menangkap materi. Nah, ini gunanya staf SDM atau non teknis buat menemukan solusinya.
  1. Marching Band menggagalkan liburan
    Adakalanya liburan yang sudah kamu rancang jauh-jauh hari setelah ujian semester terancam gagal karena dari kepelatihan tiba-tiba mengumumkan akan diadakan bandcamp bahkan karantina saat liburan. Mungkin kamu merasa tidak adil karena kamu sudah sering mengalah karena Marching Band sering memakai weekend kamu buat latihan panjang. Akhirnya kamu lebih memilih untuk meninggalkan latihan demi liburan yang menyenangkan dengan resiko ketinggalan materi dan belum juga mendapat teror SMS dari section leader. Saking sebalnya kamu kepikiran untuk keluar dari Marching Band saja. Mungkin kamu belum tahu apa tujuannya latihan di saat liburan. Tujuannya ya buat mengejar target latihan yang meleset di saat latihan reguler yang sering tidak fullteam. Mungkin ini kesalahanmu juga karena sering tidak berangkat saat latihan reguler. Ayo lebih giat lagi!
  1. Susah meyakinkan orang tua tentang Marching Band
    Mempunyai orang tua yang kurang bahkan tidak tahu mengenai Marching Band ada enak dan tidak enaknya. Enaknya mereka akan mendukung penuh kita di Marching Band karena menganggapnya merupakan kegiatan yang positif. Tidak enaknya, mereka akan menyalahkan Marching Band apabila terjadi masalah di perkuliahan kamu. Ini karena orang tua tidak banyak tahu bagaimana proses dalam Marching Band. Akhirnya mereka meminta kamu untuk keluar dari Marching Band. Inilah tugas kamu, meyakinkan orang tuamu bahwa nilai kuliahmu akan baik-baik saja meskipun ikut Marching Band yang sebegitu padat jadwal latihannya.
  1. Ada lagi?
    Mungkin bisa saja alasan lainnya seperti kamu merasa tidak nyaman sama respons teman-teman kelasmu yang tidak ikut Marching Band. Mereka akan bilang kamu sok sibuk lah, latihan terus pantes jomblo, tidak mau ikut hang out bareng temen sekelas, dsb. Atau alasan lainnya karena ada dosenmu yang tidak suka Marching Band dan akan mengancam nilai buruk padamu. Ini mungkin saja terjadi, hahaha.

Ternyata begitu banyak alasan yang bisa kamu pakai buat keluar dari Marching Band. Terserah kamu mau pilih yang mana. Yang jelas masing-masing alasan tadi lumayan cukup efektif untuk meninggalkan dunia Marching Band yang menurutmu menyiksa. Tapi, ada juga lho anak Marching Band yang tidak perlu alasan berbelit-belit untuk keluar dari Marching Band. Mereka justru keluar dengan terhormat karena merasa telah meninggalkan kebaikan di sana. Sebenarnya setiap permasalahan ada jalan keluarnya, sehingga kamu tidak perlu mencari-cari alasan buat kabur dari masalah itu. Asal kamu bisa memanajemen pola hidupmu dengan baik, maka semuanya akan baik-baik saja. Nantinya, antara hidupmu yang sebenarnya dengan hidupmu sebagai player Marching Band akan berjalan beriringan.

Jadi, kamu masih mau keluar dari Marching Band?

(humas-bagus)