PESAN KOMUNIKASI NON VERBAL PADA SENI MARCHING BAND

Marching band merupakan seni modern yang menghasilkan efek tertentu bagi pemain dan penonton melalui alunan musik dan pesan yang disampaikan. Dalam penampilannya, marching band memiliki “general affect”. Wah, nemu istilah baru lagi nih! Jadi, “general affect” itu adalah perpaduan aspek musikal dan visual yang menimbulkan pengaruh emosional dari pesan yang dibawakan. Besarnya pengaruh yang dihasilkan tergantung dari perencanaan, teknik pengolahan, dan bagaimana pelaksanaannya.

Bahasan pertama, terkait dengan aspek musikal. Banyak dari kalian pasti sudah tidak asing dengan sebutan bahwa musik merupakan bahasa universal yang artinya akan sangat terikat antara pencipta, pemain, dan pendengar. Nah, dengan adanya pertunjukkan marching band yang tentunya akan memiliki tema yang biasanya selalu berbeda, maka akan tersusun lah aransemen musik sesuai tema yang dibawakan. Suasana gembira, semangat, sedih, mengharukan, dan lain sebagainya dapat mudah terbaca dari permainan alat musik marching band.

Aspek musikal memang penting. Akan tetapi, aspek visual menjadi aspek pendukung vital, bagaimana komunikasi non verbal dibawakan dalam pertunjukkan. Marching band menampilkan komunikasi non verbal berbentuk gerakan tubuh, penggunaan kostum, simbol warna-warna, dan mimik wajah. Yuk, coba kita bahas.

1. Gestur

Gestur memiliki pengertian suatu bentuk komunikasi non-verbal dengan aksi tubuh yang terlihat mengomunikasikan pesan tertentu, baik sebagai pengganti bicara atau bersamaan dan parallel dengan kata-kata. Dalam marching band, gestur terbaca jelas pada seorang field commander (pemimpin yang memberi aba-aba kepada seluruh player). Aba-aba siap untuk mulai, tempo musik, dan yang lainnya akan dikendalikan oleh field commander. Player harus dapat memfokuskan diri pada setiap instruksi yang diberikan agar tidak terjadi miss communication.

2. Kostum

Kostum merujuk pada pengaturan artistik aksesoris pada suatu pertunjukkan yang menimbulkan kesamaan tema pada pakaian. Dengan adanya kostum, maka terlihat bahwa satu unit marching band lebih siap dalam menampilkan penampilan terbaiknya dan terkesan gagah ketika berada di arena pertunjukkan. Intinya, kostum berperan penting dalam meningkatkan percaya diri player dan membawa citra yang baik pula pada kelompok marching band.

3. Koreografi

Koreografi disebut juga sebagai komposisi tari merupakan seni merancang alur sehingga membentuk pola gerakan yang terstruktur. Wah, kalau ini sih, langsung ingetnya ke section Color Guard deh pasti! Yaaa bener banget, color guard memang sepenuhnya menampilkan koreografi dalam pertunjukkan. Tapi, section lain seperti Brass dan Battery juga biasanya akan menampilkan banyak pola gerakan saat berada dalam pertunjukkan. Koreografi diperlukan untuk menimbulkan kesan dinamis dan memperkuat pesan yang ingin disampaikan.

4. Visualisasi Warna

Warna dapat ditunjukkan pada kostum, bendera, maupun aksesoris atau hiasan lain ketika penampilan marching band. Warna seperti yang umumnya diketahui memiliki makna tersendiri. Sebagai contoh, untuk menyimbolkan suasana marah atau tegang, warna merah akan cocok untuk digunakan atau ketika suasana yang ingin disampaikan adalah bahagia, ceria, dan semangat, warna kuning akan cocok untuk menyampaikan pesan tersebut.

PERAN PEMIMPIN DALAM KOHESIVITAS KELOMPOK MARCHING BAND

Marching band bila dilihat dari aktivitasnya menggabungkan kelompok musikal, visual dan keseragaman disiplin militer. Dengan beragamnya anggota yang menjadi satu kelompok, maka penting untuk memperhatikan kohesivitas. Apa tuh kohesivitas? Kohesivitas itu artinya daya tarik baik positif ataupun negatif yang menyebabkan anggota kelompok bertahan dalam kelompok tersebut. Dalam pengertian menurut pendapat ahli lain, kohesivitas adalah suatu kualitas ketergantungan satu sama lain antar anggota kelompok. Individu yang berkompeten; yang memiliki kelompok yang terikat secara sosial, tidak hanya berkonsentrasi pada kerja sendiri-sendiri atau individu tetapi juga pada kelompoknya.

Kohevisitas sebenarnya bukan yang dibawa dalam kelompok tapi sebagai sesuatu yang berkembang dan terjadi dalam kelompok. Oleh karena itu, seorang pemimpin dapat memengaruhi dan menginspirasi anggotanya untuk mau belajar dan bekerja dalam kelompok marching band. Pemimpin lah yang berperan penting menyatukan tingkah laku para anggota yang berbeda-beda dan yang mengambil peran besar dalam pertumbuhan perkembangan marching band. Akan tetapi, dalam menjalankan tugas tersebut, pemimpin pasti akan menemukan konflik yang muncul dalam organisasi, baik dengan sesama pesesame, maupun anggota lainnya. Konflik biasanya terjadi karena adanya perbedaan pendapat, yang mana jika hal ini terjadi berkepanjangan, maka membawa suasana negatif dalam kelompok. Dengan demikian, seorang pemimpin harus mampu untuk mengelola dan mengatasi konflik.

Peran kebersamaan dan kerjasama antar anggota organisasi dalam melaksanakan bahkan menyelesaikan tugas dengan baik sangat dilihat dari kohesivitas kelompok organisasi dan peran pemimpinnya. Pemimpin diharapkan bertindak secara positif sehingga efek positif juga tersebar keada para anggota untuk tetap bertahan dan tertarik dalam kelompok marching band. Sementara itu, kohesivitas kelompok dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu sebagai berikut.

  1. Lamanya waktu berada bersama dalam kelompok. Makin lama berada di dalam sebuah kelompok, makin saling mengenal satu sama lain, dan makin timbul juga sikap toleran dan mau berkembang bersama.
  2. Penerimaan di masa awal. Biasanya, para anggota kelompok yang lama akan menguji anggota baru dengan cara-cara yang khas.
  3. Ukuran kelompok. Maksudnya, makin luas circle kelompok, maka akan semakin sulit terjadi interaksi yang intensif .
  4. Produktivitas kelompok. Kelompok dengan keeratan yang lebih besar akan menghasilkan sesuatu yang lebih produktif

Sebagai tambahan, masing-masing anggota juga bisa loh berperan penting dalam menjaga kohesivitas marching band! Beberapa caranya yaitu setiap individu memiliki kemampuan pikir yang inisiatif, mementingkan kelompok, mengemukakan pendapat, menunjukkan sikap sopan kepada orang lain, menahan amarah, bertanggung jawab, enjoy dalam menjalani pekerjaan, menaati peraturan kelompok, dan mampu menyesuaikan diri.