MARCHING BAND SEBAGAI WADAH PENDIDIKAN BERKARAKTER

Perkembangan marching band di Indonesia selama 10 tahun terakhir mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya jumlah unit di seluruh Indonesia. Trend akan adanya kegiatan positif di sekolah dan lingkungan masyarakat mendorong berbagai pihak untuk mendirikan organisasi marching band yang nantinya akan menampung anak muda dalam berkarya di bidang seni.

Secara umum, Marching band adalah perpaduan musik, baris-berbaris, gerak tari, dan irama. Walaupun berbau militer dari segi baris-berbaris, namun sebagian besar dari tema pagelarannya menjurus pertunjukan seni. Seperti halnya sebuah pementasan seni di atas panggung, maka pertunjukan marching band di Indonesia telah mengadopsi konsep panggung yang diaplikasikan di lapangan, dimana banyak tema broadway yang dipakai di marching band. Salah satu tema yang memungkinkan untuk diaplikasikan dalam pertunjukkan marching band adalah kebudayaan, kesenian, dan karakteristik tradisional Indonesia. Baik musik, gerak tari dan budaya Indonesia dapat menjadi sumber inspirasi dalam pembuatan tema dalam marching band. Penelitian yang dilakukan Zdzinski (2004) meyebutkan Marching Band berkontribusi positif terhadap peningkatan musikal, sosial, dan personal seseorang.

Beberapa manfaat yang didapat dalam kegiatan marching band dari beberapa aspek fungsi

1. Fungsi Kedisiplinan

Aturan baris-berbaris dalam marching band membutuhkan tingkat kedisiplinan yang tinggi sehingga mengikuti kegiatan ini dapat meningkatkan kedisiplinan individu. Budaya marching band tersebut dipakai oleh sekolah-sekolah di Amerika untuk meningkatkan motivasi, rasa tanggung jawab, dan kedisiplinan siswa sekolah (Rogers, 1985). Selain itu, kegiatan marching band berfungsi sebagai penyaluran agretivitas dan emosi remaja secara positif agar energi tersebut dipakai untuk mempelajari disiplin bermain musik dalam Marching Band. Kedisiplinan dapat mengubah perilaku buruk seperti lemah karakter dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya dengan melatih remaja untuk bersifat mandiri dan tepat waktu dalam berlatih.

2. Fungsi Kesenian

Marching Band modern mengolaborasikan kegiatan fisik (baris-berbaris membentuk konfigurasi), bermain musik orkestratif, dan gerak tari (olah tubuh). Mills (1988) berpendapat bahwa Marching Band harus memiliki 10 dimensi manfaat, 4 diantaranya berdimensi kesenian antara lain musical performance, musical aesthetics, musical achievement, dan musical development. Manfaat tersebut dapat menjadi solusi dari kekurangan pendidikan musik pada pendidikan formal di sekolah-sekolah di Indonesia. Sebagai tambahan, marching band juga berkaitan dengan seni tari kontemporer dan tradisional lewat gerak tari yang ditampilkan oleh color guard.

3. Fungsi Sosial

Manfaat marching band dalam aspek sosial sangat banyak dirasakan, antara lain peningkatan hubungan sosial, pencapaian tim, identitas institusi, peningkatan diri, peningkatan interpersonal skills, dan rekreasi. Kemampuan dalam berorganisasi juga didapatkan, seperti manajemen antar anggota, kepemimpinan, manajemen waktu, rekrutmen anggota, serta manajemen musik dan pelatihan. Poin yang tidak kalah penting adalah kesetiakawanan dan kerja sama dalam tim menjadi hal yang tentunya akan di dapat dalam kegiatan marching band.

Melihat beberapa manfaat yang diberikan oleh kegiatan marching band kepada tiap individu dan tim dapat diambil kesimpulan bahwa marching band dapat dijadikan salah satu wadah di sekolah dan universitas untuk mengembangkan potensi, kemampuan, dan karakter untuk anggotanya.