PERAN PEMIMPIN DALAM KOHESIVITAS KELOMPOK MARCHING BAND

Marching band bila dilihat dari aktivitasnya menggabungkan kelompok musikal, visual dan keseragaman disiplin militer. Dengan beragamnya anggota yang menjadi satu kelompok, maka penting untuk memperhatikan kohesivitas. Apa tuh kohesivitas? Kohesivitas itu artinya daya tarik baik positif ataupun negatif yang menyebabkan anggota kelompok bertahan dalam kelompok tersebut. Dalam pengertian menurut pendapat ahli lain, kohesivitas adalah suatu kualitas ketergantungan satu sama lain antar anggota kelompok. Individu yang berkompeten; yang memiliki kelompok yang terikat secara sosial, tidak hanya berkonsentrasi pada kerja sendiri-sendiri atau individu tetapi juga pada kelompoknya.

Kohevisitas sebenarnya bukan yang dibawa dalam kelompok tapi sebagai sesuatu yang berkembang dan terjadi dalam kelompok. Oleh karena itu, seorang pemimpin dapat memengaruhi dan menginspirasi anggotanya untuk mau belajar dan bekerja dalam kelompok marching band. Pemimpin lah yang berperan penting menyatukan tingkah laku para anggota yang berbeda-beda dan yang mengambil peran besar dalam pertumbuhan perkembangan marching band. Akan tetapi, dalam menjalankan tugas tersebut, pemimpin pasti akan menemukan konflik yang muncul dalam organisasi, baik dengan sesama pesesame, maupun anggota lainnya. Konflik biasanya terjadi karena adanya perbedaan pendapat, yang mana jika hal ini terjadi berkepanjangan, maka membawa suasana negatif dalam kelompok. Dengan demikian, seorang pemimpin harus mampu untuk mengelola dan mengatasi konflik.

Peran kebersamaan dan kerjasama antar anggota organisasi dalam melaksanakan bahkan menyelesaikan tugas dengan baik sangat dilihat dari kohesivitas kelompok organisasi dan peran pemimpinnya. Pemimpin diharapkan bertindak secara positif sehingga efek positif juga tersebar keada para anggota untuk tetap bertahan dan tertarik dalam kelompok marching band. Sementara itu, kohesivitas kelompok dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu sebagai berikut.

  1. Lamanya waktu berada bersama dalam kelompok. Makin lama berada di dalam sebuah kelompok, makin saling mengenal satu sama lain, dan makin timbul juga sikap toleran dan mau berkembang bersama.
  2. Penerimaan di masa awal. Biasanya, para anggota kelompok yang lama akan menguji anggota baru dengan cara-cara yang khas.
  3. Ukuran kelompok. Maksudnya, makin luas circle kelompok, maka akan semakin sulit terjadi interaksi yang intensif .
  4. Produktivitas kelompok. Kelompok dengan keeratan yang lebih besar akan menghasilkan sesuatu yang lebih produktif

Sebagai tambahan, masing-masing anggota juga bisa loh berperan penting dalam menjaga kohesivitas marching band! Beberapa caranya yaitu setiap individu memiliki kemampuan pikir yang inisiatif, mementingkan kelompok, mengemukakan pendapat, menunjukkan sikap sopan kepada orang lain, menahan amarah, bertanggung jawab, enjoy dalam menjalani pekerjaan, menaati peraturan kelompok, dan mampu menyesuaikan diri.