Marching in Okayama 2020: Independence of Me

MB UNS apa kabar? Semoga kabar kalian selalu baik ya. Di masa pandemi ini jangan dijadiikan alasan untuk tidak produktif. Sebagai anak muda khususnya, kalian harus tetap berkreasi. Seperti teman-teman dari Marching Band Sebelas Maret Surakarta yang baru saja selesai mengikuti event virtual yang diadakan di Okayama Jepang dengan nama event tersebut adalah Marching In Okayama.

Marching In Okayama sendiri merupakan acara pawai yang dibuat oleh warga dengan slogan “Music on every corner”. Peserta yang mengikuti event tersebut berasal dari dalam dan luar negeri serta banyak relawan dari Okayama yang ikut berpartisipasi. Marching In Okayama ini ingin terus menantang hal-hal baru yang lebih menarik serta event ini juga mempunyai tujuan untuk memperkenalkan Okayama sebagai kota budaya kepada dunia.

Marching Band Sebelas Maret Surakarta mengikuti Marching In Okayama dengan Kategori Percussion Ensemble yang diadakan pada tanggal 4 Oktober 2020. Event tersebut dilakukan secara virtual, dan Marching Band Sebelas Maret Surakarta terpilih sebagai perwakilan dari Indonesia melalui seleksi yang dilakukan oleh PDBI Jawa Tengah. Penampilan yang dibawakan berjudul “Independence of Me”, menceritakan tentang kehidupan wanita karir yang sedang dipuncak kesuksesannya, namun tiba-tiba terjadi suatu tragedi yang membawa keterpurukan.


Peserta lain yang ikut serta dalam Marching in Okayama ditahun 2020 yakni:
– Bangkok Society Drumline[Thailand]dikategori Drum Battle
– Udomsuksa Drumline[Thailand] dikategori Drum Battel
– Drum Corps Nurul Amaliyah Colour Guard [Indonesia] dikategori Colour Guard Contest

Penampilan dari Marching Band Sebelas Maret Surakarta kerap menuai komentar serta pujian dari juri.“Saya menikmati pertunjukan Anda yang memiliki alur/jalan cerita yang sangat unik. Saya juga seorang direktur di perusahaan, jadi  Saya sangat bersimpati dengan itu. Hahahaha.” kata Yasuhiro Mera, salah satu juri.

Selain komentar di atas Yasuhiro Mera mengungkapkan kekagumannya dengan berkata “Itu keren untuk menari dengan battery!!! Momen yang sangat mengagumkan. Saya sangat suka!”, serta “WOW pemain E.Bass dan Cymbal memainkan Brass! Kamu sangat berbakat”. Diakhir penampilan Yasuhiro Mera selaku juri juga memberi tanggapan, “Penampilanmu sangat storytelling layaknya film pendek. Setiap detailnya sangat baik. Please keep making good shows!

Latihan Marching Band di Masa Pandemi COVID-19

Sejak diumumkan kasus COVID-19 pertama kali pada Maret 2020, penyebaran virus sampai saat ini masih berlangsung. Hal tersebut membuat proses belajar di perguruan tinggi maupun sekolah berlangsung di rumah masing-masing atau disebut dengan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Adanya PJJ membuat aktivitas kampus selain belajar mengajar menjadi terhambat. Pembatasan sosial memengaruhi pengembangan kegiatan-kegiatan di kampus, khususnya bagi UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang melibatkan banyak orang.

Marching Band sebagai UKM yang merupakan sebuah team yang membutuhkan banyak orang didalamnya sangat terpengaruh dengan adanya pandemi ini. Latihan Marching Band yang seharusnya di lapangan serta jadwal padat tiap minggunya terpaksa untuk ditiadakan. Dalam upaya untuk tetap dapat berlatih dikondisi seperti ini, tim pelatih drill MB UNS pada bulan Juni lalu membuat Latihan Online via Zoom Meeting.

Latihan ini bertemakan “Feel the Drill” dan dihadiri oleh teman-teman anggota MB UNS. Menurut Saffanatun sebagai Asisten Pelatih Drill&Display MB UNS, perlu diadakannya latihan online seperti ini adalah untuk me-review materi yang sudah pernah diberikan sebelum pandemi, memberikan penjelasan pentingnya “Basic” saat drill, dan memberikan pemanasan sebelum terjun langsung di lapangan. Materi yang disampaikan saat latihan online kemarin adalah basic drill untuk semua section baik general maupun bawa alat.

Latihan di rumah sudah pasti jauh berbeda dengan latihan di lapangan tatap muka dengan teman dan pelatih, namun semangat untuk berkembang harus selalu terjaga:)

Fakta Unik Marching Band

Marching Band adalah kegiatan yang gak semua orang bisa pahami. Kalau kalian adalah anak MB pasti sudah sangat sering mendapat pertanyaan “kok mau sih ikut MB?” atau “ngapainsih latihan mulu?”. Pertanyaan itu sudah jadi makanan sehari-hari bagi anak MB, mau dijawab dan dijelasin seperti apa pasti tetep pada bingung kalau gak pernah ngerasain sendiri. Selain terkenal sebagai unit yang sibuk latihan, ini merupakan fakta-fakta unik lainnya:

  • Latihan berbulan-bulan hanya untuk 12 menit

“Hah? Maksudnya 12 menit?” Yap, jadi 12 menit adalah waktu yang diberikan untuk menampilkan pertunjukan display. Biasanya penampilan berkisar antara 10-15 menit. Untuk persiapannya membutuhkan waktu yang lama sampai berbulan-bulan. Demi mengharmonisasikan tarian, musik, dan display tidak semudah itu loh, belum lagi membutuhkan properti untuk mendukung penampilan. Lama waktu 12 menit ini juga menginspirasi judul film dokumenter yang sangat menyentuh tentang MB, ’12 Menit Untuk Selamanya’.  Coba tonton deh dijamin bakal lebih ngerti dunia MB.

  • Alat-alatnya sangat mahal

Alat Marching Band yang kalian lihat atau gunakan itu sangat mahal loh bisa mencapai ratusan juta. Maka dari itu setiap pemain itu bertanggungjawab penuh sama instrumennya masing-masing. Semua pemain harus ekstra hati-hati. Setiap beberapa bulan sekali juga perlu membersihkan alat untuk menjaga kualitas alat tersebut.

  • Banyak latihan fisik

Jangan bingung ya kalau jadwalnya latihan eh malah jadi latihan fisik. Marching Band memang kegiatan yang menggabungkan musik dan visual, tapi kok perlu latihan fisik? emang kita olahragawan?. Jangan salah, untuk tahan bermain selama 12 menit kita tetap perlu melatih kekuatan fisik dan agar tubuh tetap fit.

  • Bakalan kenal hampir ratusan orang

Kalau diperkuliahan kalian suka lupa nama teman jurusan sendiri, di MB kalian dijamin bakal kenal baik maupun dengan teman yang beda section. Bagaimana tidak, kalian akan bertemu hampir setiap hari dan menghabiskan waktu bersama. Apalagi dengan adanya peraturan tidak boleh menggunakan HP saat latihan membuat pertemuannya menjadi lebih intens. Dengan ikut MB kalian bakal punya teman dari berbagai fakultas loh.

Nah itu merupakan fakta unik yang pasti didapatkan kalau ikut Marching Band.

Mana yang Lebih Penting, Skill atau Attitude?

Lebih penting skill atau attitude selalu menjadi dua hal menarik yang diperdebatkan di kehidupan sosial dan dunia kerja. Skill adalah kapasitas seorang individu dalam melakukan suatu pekerjaan, sedangkan attitude adalah sikap atau perilaku seseorang dalam berinteraksi ataupun berkomunikasi dengan sesama manusia. Kedua hal tersebut memang sudah seharusnya dimiliki setiap orang, tetapi tidak semua manusia bisa mempunyai keduanya secara langsung. Manakah yang lebih diutamakan?

Mark Murphy, penulis Hiring for Attitude yang juga telah menghasilkan buku best seller Hundred Percentersdan HARD Goals, dalam wawancara dengan Forbes edisi 23 Januari 2012 sudah mengindikasikan pentingnya attitude. Murphy menyebutkan kalau 46 persen dari 20.000 pekerja baru yang disurvei ternyata gagal dalam 18 bulan. Nah, yang lebih mengejutkan lagi, 89 persen kegagalan mereka adalah karena alasan attitude dan hanya 11 persen yang disebabkan kekurangan skill. Menurutnya, alasan attitude itu mencakup ketidakmampuan menerima arahan, kecerdasan emosional yang rendah, kekurangan motivasi, dan temperamen. Sedangkan skill akan lebih mudah diasah.

Hal tersebut juga dapat diimplementasikan di kehidupan Marching Band. Marching Band yang merupakan organisasi yang bergerak dibidang seni memang memerlukan skill untuk melakukan pertunjukan dan megikuti perlombaan, tetapi attitude menjadi lebih penting untuk dimiliki pertama. Skill dapat diasah dengan cara rajin berlatih, sedangkan attitude merupakan soft skill yang datang dari pribadi masing-masing.

5 Hal Penting dalam Mengatur Waktu

 

“Anda tidak membuang-buang waktu jika Anda menghabiskan waktu anda dengan bijak.” – Rodin

Tidak dapat dipungkiri bahwa latihan marching band memang menyita banyak waktu. Bahkan dalam sebulan jam latihan bisa saja menghabiskan 70 jam atau sesuai dengan kebutuhan. Hal ini dilakukan juga bukan tanpa alasan, latihan merupakan proses yang sangat penting, tanpa adanya latihan rutin anak marching band tidak akan mahir memainkan alat mereka. Mereka yang bisa beradaptasi dengan kehidupan seperti itu dapat bertahan di dunia marching band, sebaliknya mereka yang tidak terbiasa dengan kehidupan disiplin dan manajemen waktu akan memilih keluar.

Bagaimanapun juga kita tidak boleh melupakan kuliah dan kehidupan pribadi. Tujuan utama kita kuliah memang belajar tapi mendapatkan ilmu  bisa dari mana saja. Agar kuliah, organisasi dan kehidupan pribadi dapat berjalan dengan beriringan, kita harus pandai mengatur waktu atau time management.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu teman-teman untuk mengatur waktu dengan baik :

1. Membuat planning.
Buatlah perencanaan kegiatan-kegiatan dalam bentuk timeline atau daftar harian di buku agenda. Biasanya jadwal latihan marching band sudah dibuat jauh-jauh hari oleh kepelatihan, hal ini dilakukan agar tiap anggota dapat membagi waktu dengan baik antara latihan dan kuliah, jadi ga ada tuh kejadian ijin latihan karena alasan-alasan ga penting. Dengan terencana dan terjadwal, kita dapat memiliki panduan yang jelas, sehingga tau kapan kita harus melakukan dan menyelesaikan kegiatan tersebut.

2. Fokus dan tentukan target.
Fokus pada apa yang sedang kita kerjakan, jangan sampai waktu latihan pikiran malah kemana-mana, begitu juga sebaliknya, ketika sedang kuliah, jangan sampai malah mikirin materi latihan! Yang gak kalah penting juga, setiap kegiatan yang kamu lakukan usahakan untuk selalu membuat target. Hal ini penting untuk membuat kamu tetap berprogress. Jadi waktu yang sudah kita rencanakan tidak akan terbuang sia-sia karena tidak tau apa yang ingin kita capai.

3. Hentikan kebiasaan menunda pekerjaan.
Menunda pekerjaan adalah kebiasaan yang buruk. Kebiasan menunda justru akan membuat kita kewalahan sendiri. Ketika mendapat tugas atau tanggung jawab, biasakan untuk segera dikerjakan dan tidak menundanya walaupun tenggat waktu  tugas tersebut masih lama. Tidak perlu memaksakan diri menyelesaikan semua tugas sekaligus, kamu bisa saja melakukannya sedikit demi sedikit, dengan begitu tugas berat akan terasa lebih ringan.

4. Manfaatkan waktu luang.
Jangan pernah sia-siakan waktu luangmu! Pakailah waktu itu dengan baik. Kamu bisa gunakan untuk istirahat, mengerjakan tugas kuliah, belajar, bertemu keluarga atau bermain bersama teman. Kebersamaan dengan keluarga juga merupakan hal yang penting. Agar hubungan dengan keluarga tetap harmonis, pastikan untuk memaksimalkan waktu kamu ketika sedang berkumpul dengan keluarga. Gunakan juga waktu di luar latihan untuk ngumpul bersama teman-temanmu. Jangan sampai teman-temanmu yang lain merasa terabaikan karena kamu sibuk latihan. Kamu juga pasti senang kan kalau ada teman yang support dan nonton pertunjukanmu?

5. Jangan lupa jaga Kesehatan.
Hal yang gak kalah penting dari semua poin diatas adalah Kesehatan! Kamu itu bukan mesin, pastikan selalu beristirahat dengan cukup. Kegiatan mahasiswa yang aktif berorganisasi memang padat, tapi kita harus tetap menghargai diri sendiri, so selalu ingat untuk menjaga kesehatan dengan tidur yang cukup dan selalu makan makanan bergizi. Dengan menjaga Kesehatan kita sendiri aktivitas akan berjalan lancar dan tidak merugikan orang lain loh.

—-

Demikian tips yang bisa membantu teman-teman, jangan lupa untuk selalu disiplin dan berkomitmen dalam menjalankan apa yang sudah kita rencanakan. Percuma saja sudah direncanakan tapi tidak dilakukan. Ingat musuh terbesar kita adalah diri sendiri.

Sekali lagi, manajemen waktu akan membuatmu menjadi pribadi yang berkualitas, jika kamu bisa mengatur waktu dengan baik, maka kamu akan menjadi orang yang sukses. Jangan menyerah dan tetap semangat!