Baksos MB UNS 2018 di Desa Sumomoro Dukuh Sragen

Pada Bulan Ramadhan 1439 H ini, Marching Band Sebelas Maret kembali mengadakan Bakti Sosial. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan  sebagai wujud kepedulian kepada lingkungan dan juga dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Baksos tahun ini di selenggarakan di Desa Sumomoro Dukuh, Kecamatan Plupuh, Sragen pada Minggu 3 Juni 2018. Kegiatan bakti sosial kali ini adalah berbagi pakaian layak dan Sembako seperti beras, mie instan, minyak goreng, dan sebagainya kepada masyarakat RT 01, 02 dan 03 Desa Sumomoro Dukuh.  Selain kegiatan tersebut, MB UNS juga berkesempatan untuk mengajar mengaji serta berbuka bersama dengan anak- anak lingkungan Desa Sumomoro Dukuh. Acara kali ini berlangsung mulai Pukul 13:00 WIB hingga menjelang adzan maghrib.

 

 

MB UNS memilih desa ini dikarenakan sektor pertanian menjadi mata pencaharian utama bagi masyarakat Sumomoro Dukuh, sebagian menjadi buruh bangunan. Sebagian penduduk mengandalkan perekonomian pada kegiatan industri rumah tangga. Perumahan di Desa Sumomoro Dukuh ada yang masih tradisional berdindingkan kayu, bambu, tetapi ada juga yang sudah menggunakan batu bata/tembok. Kondisi lantai juga ada yang masih beralaskan tanah.

 

Alhamdulillah, Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa acara tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar berkat usaha dari semua pihak dan juga donasi yang telah di sumbangkan. Di akhir acara kami amat bahagia karena dapat membantu anak-anak untuk belajar mengaji serta belajar agama islam yang diselingi dengan permainan yang menyenangkan. Semoga pada tahun depan kami tetap dapat melaksanakan kegiatan bakti sosial di desa-desa lainnya. Semoga kegiatan ini dapat membawa keberkahan untuk masyarakat Desa Sumomoro Dukuh dan juga untuk kita semua.

 

 

Kejuaraan Marching Band Pertama di Indonesia

Grand Prix Marching Band atau lebih dikenal dengan singkatan GPMB yang merupakan ajang kompetisi Marching Band tingkat nasional pertama yang diselenggarakan oleh Yayasan GPMB di Indonesia. Kompetisi ini umumnya diselenggarakan setiap tahunnya, ternyata kegiatan ini berawal sejak tahun 1982 dan diikuti oleh sejumlah kelompok orkes barisan tersebar di Indonesia, Kompetisi ini memperebutkan piala Presiden, piala Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, piala Menteri Pemuda dan Olahraga, piala Menteri Pendidikan Nasional, dan piala Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

 

Sebagai ajang kompetisi marching band tertua, penyelenggaraan GPMB seringkali digunakan pula sebagai tolak ukur atas perkembangan orkes barisan di Indonesia. Berbeda dengan bentuk penyelenggaraan kompetisi sejenis yang umumnya diselenggarakan di lapangan terbuka, penyelenggaraan GPMB selalu dilakukan di lapangan tertutup, umumnya diselenggarakan di Istora Gelora Bung Karno. Dalam setiap pelaksanaannya, GPMB biasanya digelar dalam empat babak yaitu babak penyisihan, babak perempat final, babak semi final, serta babak final.

 

Kompetisi GPMB pertama kali dicetuskan oleh Bapak Gusanto Moeljohardjo dan dulu diselenggarakan pada tanggal 29 Desember 1982 dengan nama Tournament Invitation Marching Band atau TIMB di Balai Sidang Senayan, Jakarta. Penyelenggaraan kompetisi ini melibatkan berbagai kelompok orkes barisan dari berbagai daerah yaitu Bandung, Yogyakarta, Palembang, Medan, Pekanbaru, Denpasar, Balikpapan, Makassar, serta Aceh. Antusiasme serta respon positif atas penyelenggaran tersebut membuat penyelenggaraannya kembali digelar pada tanggal 27 hingga 30 Desember 1983 dan mengubah nama TIMB menjadi Grand Prix Marching Band (GPMB) yang dimaksudkan sebagai pengembangan lebih lanjut atas kompetisi TIMB sebelumnya. Setelah itu, GPMB kemudian dijadikan sebagai ajang kompetisi tahunan yang umumnya digelar pada bulan desember setiap tahunnya.

 

Sumber : wikipedia

MB UNS di Coaching Clinic MB Gema Persada Siliwangi

Pada 29 April 2018, Marching Band Gema Persada Siliwangi telah melaksanakan Coaching Clinic 2018 yang bertemakan “Meningkatkan Kualitas Melalui Wawasan dan Kreatifitas” bagi para pemain Marching Band Universitas Siliwangi dan juga mengundang pemateri yaitu Agung Faris Anugrah (Ketua Marching Band Sebelas Maret 2017-2018) dan  Doni Saputra (Pelatih Battery Percussion Marching Band BPS UNSOED)

 

 

Terimakasih kepada Marching Band  Gema Persada Siliwangi yang telah memberikan amanah dan kepercayaan kepada Saudara Agung Faris Anugrah untuk mengisi acara tersebut.

 

Semoga informasi yang diperoleh dapat bermanfaat dalam berorganisasi, kuliah dan di kehidupan sehari-hari

Sejarah Marchingband

Menengok kembali ke jaman kuno, marching band bersumber dari seremonial militer dan keagamaan, yang dikemas dalam suatu pertunjukan yang indah atau hiburan. Dalam banyak kebudayaan, musik perang ( musik militer ) menginspirasi para pria dalam berperang, sebagi tanda untuk maju dan mundur, sebagai pendukung jiwa para prajurit dan merayakan keberaniannya

Marching band menggunakan gabungan dari alat brass, perkusi dan alat tiup kayu yang harus dibawa saat mereka berjalan. Instrumen marching band termasuk flute dan piccolo, French horns, saxophones, clarinet, trumpet, trombone, tuba, drum, cymbal dan triangle. Beberapa band memasukkan glockenspiel, xylophone ke dalam seksi perkusinya. Adapula marching bag pipe bands.

Terdapat benda seni Mesopotamia kuno yang diperkirakan berumur 4.000 SM, yang menyerupai kettle drum. Alat perkusi seperti cymbal telah digunakan oleh masyarakat Mesir kuno, Syria, Yunani, Romawi dan Yahudi. Timpani atau tambourine adalah salah satu contoh dari alat perkusi yang tidak banyak berubah sepanjang masa.Alat tradisional terbuat dari kulit binatang atau kulit kerang adalah sama dengan yang kita gunakan saat ini. Seperti yang digunakan oleh Canadian Ojibwa dan Cree First Nation, sama dengan masyarakat Timur tengah kuno dimana hal ini berasal. Para budak Afrika memperkenalkan xylophone ke dalam komunitas Latin pada waktu penaklukan Spanyol pada abad 16 dan 17. Drum dan castanet mengiringi taria-tarian Roma kuno. Triangle aslinya berasal dari musik Turki yang mengkombinasikan triangles dengan cymbal dan drum dengan ukuran yang berbeda.

 

Menumbuhkan Semangat Keorganisasian dalam TKO 2018

 Dalam rangka memberikan pembekalan mengenai keorganisasian serta untuk menyemangati aktivitas anggota, pengurus dan player Marching Band Sebelas Maret telah mengadakan Training Keorganisasian (TKO) yang bertempat di Aula Gedung Porsima, pada hari Sabtu 6 April 2018.

Training Keorganisasian MB UNS merupakan kegiatan yang diselenggarakan setahun sekali dan merupakan sarana bagi anggota, pengurus dan player MB UNS untuk melatih cara berorganisasi dengan baik dan bagaimana keorganisasian dalam MB UNS itu sendiri. Tema yang diangkat dalam kegiatan TKO ini adalah “Dedikasi untuk MB UNS”

 

 

 

 

Dalam kegiatan ini, pembekalan mengenai keorganisasian di berikan semenarik mungkin secara outdoor di dalam kampus UNS. Seluruh anggota, pengurus dan player yang hadir dibagi menjadi 5 kelompok. Setiap kelompok harus melewati beberapa pos, dan masing-masing pos berisi materi  pada tiap bidang organisasi yang ada di MB UNS, seperti, pos sekretaris, pos bendahara, pos non teknis, pos teknis, dan pos humas. Kegiatan TKO di tutup dengan pelatihan tiap kelompok mengenai bagaimana cara memanajemen waktu bila terjadi banyak kegiatan  latihan maupun event  dalam 1 bulan, dan tiap kelompok harus mempresentasikan hasil kinerja mereka.

Dengan kegiatan TKO 2018 ini, semoga ilmu yang diperoleh  dapat bermanfaat di kuliah, sehari-hari dan di MB UNS. Terimakasih  atas kehadiran pengurus, anggota dan player dan panitia yang sudah berkontribusi dalam kegiatan ini.

Do the Best, Be the Best, God Takes the Rest. UNS Jaya !!!