kata, hujan; basah di atas kepala

kata-kata menari di kepala
melompat-lompat, bergembira
bibir tetap terkatup, tak mau angkat bicara; mengeluarkan mereka yang sedang bergembira
sebab tak ada telinga atau mulut lainnya, yang siap mendengar atau mengalahkan kata-katanya.
sepasang mata memandang jauh
hujan baru saja datang, suara ramai sekali
namun, suara di kepala tak mau kalah
titik-titik hujan semakin ramai menghujam tanah, membentuk gaduh berteman deru angin yang tiba-tiba datang
sang kata bersamaan berteriak meminta perhatian;
“keluarkan aku, biarkan aku bergabung dan bermain bersama hujan.”
-Shinohanna-

Bakti Sosial MB UNS di Desa Mojorejo Sragen

Universitas Sebelas Maret, 11 Juni 2017, Marching Band Sebelas Maret telah menyelenggarakan acara bakti sosial dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1438 H. Acara tersebut berlangsung pada Sabtu, 10 Juni 2017 di Desa Mojorejo, RT 05 Kelurahan Genengduwur, Gemolong, Sragen. Kegiatan bakti sosial Marching Band UNS kali ini adalah berbagi sembako yang terdiri dari minyak goreng, mie instan, dan sebagainya kepada setiap kepala keluarga RT 05 Desa Mojorejo, kemudian kerja bakti bersama membersihkan lingkungan masjid desa dengan warga masyarakat RT 05 desa Nojorejo, memberikan barang-barang layak pakai, serta mengajar mengaji anak-anak lingkungan RT 05 desa Mojorejo. Acara dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga adzan magrib berkumandang.

 

 

 

Personil MB UNS berangkat dari kampus sejak pukul 07.00 WIB mempersiapkan barang-barang yang akan diberikan untuk warga RT 05 desa Mojorejo. MB UNS memilih desa ini karena dirasa warganya sangat membutuhkan bantuan dan layak diberi bantuan, desa ini belum begitu maju terlihat dari hanya ada satu masjid, yaitu masjid Al-Ikhlas. Masjid tersebut pun tidak begitu luas, mungkin jika di daerah kota masjid tersebut hanya dapat disebut sebagai musholla. Selain sembako kami juga membagikan beberapa buku Iqro’ untuk anak-anak yang biasanya mengaji sore hari di masjid Al-Ikhlas dan kami juga membelikan beberapa sandal dan mukena untuk masjid Al-Ikhlas yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh warga asyarakat sekitar. Selain itu, kami juga menyumbangkan pakaian layak pakai dan beberapa buku baru dan bekas. Buku tersebut diberikan untuk membangun minat baca anak-anak warga desa yang masih sangat kecil karena kurangnya buku-buku di desa tersebut dan tidak adanya tempat bacaan yang layak untuk dijadikan perpustakaan.

 

 

 

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa acara tersebut dapat berjalan dengan sangat lancar berkat bantuan donasi dan usaha dari semua pihak. Di akhir acara kami amat bahagia karena dapat melihat anak-anak yang seusai mengaji dapat berbaur dengan kami bermain bersama, tertawa, dan senang dengan adanya acara ini. Semoga tahun-tahun ke depan kami tetap dapat melaksanakan kegiatan ini di desa-desa lainnya, amin. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan untuk kita semua di bulan yang suci ini. Berbagilah ketika sempat, karena berbagi mendatangkan kebahagiaan yang hakiki.

Menjadi Alumni

Setiap unit mempunyai ciri khas sendiri untuk merayakan wisuda anggotanya. MB UNS misalnya, jika tidak ada halangan karantina atau kuliah, MB UNS biasa memainkan Congratulations di hari wisuda sebelum anggota tersebut dilantik menjadi Purna Bakti.

 

 

 

Setelah beberapa tahun mengabdi kepada unit marching band kesayangan kita, wisuda tidak membuat cinta kita berkurang. Sebagai Purna Bakti atau Alumni, kita wajib memantau perkembangan adik-adik kita dan membantu jikalau terdapat kesulitan. Evaluasi juga dibutuhkan untuk membangun organisasi yang lebih baik. Untuk itu, komunikasi yang terjalin antara anggota dan alumni harus terjaga. Sebagai anggota wajib menghormati dan mengenal alumni, serta alumni wajib mengetahui perkembangan dan kegiatan anggota.

Jogja Marching Day 2017

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA, 21 Mei 2017, Jogja Marching Day (JMD) 2017 dilaksanakan selama dua hari di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada 20-21 Mei 2017. JMD adalah acara tahunan yang diadakan oleh Keluarga Besar Marching Band Yogyakarta (KBMBY) dimana marching band se-Pulau Jawa dan sekitarnya berkumpul dan bermain bersama. Di tahun 2017 ini, JMD 2017 mengambil tema “Derap Pemuda Bersama Bangkit Berkarya” karena JMD kali ini dilaksanakan bertepatan pada Hari Kebangkitan Nasional. Antusias peserta JMD 2017 terbilang meningkat karena pemberi materi merupakan tokoh senior yang dihormati di dunia marching band Indonesia, seperti Fajri Maulan Furqon untuk Brass, I Nyoman Trieswara Minartha untuk Pit Instrument, Fisabil Mahardika Putra untuk Battery, dan Arinto Prihat Moko untuk Color Guard.

 

 

 

 

 

 

Rangkaian acara JMD yang padat penuh manfaat sangat tidak membuang waktu. Mulai dari coaching clinic dari pemberi materi terbaik, kemudian transfer materi show untuk lagu kedua. Malam hari digunakan untuk acara hiburan untuk mengakrabkan diri dengan peserta dari unit lain sehingga bisa mengenal satu sama lain. Di hari kedua, setelah melakukan peregangan, acara dilanjut dengan memberi materi untuk lagu pertama. Kemudian di sore hari acara ditutup dengan penampilan show dua lagu tersebut.

 

 

Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami, semoga kami dapat lebih membanggakan almamater UNS tercinta. Terima kasih pula untuk semua anggota dan player yang sudah berkonstibusi dalam acara ini.

Do the Best, Be the Best, God Takes the Rest. UNS Jaya!!!

Kembali ke chart- (Display)!

Sebagai pemain marching band, pasti tau dong display itu apa. Display adalah visual, visual is king (kalo menurut beberapa pelatih drill and display). Display atau field show menurut wikipedia adalah kumpulan formasi berupa gambar, bentuk, garis, atau abstrak dengan setiap pemain memiliki posisi  tetap masing-masing yang diilustrasikan oleh drill book atau drill chart.

Saat latihan, pelatih tidak bosan-bosan untuk mengulang kembali setiap chart dan merapikan setiap bentuk. Mengapa? Karena display adalah visual dan visual never lies. Visual yang salah akan dapat mudah terlihat. Oleh karena itu, pemain visual seperti color guard adalah pemain tersulit karena satu kesalahan kecil saja bisa langsung dipastikan. Selain pemain color guard, para pemain musik juga mendapatkan beberapa koreo di lapangan untuk menambah efek visual yang ada, sehingga semua pemain adalah pemain visual yang harus memainkan perannya dengan sempurna.