Buka Bersama MB UNS 2018

Pada hari Rabu 6 Juni 2018, Marching Band Sebelas Maret telah mengadakan Buka Bersama yang diselenggarakan di Student Centre UNS. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin di selenggarakan pada bulan ramadhan dan dalam rangka mempererat tali silaturahim dan kekeluargaan MB UNS. Dalam kegiatan ini, hadir beberapa tamu undangan, meliputi perwakilan dari rektorat, pembina MB UNS, perwakilan tiap UKM, Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) MB UNS, Dewan Perwakilan Anggota (DPA) MB UNS, Pengurus MB UNS, Anggota MB UNS dan  Purna Bakti.

 

 

 

Kegiatan ini akan di mulai dari pukul 15:00 WIB. Selain buka bersama, kegiatan ini juga  dilengkapi dengan berbagai kegiatan lain seperti penampilan musik akuistik, tausyiah menjelang adzan maghrib dan juga ada Stand Up Comedy yang membuat kegiatan ini semakin menyenangkan. Selain itu juga ada pemutaran video kejuaraan yang membuat para tamu undangan terutama anggota MB UNS dan Purna Bakti mengingat masa-masa lalu kejuaraan / flashback.

 

 

Semoga dengan diadakannya kegiatan buka bersama ini dapat mempererat tali sitaurahim dan kegiatan dapat berjalan baik dan lancar sesuai yang diharapkan.

 

Baksos MB UNS 2018 di Desa Sumomoro Dukuh Sragen

Pada Bulan Ramadhan 1439 H ini, Marching Band Sebelas Maret kembali mengadakan Bakti Sosial. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan  sebagai wujud kepedulian kepada lingkungan dan juga dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Baksos tahun ini di selenggarakan di Desa Sumomoro Dukuh, Kecamatan Plupuh, Sragen pada Minggu 3 Juni 2018. Kegiatan bakti sosial kali ini adalah berbagi pakaian layak dan Sembako seperti beras, mie instan, minyak goreng, dan sebagainya kepada masyarakat RT 01, 02 dan 03 Desa Sumomoro Dukuh.  Selain kegiatan tersebut, MB UNS juga berkesempatan untuk mengajar mengaji serta berbuka bersama dengan anak- anak lingkungan Desa Sumomoro Dukuh. Acara kali ini berlangsung mulai Pukul 13:00 WIB hingga menjelang adzan maghrib.

 

 

MB UNS memilih desa ini dikarenakan sektor pertanian menjadi mata pencaharian utama bagi masyarakat Sumomoro Dukuh, sebagian menjadi buruh bangunan. Sebagian penduduk mengandalkan perekonomian pada kegiatan industri rumah tangga. Perumahan di Desa Sumomoro Dukuh ada yang masih tradisional berdindingkan kayu, bambu, tetapi ada juga yang sudah menggunakan batu bata/tembok. Kondisi lantai juga ada yang masih beralaskan tanah.

 

Alhamdulillah, Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa acara tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar berkat usaha dari semua pihak dan juga donasi yang telah di sumbangkan. Di akhir acara kami amat bahagia karena dapat membantu anak-anak untuk belajar mengaji serta belajar agama islam yang diselingi dengan permainan yang menyenangkan. Semoga pada tahun depan kami tetap dapat melaksanakan kegiatan bakti sosial di desa-desa lainnya. Semoga kegiatan ini dapat membawa keberkahan untuk masyarakat Desa Sumomoro Dukuh dan juga untuk kita semua.

 

 

Kejuaraan Marching Band Pertama di Indonesia

Grand Prix Marching Band atau lebih dikenal dengan singkatan GPMB yang merupakan ajang kompetisi Marching Band tingkat nasional pertama yang diselenggarakan oleh Yayasan GPMB di Indonesia. Kompetisi ini umumnya diselenggarakan setiap tahunnya, ternyata kegiatan ini berawal sejak tahun 1982 dan diikuti oleh sejumlah kelompok orkes barisan tersebar di Indonesia, Kompetisi ini memperebutkan piala Presiden, piala Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, piala Menteri Pemuda dan Olahraga, piala Menteri Pendidikan Nasional, dan piala Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

 

Sebagai ajang kompetisi marching band tertua, penyelenggaraan GPMB seringkali digunakan pula sebagai tolak ukur atas perkembangan orkes barisan di Indonesia. Berbeda dengan bentuk penyelenggaraan kompetisi sejenis yang umumnya diselenggarakan di lapangan terbuka, penyelenggaraan GPMB selalu dilakukan di lapangan tertutup, umumnya diselenggarakan di Istora Gelora Bung Karno. Dalam setiap pelaksanaannya, GPMB biasanya digelar dalam empat babak yaitu babak penyisihan, babak perempat final, babak semi final, serta babak final.

 

Kompetisi GPMB pertama kali dicetuskan oleh Bapak Gusanto Moeljohardjo dan dulu diselenggarakan pada tanggal 29 Desember 1982 dengan nama Tournament Invitation Marching Band atau TIMB di Balai Sidang Senayan, Jakarta. Penyelenggaraan kompetisi ini melibatkan berbagai kelompok orkes barisan dari berbagai daerah yaitu Bandung, Yogyakarta, Palembang, Medan, Pekanbaru, Denpasar, Balikpapan, Makassar, serta Aceh. Antusiasme serta respon positif atas penyelenggaran tersebut membuat penyelenggaraannya kembali digelar pada tanggal 27 hingga 30 Desember 1983 dan mengubah nama TIMB menjadi Grand Prix Marching Band (GPMB) yang dimaksudkan sebagai pengembangan lebih lanjut atas kompetisi TIMB sebelumnya. Setelah itu, GPMB kemudian dijadikan sebagai ajang kompetisi tahunan yang umumnya digelar pada bulan desember setiap tahunnya.

 

Sumber : wikipedia

MB UNS di Coaching Clinic MB Gema Persada Siliwangi

Pada 29 April 2018, Marching Band Gema Persada Siliwangi telah melaksanakan Coaching Clinic 2018 yang bertemakan “Meningkatkan Kualitas Melalui Wawasan dan Kreatifitas” bagi para pemain Marching Band Universitas Siliwangi dan juga mengundang pemateri yaitu Agung Faris Anugrah (Ketua Marching Band Sebelas Maret 2017-2018) dan  Doni Saputra (Pelatih Battery Percussion Marching Band BPS UNSOED)

 

 

Terimakasih kepada Marching Band  Gema Persada Siliwangi yang telah memberikan amanah dan kepercayaan kepada Saudara Agung Faris Anugrah untuk mengisi acara tersebut.

 

Semoga informasi yang diperoleh dapat bermanfaat dalam berorganisasi, kuliah dan di kehidupan sehari-hari

Sejarah Marchingband

Menengok kembali ke jaman kuno, marching band bersumber dari seremonial militer dan keagamaan, yang dikemas dalam suatu pertunjukan yang indah atau hiburan. Dalam banyak kebudayaan, musik perang ( musik militer ) menginspirasi para pria dalam berperang, sebagi tanda untuk maju dan mundur, sebagai pendukung jiwa para prajurit dan merayakan keberaniannya

Marching band menggunakan gabungan dari alat brass, perkusi dan alat tiup kayu yang harus dibawa saat mereka berjalan. Instrumen marching band termasuk flute dan piccolo, French horns, saxophones, clarinet, trumpet, trombone, tuba, drum, cymbal dan triangle. Beberapa band memasukkan glockenspiel, xylophone ke dalam seksi perkusinya. Adapula marching bag pipe bands.

Terdapat benda seni Mesopotamia kuno yang diperkirakan berumur 4.000 SM, yang menyerupai kettle drum. Alat perkusi seperti cymbal telah digunakan oleh masyarakat Mesir kuno, Syria, Yunani, Romawi dan Yahudi. Timpani atau tambourine adalah salah satu contoh dari alat perkusi yang tidak banyak berubah sepanjang masa.Alat tradisional terbuat dari kulit binatang atau kulit kerang adalah sama dengan yang kita gunakan saat ini. Seperti yang digunakan oleh Canadian Ojibwa dan Cree First Nation, sama dengan masyarakat Timur tengah kuno dimana hal ini berasal. Para budak Afrika memperkenalkan xylophone ke dalam komunitas Latin pada waktu penaklukan Spanyol pada abad 16 dan 17. Drum dan castanet mengiringi taria-tarian Roma kuno. Triangle aslinya berasal dari musik Turki yang mengkombinasikan triangles dengan cymbal dan drum dengan ukuran yang berbeda.